#66 Malu Bertanya, Kebanjiran?

Bila kita ditanya Apa perbedaaan Indonesia dengan Belanda? Wah tentu kita tidak akan mengalami kesulitan berarti. Karena secara faktual perbedaan tersebut sangat kasat mata dan ada dibanyak hal. Lalu, apabila kita ditanya Apa persamaan Indonesia dan Belanda? Ini akan menjadi hal yang menarik bila diuraikan. Salah satunya adalah soal banjir. Belanda dan Indonesia sama-sama memiliki problem soal banjir. Bedanya, banjir di Belanda disebabkan oleh posisi daratannya yang berada dibawah permukaan laut, sedangan Indonesia khususnya Jakarta banjir merupakan bencana musiman akibat dari minimnya daerah resapan air. Bedanya lagi adalah cara menanggulanginya. Atas kondisi geografis yang sedemikian rupa, orang Belanda tak habis akal dan mekanisme penanggulang banjir yang dipunyai negara itu sungguh merupakan kreatifitas luar biasa dan patut dicontoh. Entah siapa dibalik ide kreatif penanggulangan banjir di Belanda berupa kincir angin yang kemudian menjadi sebutan lain dari negara itu. Awalnya, 70% wilayah belanda adalah laut. Untuk memperbesar wilayahnya, pantai disekeliling wilayah tepi Belanda dikeruk dan dibuat bendungan. Kincir angin digunakan untuk mengalihkan air yang ada ditanah yang kemudian disalurkan dan dibendung. Selanjutnya, tanah yang masih sedikit basah dikeringkan dengan kincir angin. Seiring zaman kincir angin ini selain untuk mengalihkan air juga digunakan sebagai salah satu sarana pembantu dalam bidang pertanian dan industri. Mulai dari menggiling jagung, membantu proses irigasi, menggiling hasil panen. Salah satu tempat di belanda yang terkenal dengan kincir anginnya adalah Kinderdijk. Disitu terdapat 19 kincir angin kuno. Selain Kinderdijk daerah lain yang juga terdapat kincir angin antara lain di : Drenthe, Friesland, Gelderland, Groningen, Limburg, Noord Brabant, Noord Holland dan Overijssel. Sejumlah lokasi tersebut, tak hanya bermanfaat menanggulangi banjir tapi juga menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan. Dan salah satunya aku. Apabila bereksempatan ke Belanda tentunya tempat itu akan masuk dalam list yang akan aku kunjungi.  Manfaat kincir angin tersebut tentu tak lepas dari kreatifitas masyarakat Belanda kala itu. Alhasil, negara tersebut hingga saat ini relatif aman dari ancaman banjir. Bagaimana dengan Jakarta? Jakarta harusnya lebih beruntung karena persoalan banjir yang ada bukan karena kondisi daratan yang berada dibawah permukaan laut. Dan kita harus belajar dari Belanda. Janganlah, Banjir malah dijadikan ‘komoditas’ yang diusung calon Gubernur DKI tiap lima tahun sekali. Namun, realitasnya tidak juga ada solusi. Belanda tentunya punya pengalaman super soal banjir, maka itu ada baiknya kita belajar dari Negara kincir angin itu. Mungkin kalau sepenuhnya kita samakan mekanisme penanggulangan secara penuh rasa-rasanya sulit. Karena kondisi geografis dan penyebab banjirnya kan berbeda. Tapi kalau boleh membayangkan di Indonesia dipasang banyak Kincir Angin untuk menanggulangi banjir,, sangat lah menarik. Kincir angin yang kemudian dipasang disejumlah wilayah banjir yang digunakan untuk membangkitkan sejumlah pompa penyerah air dan membawa air itu ke sungai dan daerah resapannya. Setidaknya, meski aku bukan arsitek yang mengerti soal ‘begituan’ tapi bukan hal yang mustahil tentunya.  Namun, harapan ku yang tentunya menjadi harapan kita semua, penanggulangan banjir ini tidak hanya menjadi mimpi sebagaimana aku memimpikan Jakarta memasang kincir angin tadi. @Mayestikadhewi Pertanyaanya, musibah banjir yang masih menjadi problem besar di Jakarta hari ini, karena kita malu belajar ilmu dari negara lain atau seperti apa? cc : @Foke 😀

– ditulis oleh Sekti Dewi Mayestika

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s