#1 Berkreasi Berjamaah: Way of Life Masyarakat Belanda

Setiap zaman memiliki masalahnya sendiri. Dua abad silam, manusia berusaha keras mencari solusi untuk kemudahan mobilitasnya. Namun, kondisi  saat ini jauh berbeda. Manusia secara massif mencari jalan keluar dari dampak negatif keberadaan teknologi canggih, seperti emisi. Pekerjaan tersebut tidaklah mudah, mengingat industri merupakan  poros ekonomi bagi sejumlah negara.

Tampaknya kesulitan tersebut tidak berlaku bagi Belanda. Saya tercengang ketika membaca sebuah artikel tentang bagaimana ‘Negeri Kincir Angin’ itu mampu mengatasi kesulitan dalam menanggulangi emisi melalui proyek Amsterdam Smart City.

Proyek yang dimulai sejak 2009 ini mengajak organisasi pemerintah, perusahaan swasta serta penduduk kota Amsterdam untuk bersama-sama mengurangi emisi karbondioksida (CO2) dan menghemat energi dengan cara yang pintar, yaitu dengan cara mengaplikasikan teknologi baru yang membantu proses pengurangan emisi.

Dua tahun berjalan, proyek ini dianugrahi penghargaan City Star Award 2011 karena terbukti menurunkan emisi dan menghemat penggunaan energi dalam kota metropolitan seperti Amsterdam. Proyek besar-besaran itu bukan lagi wacana, malah menjadi aksi nyata yang memberikan kontribusi yang signifikan bagi keberlangsungan hidup warga Amsterdam dan warga benua Eropa lainnya. Kontribusi ASC sesuai dengan target kota Amsterdam, yakni menurunkan setidaknya 40% kadar emisi CO2 dalam kurun waktu 35 tahun (1990-2025). Jika dihitung dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2008-2012), pengurangan emisi ini telah mencapai 5,2%. Capaian ini sesuai dengan komitmen Belanda sebagai anggota Annex I dalam Protokol Kyoto 2005.

Faktanya, yang menarik dari proyek ini adalah keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka  dalam bentuk proyek-proyek inovatif. Ini sama saja dengan berkreasi berjamaah.

Kegiatan berkreasi berjamaah ini tentu mengingatkan kita pada sejarah pembuatan Lage Landen atau tanah rendah di bawah permukaan laut. Proyek ini mengikutsertakan kreativitas seluruh nenek moyang bangsa  Belanda pada zaman itu. Tahapan pembuatannya dimulai dari pembuatan pematang raksasa (duinen), lalu dilanjutkan dengan penanaman rumput, berbagai belukar, dan pohon kayu (veenklei). Veenklei yang meluas menjadi polders dikeringkan dari sisa-sisa air (plassen) yang ada dengan menggunakan kincir angin.  Usaha kreatif dan inovatif ini menarik mata dunia Eropa pada saat itu. Pendatang-pendatang barupun mulai mendiami daerah tersebut. Seiring dengan jumlah penduduk yang makin bertambah, masyarakat setempat berinisiatif untuk membuat tanggul raksasa atau dijken. Dijken ini dibuat di sepanjang pantai yang bermula di Belgia dan berakhir di provinsi Frisland dan Groningen.

Dua proyek di atas adalah dua proyek dari zaman yang berbeda. Partisipasi masyarakat Belanda dalam dua proyek ini menunjukkan bahwa usaha untuk mengikutsertakan individu-individu dalam menuangkan ide-ide kreatifnya tidak hanya dilakukan di lingkungan pendidikan formal saja, melainkan juga diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan kata lain, berkreasi berjamaah sudah menjadi way of life masyarakat Belanda yang diturunkan dari generasi ke generasi.  Bukankah cara hidup seperti ini akan membawa manusia pada suatu kemajuan?

Dalam bukunya The Innovator’s Cookbook, Steve Johnson mengatakan bahwa semua kemajuan berpondasi pada kreativitas dan inovasi. Agar bisa terwujud, kreativitas membutuhkan kerja sama yang baik.

Jika dilihat pada kasus “berkreasi berjamaah” yang sudah menjadi way of life masyarakat Belanda ini, tentu kita akan mendapatkan formula: kreativitas+kerja sama = inovasi = maju.

