#46 Beasiswa Kartini ke Belanda

Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati hari Kartini. Kartini merupakan simbol emansipasi wanita Indonesia. Satu hal yang menarik untuk diketahui, Kartini ingin sekali bersekolah ke negeri Belanda. Salah satu isi suratnya kepada Mr. J.H. Abendanon menjelaskan betapa dia ingin sekali mendapatkan beasiswa ke Belanda. Kartini tertarik terhadap pemikiran wanita Eropa (Belanda pada waktu itu), sehingga timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Sayang, sampai akhir hayatnya, beasiswa tersebut tidak sempat digunakannya karena saat itu dia harus menuruti kehendak orangtuanya untuk menikah dengan Raden Adipati Joyodiningrat.

Jujur saja aku mencoba menyelami isi pikiran Kartini pada waktu itu, wajar sekali jika dia meminta untuk bersekolah ke Belanda, dia begitu kagum dengan kehebatan sebuah bangsa tidak dilihat dari luas dan besar penduduknya tetapi juga dari ilmu pengetahuan dan teknologi serta konsep berfikir kreatif yang terbuka dan berwawasan. Jika Kartini masih hidup sekarang, pasti dia tidak menyesal pernah menjatuhkan pilihannya untuk bersekolah ke Negeri Kincir Angin yang akan mampu menjembatani mimpi-mimpinya menjadi kenyataaan.

Wajah Belanda tentu sangat berbeda saat zaman Kartini dahulu dengan sekarang. Tetapi satu hal yang tidak berubah tetap berdasar pada dedikasi tinggi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, mengutamakan kesejahteraan bagi penduduknya yang merupakan aset berharga bagi bangsa ini. Dengan kesejahteraan yang terjamin, tidak dalam hal pendapatan saja tetapi kebebasan berpolitik, jaringan sosial yang kuat serta anti korupsi memiliki dampak signifikan untuk tetap menjaga pemikiran kreatif dan inovatif bangsa ini. Hal ini dibuktikan dari peringkat Belanda yang terus meningkat tiap tahunnya dalam Negara Paling Bahagia di Dunia, dan beberapa minggu lalu PBB menobatkan Belanda pada peringkat 4 dunia.

Dengan latar belakang tersebut, tidak heran jika Belanda layak mempunyai masyarakat yang berfikir kreatif dan haus akan hal-hal yang baru yang mampu membawa perubahan positif serta tidak mustahil mampu diaplikasikan dalam memperbaiki kualitas hidup. Lihat saja, bagaimana Belanda mampu membuat terobosan baru menciptakan mobil terbang. Isu kemacetan merupakan isu permanen yang sudah sejak lama terjadi, dunia sudah terlalu lama berfikir untuk mencari solusi terbaik. Mobil terbang produksi Belanda yang diberi nama PAL-V ini sudah dikenalkan pada masyarakat dunia, rencananya mulai 2014 sudah bisa digunakan.

Begitu banyak kemajuan yang dimiliki Negeri Tulip ini. Kemajuan akan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu membawa keuntungan besar bagi masyarakat Belanda pada khususnya dan dunia pada umumnya. Ingin sekali rasanya bisa mengenyam pendidikan di negara ini. Seandainya Kartini masih ada mungkin ia akan memprakarsai bantuan beasiswa untuk belajar di negara ini. Belajar bagaimana kemajuan konsep berfikir yang kreatif dan inovatif sehingga mampu melahirkan karya-karya hebat bagi masyarakat dunia. Mungkin beasiswa itu akan diberi nama Beasiswa Kartini (pasti sudah tidak hanya bagi kaum wanita). Jika itu ada, aku adalah orang pertama yang mendaftarkan diri dan berjuang keras  mendapatkan beasiswa tersebut.

Aku ingin tahu, bagaimana sebenarnya konsep berfikir masyarakat Belanda. Bagaimana mereka mampu berfikir melihat alternatif lain untuk memajukan bangsanya tidak hanya terbatas pada sumber daya alam saja (kalau boleh jujur, bahkan mereka tidak memiliki sumber daya alam tersebut). Siapa tahu suatu saat nanti aku mendapatkan beasiswa Kartini itu. Semoga!

 

Sumber:

http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=1813

http://sejarah.kompasiana.com/2012/04/18/

http://www.sparkdesign.nl/en/project/PALV

http://www.dutchdailynews.com/world-happiness-report-ranks-netherlands-4th-happiest-nation-in-the-world/

Panggil Aku Kartini Saja, Pramoedya Ananata Toer

– ditulis oleh Eunike Fajarini

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s