#107 Deli Maatschappij: Persembahan dari Deli untuk Dunia

Deli, sebuah kota yang berada di selatan Sumatera Utara, ternyata memiliki sepenggal kisah sejarah yang luar biasa. Deli pun pernah jaya lewat tembakaunya yang mendunia di masa yang lalu. Dan kejayaan itu dimulai dari Deli Maatschappij

“Awalnya, ada seseorang yang bernama Said Abdullah yang mengaku adalah seorang Sultan Deli datang ke firma van Leeuwen di Surabaya dan disanalah ia bertemu dengan Nienhuys. Said mengatakan bahwa tembakau Deli itu memiliki kualitas yang baik dan prospek yang bagus dalam perdagangan tembakau nantinya. Nah, dari situlah Nienhuys meninjau langsung ke Deli dan mengecek perkataan Said Abdullah. Dan ternyata benar apa yang telah dikatakan oleh Said Abdullah bahwa Deli memiliki tembakau yang bagus dan siap untuk dipasarkan ke pasar tembakau dunia. Untuk tenaga kerjanya, Nienhuys mengambil tenaga kerja lokal dan mengimpor tenaga kerja Cina dari Penang dan Singapura.

Nienhuys ini ternyata kreatif, pintar, dan cerdik karena ia bisa melihat peluang bisnis tembakau yang saat itu merupakan salah satu komoditas yang paling laku di pasaran dunia. Maka daripada itu, Nienhuys membentuk Deli Maatschappij pada tanggal 12 Januari 1870. Ia dengan Deli Maatschappij-nya sukses besar karena hasil produksi tembakau Deli semakin meningkat dan menjadikan perusahaan ini menjadi sangat terkenal di kalangan pedagang tembakau.

Sayangnya, kepemimpinan Nienhuys berakhir pada tahun 1871 dan ia pun dipulangkan ke Belanda. Meskipun dipulangkan, Nienhuys tetap membantu Deli Maatschappij dari tahun 1880-1927. Kepemimpinan Nienhuys pun digantikan oleh Cremer.

Saat kepemimpinan Cremer, keuntungan Deli Maatschappij semakin meningkat dan mendorong pengusaha-pengusaha lainnya untuk membentuk perusahaan tembakau di Deli. Hasilnya, berdirilah perusahaan-perusahaan, seperti Deli Batavia Company, The Senembah Company, dan lain-lain. Banyak perusahaan tembakau yang berdiri di Deli ini mengakibatkan hasil tembakau Deli dapat menyaingi pulau Jawa. Hal ini dibuktiin pada tahun 1884, Deli menghasilkan tembakau dengan nilai f. 27.550.000 sedangkan Pulau Jawa menghasilkan tembakau dengan nilai f. 7.800.000. Karena tembakau Deli ini unggul, maka tembakau Deli pun dapat menguasai pasaran dunia. Keunggulan ini didukung oleh banyaknya permintaan tembakau Deli dari Amerika Serikat yang dilakukan karena hasil penanaman tembakau disana mengalami kegagalan. Pengusaha tembakau Negeri Paman Sam itu mulai cari tembakau Deli di pasaran Rotterdam pada tahun 1881. Merekalah yang kemudian menjadi pembeli tembakau yang sangat penting dalam pasaran tembakau Rotterdam karena mereka membeli kira-kira 25.000 bal tembakau setiap tahunnya.

Namun, kejayaan produksi tembakau akhirnya runtuh juga pada tahun 1890-an yang mana produksi tembakau sudah sangat berlebihan sedangkan permintaan tembakau semakin berkurang. Akibatnya, harga tembakau di pasaran dunia menurun, jumlah perkebunan yang beroperasi di wilayah Deli semakin berkurang, dan akhirnya, Deli Maatschappij pun menutup lembaran indahnya di Tanah Deli.”

Dari sini kita bisa belajar kalau jaman penjajahan Belanda itu sebenarnya tidak seburuk yang kita kira. Banyak orang yang terlalu beranggapan kalo Belanda itu kejam, sadis, dsb. Sesungguhnya, dengan kedatangan Belanda, kita dikenalkan dengan dunia dan dunia pun mengenal kita juga lewat mereka. Kreativitas dan kecerdasan orang-orang Belandalah yang membuat dunia pun melihat kita yang memiliki sumber daya alam yang begitu luar biasa. So, let’s learn from history because whatever happens now is the result of whatever happened in the past!

– ditulis oleh Dita Damanik

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s