#98 Universitas Leiden: Pesona Lain Negeri Kincir

Universitas  Leiden yang terletak di Kota Leiden, adalah universitas tertua di Belanda. William, Prince of Orange, mendirikan universitas ini pada tahun 1575. Ratu Juliana dan Beatrix serta Pangeran Mahkota Willem-Alexander tak ketinggalan juga pernah beljar di sana.

Universitas Leiden memiliki enam fakultas, 50 departemen lebih dan lebih dari 150 program sarjana. Yang paling mencengangkan, semuanya memiliki dan menikmati reputasi internasional yang luar biasa. Pada 2011, Times Higher Education World University Rankings menempatkan Universitas Leiden sebagai universitas terbaik ke-65 di seluruh dunia. Bahkan, Times Higher Education World University Rankings konsisten menempatkan Universitas Leiden sebagai universitas terbaik di Benua Eropa untuk bidang seni dan humaniora. Universitas ini berhubungan dengan setidaknya enam belas penerima Hadiah Nobel. Tak hanya itu, Universitas Leiden juga berhasil masuk ke dalam 100 perguruan tinggi terbaik di seantero dunia tahun 2011-2012 (http://www.leidenranking.com/ranking.aspx).
Universitas Leiden adalah rumah bagi lebih dari 40 lembaga penelitian nasional dan internasional. Sebagai salah satu research universityterkemuka di Eropa, Universitas Leiden berhasil mencetak lulusan unggul yang dapat bekerja di dalam atau di dalam lingkungan akademik.
Untuk bidang humaniora, Universitas Leiden telah tersohor puluhan bahkan ratusan tahun sebagai universitas pencetak ahli-ahli dalam bidang literatur, naskah, dan filologi. Sebagai orang yang memiliki ketertarikan dengan naskah kuno dan linguistik, Universitas Leiden memiliki pesona sendiri. Di antara koleksi dari atau berhubungan yang dengan Asia Tenggara, koleksi Melayu-Bahasa Indonesia mengambil tempat yang menonjol. Koleksi ini mencakup naskah, surat, foto, gambar, peta,rubbings, dan dokumen cetak. Naskah-naskah dari Asia Tenggara, Myanmar, Thailand, Laos, dan Kamboja terwakili dalam koleksi di perpustakaan mereka, meskipun pada skala yang sederhana.
Perpustakaan Universitas Leiden termasyur di seluruh dunia sebagian karena koleksi bahasa Indonesia yang termasuk dalam Special Collections. Para mahasiswa dan sarjana dari seluruh dunia telah tertarik oleh kekayaan luar biasa dari koleksi yang terdiri dari ribuan manuskrip, foto, gambar, dan karya cetak dengan sabar dikumpulkan selama waktu yang sangat lama. Hasil penelitian mereka yang telah dipublikasikan dengan apik di monograf.
Naskah dari Indonesia (Kepulauan Melayu) telah tersedia di Perpustakaan Leiden sejak awal. Naskah tertua asal Indonesia dan seluruh dunia hingga saat ini masih tersedia di perpustakaan mereka. Faktanya, real basis dari koleksi naskah asal abad 19 ketika masa awal bahasa Indonesia diajarkan di Leiden.
Bagi para peneliti, Perpustakaan Leiden bagaikan surga yang dapat memuaskan hastrat keingintahuan mereka akan naskah lama. Tak ayal, perpustakan ini menjadi sasaran para peneliti yang ingin menuntaskan disertasi atau tesis mereka dengan mencari naskah atau informasi yang dibutuhkan. Dalam hal ini, mereka berpendapat tidak ada yang lebih baik dari Universitas Leiden.

Kecintaan saya pada naskah dan manuskrip tua bangsa Melayu telah membawa saya—entah secara langsung atau tidak—pada ketertarikan terhadap Universitas Leiden. Bagi saya, universitas ini terlalu sayang untuk dilewatkan. Jika saya tidak sempat untuk menikmati ruang kelasnya, saya kira sekadar mengunjunginya tak terlalu berlebihan.

– ditulis oleh Hotnida Novita Sary

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s