#141 RME : Resep Matematika ala nEtherlands


Netherlands atau Belanda merupakan negeri yang tak asing lagi bagi kita. Sebuah negara kecil di eropa yang memiliki  luas daerah sekitar 42,000 kilometer persegi (16,216 mil persegi), berpenduduk kira-kira 15,807,641 jiwa (World Almanac 2000). