#87 Belanda Memeluk Dunia dengan Bahasa

Peribahasa “tuntutlah ilmu sampai negeri China” harus dirubah menjadi “tuntutlah ilmu sampai negeri Belanda dan mampirlah ke China“.

Bahasa Inggris yang menjadi bahasa internasional, membuat Belanda menciptakan sesuatu yang bisa dibilang inovasi dalam dunia pendidikan. Belanda menawarkan 1000 lebih program pendidikan bertaraf internasional, membuat Belanda menjadi salah satu negara tujuan utama untuk menimba ilmu. Selain itu, Belanda menjadi negara dengan multi bahasa karena banyaknya pelajar dari berbagai negara yang datang ke Belanda. Walaupun dalam kesehariannya menggunakan Bahasa Inggris, tak dapat dipungkiri penggunaan bahasa non-inggris juga akan digunakan. Selain itu, para pelajar yang tadinya mengarahkan tujuannya untuk menempuh pendidikan di negara dengan bahasa pengantar non-inggris, seketika merubah haluan menuju negara kincir angin untuk menempuh pendidikannya

Itu artinya, Belanda sudah berhasil meraup banyak keuntungan. Pertama, akan banyak lahir para ilmuwan dan cendekia hasil dari pendidikan di Belanda. Kedua, Belanda secara tidak langsung telah memeluk dunia, karena banyaknya orang non-Belanda yang datang. Hampir seluruh pelajar dari berbagai negara menyambangi Belanda untuk belajar yang secara tak langsung akan terjadi pertukaran dan asimilasi budaya dari berbagai negara yang dibawa oleh para pelajar. Sehingga kehidupan di Belanda menjadi lebih majemuk.

Kalau dibandingkan dengan Indonesia, Belanda tidak jauh berbeda. Sama-sama memiliki kehidupan bermasyarakat yang majemuk dengan beraneka ragam masyarakatnya. Bedanya, Indonesia dengan adat istiadat dan suku yang beraneka ragam sedangkan Belanda dengan warganya yang beraneka ragam yang datang dari berbagai negara untuk menempuh pendidikan.

Bagaimana dengan negara yang bahasa pengantarnya bukan Bahasa Inggris? Ada seseorang yang pernah berkata sama saya, “pelajari dan belajarlah menguasai bahasa suatu negara, maka Tuhan akan membawa mu ke negara tersebut”. Kita sebagai bangsa Indonesia yang sudah menerima pendidikan Bahasa Inggris dari SD sampai kuliah, bahkan kursus Bahasa Inggris bertebaran dimana-mana seharusnya sudah pandai untuk berbahasa Inggris. Apalagi ditambah dengan kemudahan yang diberikan Belanda yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris jika ada yang ingin menuntut ilmu di Belanda.

Bagaimana untuk kehidupan sehari-hari? Untuk kehidupan sehari-hari sudah pasti Bahasa Inggris juga digunakan. Walaupun mereka memiliki bahasa nasional tersendiri, tapi hampir di setiap pojokan manapun mereka masih mau berbahasa Inggris. Sehingga kita tidak perlu takut ataupun ragu untuk berjalan dan bahkan berbelanja[1].

Belanda yang terletak diantara dua negara besar Jerman dan Perancis. Bukan rahasia umum lagi, kedua bangsa ini susah bahkan tidak mau menggunakan bahasa Inggris. Belanda yang perekonomiannya mengandalkan dari perdagangan, mau tidak mau harus mempelajarai bahasa mereka. Orang Perancis sangat terkenal tidak mau dan enggan untuk berbahasa Inggris[2]. Hal yang sama juga terjadi di Jerman. Walaupun ada kelas internasional yang ditawarkan dalam pendidikan, akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari orang-orang Jerman enggan untuk berbahasa Inggris. Bahasa Jerman mutlak diperlukan karena komunikasi sehari-hari bisa dikatakan 100% menggunakan Bahasa Jerman[3].

Dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris, Belanda didatangi oleh berbagai orang terutama para pelajar dari berbagai negara hampir dari seluruh penjuru dunia untuk menempuh pendidikan. Karena Bahasa Inggris yang telah menjadi bahasa internasional, sehingga mutlak harus dikuasai. Inovasi untuk menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan bahasa sehari-hari, telah menjadikan Belanda sebagai bangsa yang mendunia dalam bidang pendidikan. Warga Belanda sepertinya menerima dan menikmati inovasi ini sebagai keanekaragaman yang menjadi ciri khas dari negaranya.

– ditulis oleh Adi Budi Yulianto

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#87 Belanda Memeluk Dunia dengan Bahasa

  1. dys

    wah idenya persis sekali dgn ide tulisan pemenang kedua kompetiblog tahun lalu, titi sari. judulnya pun hampir sama, hanya beda di “memeluk” dan “merangkul”

    however, nice article. good luck 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s