#7 Rio, Kaos Orange, dan Belanda (Als We In Nederland)

Lima bulan terakhir ini, rasa-rasanya hidupku hanya terlarut tentang memori satu tahun kehidupan kemarin. Sepertinya selalu ada sesuatu yang mengantar pikiranku ke sana, entah itu aku tiba-tiba ingat sekolah, murid-murid, keluarga angkatku, atau bahkan kamarku 🙂 . Aku dulunya seorang guru yang ditugaskan selama setahun di sebuah desa di Lampung.

Pagi ini, ingatan membawa ku ke sekolah berhalaman luas yang dipagari ilalang. Sekolah, tempatku mengajar dulu. Murid-muridku biasanya datang sangat pagi. Sebelum jam pelajaran dimulai mereka biasanya bermain bola di tanah kosong tak bertuan samping gedung sekolah. Aku juga mengingat sebuah nama disana “Rio”. Rio, siswa kelas 5, yang hampir tak pernah absen untuk bermain bola sebelum bel masuk berbunyi. Rio membawa baju kaos orange yang ia pakai ketika bermain bola.

Setiap harinya Rio juga memakai sepatu bola ke sekolah. Pernah suatu hari aku bertanya pada dia

“nak kamu kok seneng banget pakai sepatu bola ke sekolah?”

dengan polosnya dia menjawab “cita-cita saya kan mau jadi pemain bola bu, hiiiii…sambil nyengir memamerkan giginya”.

“Ini kaos kaki saya warnanya orange, baju bola saya juga warnanya orange?” sambil mememgang kaos kaki dan baju kaosnya.

“Iya ya, emang kenapa warnanya harus orange yo?”, tanyaku.

Karena tim bola pa po rit saya BELANDA bu. Baju tim nya kan oranye kan bu?.

Aku hanya bisa senyum mendengarnya.

Seketika amazed dengan penjelasan singkat Rio barusan. Tapi hanya amazed pada Rio, tapi pada Belanda itu sendiri, melesetin sebuah iklan di TV “Belanda? Anak kecil aja tau 😀 ”.

Pagi itu Rio membawa pikiranku tentang Belanda……. 🙂

Dunia mana yang tak kenal Belanda?sebuah negara kecil yang disebut negeri kincir angin. Saking kreatifnya orang-orang Belanda sebuah benda berupa kincir angin dapat membawa manfaat yang besar bagi masyarakatnya. Bangsa Belanda terkenal sebagai bangsa yang kreatif dan sangat menghargai yang namanya inovasi. Budaya kreatif dan inovasinya lalu diadopsi ke sistem Pendidikan yang memberikan ruang yang besar untuk menyalurkan kreativitas peserta didiknya. Sistem pendidikannya bahkan mendorong siswa untuk berinovasi. Mungkin pikiran aneh dan imajinasi yang liar di sini merupakan hal yang sangat diapresiasi disana. Itulah mungkin mengapa ijazah pendidikan di Belanda diakui oleh Internasional. Belanda juga merupakan negara pertama di eropa yang menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah.Inovatif euy…

Sistem pendidikannya keren ya??

Seandainya murid-murid ini sedang berada di Belanda, mereka mungkin sedang asyik bereksperimen dengan pelajaran kesukaan mereka masing-masing. Rio mungkin agak sibuk dengan strategi bermain bola, adi sedang asyik dengan permainan musiknya, mungkin tidak akan ada muriku yang bertanya “kok harus belajar ini sih bu”

” bu, kapan kita bisa ke Belanda ya?”

Tiba-tiba rio membuyarkan lamunanku.

“Ia Rio,suatu saat kita akan ketemu di Belanda ya 🙂 “, kataku.

– ditulis oleh Yunita Ekasari

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#7 Rio, Kaos Orange, dan Belanda (Als We In Nederland)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s