Bercermin dari hal ini, apakah kita sudah siap untuk maju dan menjadikan “berkreasi berjamaah” sebagai way of life kita?

– ditulis oleh Dyah Sulistiowati

10 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

10 responses to “#1 Berkreasi Berjamaah: Way of Life Masyarakat Belanda

  1. acit

    Cuma mau nambahin aja.. selain pemanfaatan teknologi, ada satu hal yang sering terlupakan, simple thing but it’s really important; kesadaran lingkungan. Realnya dapat dilihat pada lingkungan sekitar kita sendiri; penghematan penggunaan ac, lampu, dll, jangan terlalu sering pakai kendaraan pribadi (walaupun beberapa pabrik kendaraan sudah berusaha untuk mengurangi emisi supaya gas buangnya ramah lingkungan), dll. Mulai dari diri sendiri untuk bertanggung jawab dengan lingkungannya bisa jadi jalan alternatif untuk ngurangin emisi karbon dan gas-gas rumah kaca lainnya.. Heal the world, make a better place 

  2. wah masukan yg bagus tuh ndre! teknologi + pemberdayaan lingkungan.
    sebenernya sih teknologi yg dipake di proyek ini memang dikhususkan jg pd pemberdayaan lingkungan ndre. coba aja cek web amsterdamsmartcity.nl untuk info lengkapnya.

    dank u ndre buat komennya! 😀

  3. Andre

    Sebuah ide yang kreatif. Tapi jangan lupa mengurangi emisi itu tidak hanya melalui teknologi, tapi juga pemberdayaan lingkungan. Semakin banyaknya lingkungan yang dirusak manusia adalah hal yang berbahaya bagi masa depan. Walaupun kita bisa seolah-olah menutupinya dengan sebuah teknologi, tapi kita harus sadar kalau pemberdayaan lingkungan adalah kunci dari semua teknologi yang dipakai untuk menyelamatkan dunia ini dari apa yang mulai biasa kita lihat di film2 action atau sci-fi jaman sekarang.. Semoga apa yang dilakukan di Belanda ini dapat ditiru juga oleh negara2 lain, dan lebih ditekankan pada wawasan lingkungan.

  4. Menginspirasi banget di tulisannya di.
    Pelajaran banget buat bangsa Indonesia yang bisa dibilang paru-paru dunia ini buat lebih “melek” masalah polusi. secara indonesia sebagai negara berjumlah penduduk terbesar ke 4 di dunia (menurut wikipedia) pastinya juga mengahasilkan emisi gas buang yang besar juga dari kendaraan yang mereka pakai. Bener banget kita tuh butuh usaha yang kongkrit dari seluruh lapisan masyarakat buat menanggulangi maalah ini, karna bisa dibilang kita buat masalah polusi ini bersama, jadi ya toh kita juga yang harus bersama-sama buat mengatasinya. Semoga kedepannya ada banyak ide-ide kreatif dari anak-anak cerdas bangsa Indonesia buat mengatasi masalah-masalah krusial seperti ini. 🙂

    • komentar yg apik no! lo sama andre macem pengamat lingkungan, ahaha

      1 yg pasti, kita harus jadiin berkreasi berjamaah sbg way of life kita. beri aksi, bukan orasi! 😉

  5. Kereeeen!! Sangat salut dengan Belanda. Kita sebagai negara yang punya sejarah panjang dengan Belanda haruslah bisa mewarisi pemikiran mereka. Jakarta Smart City? Bisa! 🙂

  6. mbak! artikel lo kece banget mba! padat berisi, jelas tajam terpercaya! hahahaa
    jadi pengen ke Amsterdam, nyobain ikutan proyek ini. kece banget sumpah nih proyek \m/

    semoga dapet juara 1 ya mba, kayak nomor artikel mu ini #1. Amiinnn..

    (y)

  7. untuk semua yg baca, tulisan saya yg ini belum dikasih tautan sumbernya. buat liat tautan sumbernya, bisa dibuka blog saya http://dysulis.blogspot.com

    lalu, ada juga beberapa diksi yg diedit. mohon komentarnya ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s