#137 BELANDA: BELajar optimalkAN yang aDA

“We do today what they won’t, so tomorrow we accomplish what they can’t – Dwayne Johnson

Tidak berlebihan jika quote diatas cocok ditujukan kepada Belanda. Negara di Eropa yang 26% nya berada dibawah permukaan laut dan terkenal dengan keterdepanannya dalam berkreasi dan berinovasi. Bagaimana tidak? Disaat orang lain masih berangan ria menciptakan mobil terbang, mereka sudah memproduksi. Ketika negara lain masih berkeluh tentang polusi, Belanda sudah bergerak dengan program Amsterdam Smart City-nya untuk mengurangi emisi sejak tahun 2009 (dan berhasil!). Mencengangkan memang, bagaimana negara yang berukuran tak lebih luas dari pulau Jawa ini bisa selalu selangkah lebih maju.

Menurut saya, jawabannya simple saja: Belanda bisa mengoptimalkan apapun yang ada. Masih ingat teori seleksi alam Darwin tentang yang bisa bertahan bukanlah yang terkuat, namun yang bisa beradaptasi? Belanda, dengan segala keminimalitasannya, tetap bertahan, bahkan mentransformasikan kekurangan menjadi kelebihan yang membanggakan.

Contoh terdekat adalah kreatifitas mereka dalam mengeksplor bunga. Belanda = tulip. Dengan satu kelebihan tersebut, Belanda has made the best out of itKeukenhof; taman bunga terluas ini jadi pemasukan wisata terbesar, dikunjungi jutaan orang tiap tahun dan bisa menghasilkan 4 milyar euro/tahun sebagai devisa negara. Hal menakjubkan lainnya adalah maksimalisasi pertanian. Dari segi luas, Belanda tidak ada apa-apanya dibanding Amerika Serikat. Namun demikian, Belanda adalah eksportir hasil pertanian ketiga terbesar di dunia, setelah Amerika dan Perancis. Tidak lupa tentang Pameran Hortikultura terbesar di dunia yang tiap dekade rutin mereka adakan. Belanda pun pernah dilanda masa sulit ketika terjadi banjir besar yang memakan banyak korban pada tahun 1953. Kegagalan tersebut memaksa mereka untuk bisa sekreatif mungkin mengantisipasi dan bertahan hidup “melawan” air laut. Akhirnya, kepiawaian Belanda dalam me-reklamasi seakan menjadi paten, sampai Belanda pun dijadikan kiblat oleh New Orleans dan Abu Dhabi dalam membuat pulau buatan dan tanggul. Cukup satu kata: WOW.

Selain selalu termotivasi untuk kreatif, menurut saya rahasia lain yang membuat Belanda selalu menjadi pionir adalah sikap ‘tidak pelit membagi’, terutama bagi siapapun yang ingin belajar disana. Sikap welcome itu terlihat dari mudahnya akses bagi mahasiswa internasional untuk mendapat informasi perkuliahan di Belanda, banyaknya beasiswa, bahkan saya pernah membaca testimonial tentang kerendahan hati seorang profesor di Belanda yang langsung membalas email terkait pertanyaan tentang pendidikan di Belanda. Ah, semoga bisa menyicip belajar disana suatu hari nanti, amin.

Di Belanda, berkreasi kini bukan hanya keharusan, tetapi menjadi sikap yang pada akhirnya berdampak ke hal lain; dari skala terkecil sampai terbesar. Masuk akal dong kalau kita akan terdorong untuk ikut berpikir, berkreasi dan berkarya, bila dikelilingi orang-orang inovatif yang tak henti memutar otak untuk mencipta? Ungkapan Steve Job tentang “stay hungry, stay foolish” menganalogikan besarnya hasrat berkreasi orang Belanda. Mungkin terdengar absurd, tapi negara mana yang bisa menyulap bakteri menjadi sebuah karya seni dan bisa men-simsalabim-kan getaran kendaraan di jalanan menjadi tenaga listrik? Yap, betul sekali; BELANDA.

Mencontoh hal yang baik tidaklah salah. Potensi yang dimiliki negara kita, sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Tinggal kita harus memaksimalkan kelebihan (atau mengalih artikan kekurangan) yang ada. Bisakah kita memulai dan mempertahankan sikap BELANDA:BELajar optimalkAN yang aDA? 🙂

– ditulis oleh Andita Purnama

26 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

26 responses to “#137 BELANDA: BELajar optimalkAN yang aDA

  1. ima

    kereeen detee, *thumbsup =D
    nambah wawasan and how isnpiring !!!
    jdi lbih semangat buat (Belanda-ing) BELajar optimalkAN yang aDA-ing ^^

  2. ima

    Kereeenn… *thumbs up dete ^_^
    nambah wawasan, how inspiring…!!!

    jdi lbih bersemangat buat Bel-an-da ( belajar optimalkan yang ada) !!!!

    u made it dete ;D

  3. Great article dita, harusnya masukin ke yahoo jg, biar lebih banyak lg orang2 indonesia yang baca jadi mereka semua bisa BELANDA dan gk cuma BELANJA.. 😀

  4. Florence Tuhumury

    Halo Kawan,

    Suka sama singkatannya Belanda,kreatif!dan memang itu kenyataannya. Keep up your gud work 🙂

    Mampir-mampir juga ya ke tulisanku
    https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/03/40-belanda-pionir-majalah-playboy-edisi-lesbian-pertama-di-dunia/

    -flo-

  5. Dinningke

    uuaaa great jod dete..
    jempol ningke semuanya buat dete. hehehee
    simsalabim BELajar optimakAN yang aDA, ya BELANDA.
    semoga kita ntar bisa sekolah disana, semoga Indonesia juga bisa kayak Belanda, Amin

  6. kalo gak baca ini gak bakal tau banyak, makasih dete:)

  7. Tri Listyowati

    It’s you, as always, dit. Tulisannya slalu baguus dan nambah wawasan. 🙂

  8. Dete

    @ryza: semoga begitu, amiiiin 🙂

  9. Ubas

    Sesungguhnya melihat dari sumber daya yang ada, kita jauh lebih berpotensi dari Belanda. Setuju banget sama pendapat kamu bahwa Belanda hebat dalam mengoptimalkan sumber daya mereka. Hmm mulai besok harus lebih sering makan keju biar kaya orang Belanda (҂’̀⌣’́)9

  10. Thank you Andita! Jadi tambah info ttg Belanda 😀

  11. Akhaya

    I like how inspiring this! It makes me excited to set my feet on the Dutch land!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s