#96 Belanda: Negeri Di Mana Bugis Menemukan Akarnya

Orang Bugis terkenal dengan kreativitasnya. Menghasilkan phinisi yang terkenal sampai melaut menjelajah ke seluruh negeri. Berbagai peninggalan suku bugis menjadikan saya bangga sebagai salah seorang anak yang terlahir sebagai suku ini.

Berbekal keingintahuan dan kecintaan akan Bugis and all about it, maka saya pun sangat ingin memperkaya khasanah dan wawasan tentang Bugis. Sampai sekarang saya masih bisa membaca dan menulis lontara’ yang merupakan salah satu kebanggaan tersendiri.

Ternyata, Belanda adalah surga bagi anak Bugis seperti saya. Mengapa? Karena berbagai peninggalan suku Bugis dapat dengan mudah ditemukan di museum-museum di sana. Bahkan lontara’ La Galigo yang merupakan salah satu karya yang kabarnya lebih panjang dari epik Mahabarata dan semenjak tahun lalu telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia (Memories of the World) juga dapat ditemukan di perpustakaan Leiden University.

Tak salah jika orang Belanda itu kreatif. Mereka mampu melestarikan bahkan mengembangkan segala sesuatu yang bernilai bagi negara mereka sendiri. Pemerintah juga tidak kalah dengan mendukung pelestarian dan pengembangan kebudayaan.

Seperti yang terlihat di foto, tulisan lontara’ tertulis di depan salah satu museum di Belanda. Secara tulisan saya bisa membaca aksara lontara’ tersebut tetapi secara arti saya kurang mampu karena merupakan semacam pantun yang menggunakan bahasa Bugis dahulu kala yang harus ditelaah supaya bisa dipahami. Melalui bantuan grup SEMPUGI di facebook tempat foto ini saya download ternyata pantun itu adalah sebagai berikut:

Polena pelele winru,

Tenre kutuju mata,

Padanna Sulisa.

Artinya:

Saya telah bekelana menebar ilmu,

Namun belum pernah kutemukan,

Yang sama dengan Sulisa (Sulawesi, tanah Bugis)

 

Miris…sebagai seorang putra Bugis, saya harus ke Belanda untuk mengenal sejarah saya sendiri, bukannya di daerah asal di mana suku Bugis berada (Sulawesi Selatan).Bangga…karena ternyata suku Bugis adalah salah satu suku penjelajah dan diakui serta dihargai di negeri orang. Salut…atas kemampuan dan kreativitas orang dan pemerintah Belanda yang tetap memelihara berbagai peninggalan yang mencerminkan  kecintaan dan kebanggan mereka akan sejarah. Like always our 1st president says: Jas Merah (Jangan sekali-sekali melupakan sejarah) karena dari sejarah seseorang bisa memprediksikan masa depan.

Semoga suatu waktu saya bisa ke Belanda. Menggali peninggalan nenek moyang, menemukan identitas diri, dan kemudian mempertahankan kebanggaan sebagai seorang anak BUGIS.

AMIN…

– ditulis oleh Andi Rahmat Saleh

Iklan

3 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

3 responses to “#96 Belanda: Negeri Di Mana Bugis Menemukan Akarnya

  1. Posting yang bagus (y)
    Salam sebagai sesama orang Bugis.. heheh..

  2. idham jufri

    Semoga menang Andi, qlo menang dn k Belanda, I. ALLAH sy rekomendasikan ketemu dgn tante yg tgl di Utrech, Belanda

  3. ternyata tulisan yang ini masuk…pdhl kemaren2 ngecek ga masuk
    smg pertanda baik shg bisa ke belanda
    amin 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s