#135 Cling! Kring, Kring, Gowes, Gowes…

Sistem transportasi berkaitan erat dengan kesehatan. Semakin baik manajemen sistem transportasi, maka semakin sehatlah orang atau komunitas pelakunya. Hal paling menarik yang saya dengar, ketahui dan sukai dari negeri Belanda adalah manajemen transportasinya.

Selain kreatif dan inovatif, sistem transportasi Belanda menjadi pedoman negara-negara lain membereskan masalah transportasi perkotaan yang sudah melanda sebagian besar belahan dunia. Tentu hal ini karena budaya orang Belanda yang mencintai sepeda sejak dulu. Saya teringat kisah seorang sahabat adik saya kuliah di Belanda tentang kehilangan sepeda, dimana dia menceritakannya dengan sangat sedih…Menurut kami yang mendengarnya, tentu saja hal ini merupakan kelucuan, karena di Indonesia sepeda bukan barang mewah dan langka. Tentu saja anggapan kami ini berbanding terbalik denganmindset sahabat kami itu yang sudah terbiasa dengan budaya Belanda. Rupanya di negeri Kincir Angin itu, sepeda sama nilainya dengan mobil di Indonesia. Satu hal lagi yang diceritakannya adalah hal membunyikan klakson di jalan, bahkan di siang hari, bunyi “horn” mobil tersebut  sangat langka dijumpai di sana. Di Indonesia, khususnya Makassar kota kami, bahkan tengah malam pun klakson bergema menghasilkan kebisingan atau yang orang Eropa sana menyebutnya “polusi suara”.

Image

Nilai sepeda memang terletak pada fungsinya sebagai transportasi sehat-murah-bebas polusi. Di Belanda jalur-jalur sepeda ada di mana-mana, lengkap dengan rambu lalu-lintas yang terletak di setiap tempat yang strategis dan mudah terbaca pengguna jalan. “Bicycle friendly” menjadi salah satu syarat pembangunan infrastruktur jalan, disamping “gender friendly”. Inilah yang dimaksud “livable street” atau yang di USA dikenal sebagai “complete street”. Konsep “ramah” pejalan kaki dan pengendara sepeda ini mulai marak 10 tahun belakangan ini sebagai upaya pengelolaan transportasi yang berpihak pada lingkungan hidup dan kesehatan. Selain rambu lalu-lintas, gaya hidup ini juga didukung dengan penambahan elemen-elemen pendukung orang suka dan mau berjalan kaki dan bersepeda seperti jalur hijau (green belt), ramp untuk stroller bayi dan kursi roda, serta paving block penuntun orang buta.

ImageImage

Karena sikap tegas dan fasilitas dari Pemerintah Belanda itulah, maka bersepeda menjadi suatu hal yang lumrah dilakukan oleh penduduk negeri tulip ini. Tak kurang dari, Nederlandse Spoorwegen (Perusahaan Kereta Api Belanda) menyediakan rental sepeda di 200 stasiun yang tersebar di seluruh negeri Belanda. Dengan biaya pendaftaran 10 euro (sekitar Rp. 120.000,00 – murah untuk jangka waktu berlaku setahun), penyewa mendapatkan kartu keanggotaan dan dapat digunakan di seluruh stasiun di Belanda. Kartu keangotaan ini juga dapat berlaku sebagai kartu diskon di setiap merchant. Biaya rental setiap sepeda pun juga cukup terjangkau. Dengan 3 euro (sekitar Rp. 36.000,00), kita sudah dapat menyewa sebuah sepeda untuk dapat digunakan selama 24 jam dengan nyaman. Banyak dari pegawai dan karyawan di Belanda yang turun dari stasiun, langsung menyewa sepeda ini menuju tempat mereka bekerja. Bahkan bersepeda dijadikan paket wisata untuk tur individu maupun berkelompok.

Karena cintanya pada sepeda, dan kreatifitas masyarakatnya, mesin perental sepeda bahkan tersedia sebagai pengembangan teknologi persepedaan di Belanda…haha, saya membayangkan serunya bersepeda hanya dengan memasukkan koin atau menggesekkan kartu di mesin itu…CLING!keluarlah sepeda sewa…Mungkin bagi anak balita saya, ini bisa menjadi semacam atraksi sulap dan permainan yang menarik dan menyehatkan ya? ditambah bunyi bell sepeda yang kring kring gowes gowes…hehe…

– ditulis oleh Hanna Singgih

4 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

4 responses to “#135 Cling! Kring, Kring, Gowes, Gowes…

  1. GraceL

    judulnya menarik, isinya juga bagus! bener banget tuh, kalo semua warga kota besar sepedaan, mengurangi polusi dan stress gara-gara macet.. sambil ngantor bisa nikmati udara seger, semangat deh beraktifitas! kring kring gowes gowess…. 🙂

  2. Ebony Elegant

    bike without polition,,simple n healthy with biking..
    hope through of your writing,,Indonesia can also implement bike as a mean of tranportation….n have a special line like busway
    good luck,,n may Lord Jesus be Blessing u,dear..

  3. mareike anggraini

    bagus banget tulisan….semoga sepedah juga bisa mewabah di jakarta dan jakarta bisa bebas dari polisi udara dan polusi suara… good luck… GBU

  4. keren banget mom tulisannya…smoga menang ya, Tuhan Yesus bersamamu…AMIN…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s