#60 Kreativitas Belanda Sepanjang Masa

Belanda dikenal sebagai negara yang dipenuhi orang-orang kreatif yang selalu hadir dengan ide-ide baru. Negara yang mempunyai inovasi di dunia, salah satu negara yang menjajah negara kita Indonesia. Setelah lamanya menjajah 3,5 abad atau 350 tahun ini selain sudah menyengsarakan masyarakat Indonesia, tetapi Belanda membuat banyak perubahan terhadap bangunan yang ada di Indonesia, dimana perubahan tersebut bisa dilihat dari fasilitas negara yang disulap menjadi lebih modern dan masih berdiri kokoh di Indonesia. Hal ini terbukti dari bangunan-bangunan bersejarah di Indonesia. Bangunan tertua di Indonesia merupakan hasil dari kreativitas Belanda, Benteng Vasternburg (Fort Vasternburg) merupakan benteng peninggalan belanda yang terletak di kawasan Gladak, Surakarta. Benteng ini dibangun pada tahun 1745 atas perintah Gubernur jendral Baron Van Imhoff sebagai bagian dari pengawasan Belanda terhadap penguasa Surakarta, sekaligus sebagi pusat garnisun. Di seberangnya terletak kediaman gubernur Belanda (sekarang kantor Balaikota Surakarta) di kawasan Gladak. Di sekeliling tembok benteng terdapat parit yang berfungsi sebagai perlindungan dengan jembatan di pintu depan dan belakang. Bangunan terdiri dari beberapa barak yang terpisah dengan fungsi masing-masing dalam militer dan di tengahnya terdapat lahan terbuka untuk persiapan pasukan atau apel terbuka.

Bila kita datang ke Jakarta kita bisa melihat satu-satunya bangunan pencakar langit yang tinggi berbentuk kerucut dengan pilar-pilarnya dan atap yang tinggi, serta terdapat emas di atasnya merupakan bangunan yang sudah tidak asing lagi, yakni Monumen Nasional (monas) diawali dengan berdirinya suatu perhimpunan yang didirikan oleh Belanda pada masa itu. Perhimpunan tersebut diberi nama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen  yang didirikan pada 24 April 1778. Perhimpunan didirikan untuk memajukan bidang seni dan berbagai ilmu pengetahuan, seperti biologi, arkeologi, fisika, etnologi, sejarah, dan prasejarah guna untuk penelitian-penelitian ilmiah. Di tempat inilah berkumpul orang-orang pintar, dan mempunyai simbol “Ten Nutte van het Algemeen” yang artinya ‘untuk kepentingan masyarakat umum’.

Bila kita melihat dari segi dalam negeri sungguh banyak kreativitas dan inovasi yang sudah Belanda lakukan untuk Indonesia, selain dari nilai negatif atas penjajahannya di Indonesia. Namun, kita harus mengakui nilai positif atas kreativasnya dalam pembuatan-pembuatan bangunan yang sampai sekarang masih kita nikmati.

Sekarang kita lihat kreativitas Belanda dari hal pemajuan di negerinya sendiri. Selain terkenal dengan bunga tulipnya Belanda juga terkenal dengan sebutan “Negeri Kincir Angin”, dimana setiap wilayahnya terdapat kincir angin. Pertama kali Belanda membuat kincir angin disebabkan letak geografisnya, luas dataran 41.528 km, seperempat dataran berada di bawah permukaan laut dan hampir seluruhnya berada di bawah permukaan laut. Rata-rata sekitar 1 meter di bawah laut. Bahkan, salah satu wilayahnya lebih rendah 7 meter  dibanding laut.
Pada abad ke-13 kincir angin hanya berfungsi untuk mendorong air ke lautan agar terbentuk daratan baru yang lebih luas. Namun, dengan perkembangan teknologi sekitar abad ke-17 kincir angin digunakan dalam bidang pertanian dan industri. Seperti memproduksi kertas, mengasah kayu, mengeluarkan minyak dari biji, dan menggiling jagung.
Hal ini membuktikan bahwa betapa pintarnya orang-orang belanda yang mempunyai cukup banyak kreativitas dan nilai seni didalamnya. Bukan hanya disini saja nilai kreatifitasnya, melainkan masih banyak lainnya yang membuat Belanda maju sampai sekarang ini.
– ditulis oleh Vivi Trisnawati
Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s