#13 Klein maar Groot

Dalam bahasa Belanda, judul diatas berarti “Kecil tetapi Besar”. Apa yang kecil dan apa yang besar?

Kalau kita ingat-ingat lagi tentang sejarah negara Belanda, negara tersebut sebenarnya merupakan daratan yang ada karena usaha mengeringkan laut. Jadi, bisa dibayangkan sebesar apa sesungguhnya daratan di negara tersebut. Kecil? Ya, jika dibandingkan dengan negara kita (Indonesia) negara Belanda mungkin tidak seluas negara kita. Tetapi, kenapa negara yang kecil bisa menjadi besar? Dari usaha mengeringkan daratan saja, sudah jelas ada 1 hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh negara lain. Yap, sisi kreatif. Umumnya, daripada susah-susah berusaha lebih baik langsung saja mencari yang tersedia. Tetapi, kenapa pendiri negara tersebut lebih memilih mengeringkan daratan? Melihat potensi di masa mendatang, tidak perlu diragukan lagi mengapa pendiri negara tersebut memilih mengeringkan laut untuk dijadikan sebuah tempat memupuk kreatifitas manusia yang dapat membesarkan negara tersebut nantinya. Dan hasilnya pun terbukti sekarang.

Menurut artikel yang ditulis oleh Duth Daily News: Eindhoven first with Philips “floating” LED street lighting http://www.dutchdailynews.com/eindhoven-first-with-philips-floating-led-street-lighting/, perusahaan lampu terbesar tersebut berhasil membuat lampu LED yang dapat menyala sesuai dengan gerakan manusia. Dipikir-pikir, apa iya lampu bisa mengikuti gerakan manusia? Nyatanya, para teknisi di perusahaan tersebut membuat sedemikian rupa sehingga lampu-lampu LED Philips di Lapangan Catharina mampu mengikuti gerakan-gerakan manusia yang lewat. Menarik bukan? Misalanya sajaada yang mencoba breakdance disitu, pasti lampunya lebih bagus menyalanya.

Tidak hanya berhenti pada lampu, orang-orang Belanda rasanya tidak pernah kehilangan semangat untuk menuangkan ide-ide kreatif setiap harinya. Kesadaran akan negara dari hasil mengeringkan laut, para ilmuwan dan peneliti terus berinovasi mengolah jumlah air yang banyak disekeliling mereka dengan menciptakan alat-alat pengolahan limbah produksi dan mengubah limbah tersebut menjadi benda berharga penunjang kehidupan orang banyak. Contohnya? Untuk mengendalikan konsumsi energi dan mengurangi penggunaan bahan kimia dan karbon yang berbahaya bagi kehidupan. Sederhana tujuannya, tapi besar manfaatnya. http://www.edvantage.com.sg/edvantage/news/news/1001478/Pioneering_Dutch_scientist_wins_LKY_Water_Prize.html

Dari bukti diatas, tidak heran kreatifitas juga membuat hidup lebih bahagia. Hidup siapa yang bahagia? Ya jelas hidup para warga negara yang tinggal di Belanda. Bila lingkungan bersih, yang senang tentu warganya. Bila lingkungan nyaman dan menyenangkan, yang senang ya warga negaranya juga. Tidak heran Belanda akhirnya berhasil memperoleh “hadiah” sebagai negara yang hidup warga negaranya bahagia. Tengok saja artikel berjudul World Happiness Report ranks Netherland 4th happiest nation in the world http://www.dutchdailynews.com/world-happiness-report-ranks-netherlands-4th-happiest-nation-in-the-world/. Menjadi negara nomor 4 yang penduduknya bahagia semua karena menyumbang kreatifitas untuk sesamanya. Menggunakan seluruh tenaga dan upaya agar sama-sama merasakan kenyamanan, keamanan, dan kebahagiaan dalam hidup. Kalau sudah bahagia, mau kerja,belajar,jalan-jalan, atau berkumpul dengan teman-teman,bahkan sampai tidur pun juga nyaman. Hal itu juga dimiliki oleh negara Belanda yang menjadi urutan ke-3 sebagai negara dengan keseimbangan hidup yang sempurna(http://bli.oecdcode.org/topics/work-life-balance/ and http://www.dutchdailynews.com/netherlands-ranks-third-best-country-for-work-life-balance-in-oecd-report/). Maksudnya, kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh warga negaranya tidak akan membuat warganya menjadi terbebani atau malah menjadi stress. Bayangkan kalau orang-orang sudah stress,melakukan sesuatu pasti bawaannya galau foeava’ sehingga hasil tidak maksimal. Mungkin hal tersebut akan jarang sekali ditemui pada warga negara Belanda, karena mereka memiliki keseimbangan dalam kehidupan mereka. Kerja ya kerja, istirahat ya istirahat, senang-senang ya senang yang dibawa. No more galau and be happy in small country with big creativity!

– ditulis oleh Rean Mitasari

Iklan

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#13 Klein maar Groot

  1. keterbatasan tyt memang terbukti lebih memicu kreativitas ya, Indonesia should learn from Netherland 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s