#127 Meniru Kreativitas Bangsa Belanda

Salah satu rumus untuk menjadi bangsa yang sukses yaitu menggunakan ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi).  Bangsa yang sukses tidak harus menemukan caranya sendiri untuk berhasil. Mereka bisa mengikuti cara yang telah dilakukan oleh bangsa lain yang sudah lebih dulu sukses. Rumus ATM ini bisa digunakan untuk mempermudah kita meraih apa yang kita inginkan.

Salah satu bangsa yang bisa kita contoh kreatifitasnya adalah Belanda. Ada beberapa contoh produk kreatifitas dari mereka yang bisa kita tiru, diantaranya yaitu:

1. Kincir Angin

Salah satu ikon negara Belanda adalah kincir angin. Sejarah kincir angin di Belanda pada awal keberadaannya sekitar abad 13 berfungsi untuk mendorong air ke lautan agar terbentuk daratan baru yang lebih luas (polder).  Hal ini dilakukan mengingat letak geografis Belanda yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Ketika teknologi terus berkembang, pada abad 17 kincir angin digunakan juga sebagai sarana pembantu di bidang pertanian dan industri seperti memproduksi kertas, mengasah kayu, mengeluarkan minyak dari biji, sampai menggiling jagung.

2. Bendungan

Netherlands artinya tanah yang rendah. Sebagian dataran di Belanda memang berada di bawah permukaan laut. Sejak abad ke-10 tanggul dan bendungan di Belanda sudah mulai di bangun, hal ini dilakukan untuk menghindari banjir, menyelamatkan pulau agar tak terendam air laut, dan memperbaiki saluran air. Fungsi lain dari bendungan adalah sebagai reklamasi daratan, cadangan air tawar dan untuk meningkatkan jalur pengairan.

3. Pertanian

Daerah di pinggir laut yang dulu semestinya adalah laut kini menjadi lahan pertanian yang subur, peternakan, dan lokasi utama agroindustri yang mampu menyumbang 20 persen terhadap pendapatan nasional (PNB) Belanda. Pendapatan per kapita Belanda pun tercatat 2 persen di atas rata-rata orang Eropa. Ada  ilustrasi menarik bahwa sekilogram benih tomat dari Belanda saat ini, misalnya, di Eropa bernilai lebih mahal daripada sekilogram emas. Itu semua merupakan hasil riset dan teknologi yang dikembangkan Belanda sejak lebih dari setengah abad yang silam. Bahkan bunga Tulip dengan berbagai warna  juga merupakan hasil pengembangan botani para peneliti Belanda yang membawanya dari kawasan Asia Tengah yang kondisi tanah dan cuacanya jauh berbeda dengan Belanda.

4. Pendidikan

Kualitas pendidikan di Belanda adalah salah satu yang terbaik di dunia. Hal ini terbukti dengan laporan Global Higher Education Rankings yang dikeluarkan oleh Educational Policy Institute, Belanda menempati posisi ke-3 Keterjangkauan Biaya (Affordability) dan posisi pertama Aksesibilitas (Accessibility). Budaya masyarakat Belanda yang terbuka terhadap pemikiran baru,  toleransi dan kebebasan bicara membuat mereka banyak menerima mahasiswa internasional. Hal ini juga didukung oleh banyak program studi yang ditawarkan dalam Bahasa Inggris.

Belanda berada di urutan ke-3 negara dengan jumlah universitas terbanyak dalam World Reputation Ranking 2012. Lima universitas riset Belanda masuk dalam 100 besar dalam daftar yang dikeluarkan oleh Times Higher Education. Prestasi dunia pendidikan Belanda juga dibuktikan sebagai negara dengan penerima hadiah Nobel terbanyak ke-10 di dunia.

Kreatifitas bangsa Belanda tersebut bisa kita tiru dan modifikasi untuk diterapkan di negara kita. Teknologi kincir angin bisa dipakai di daerah pertanian dan wilayah terpencil karena bisa juga sebagai sumber energi listrik. Bendungan dan teknologi pengairan bisa menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan banjir. Pertanian kita bisa lebih maju dengan riset dan teknologi. Begitu juga dengan pendidikan. Semoga

– ditulis oleh Akhmad Farhan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s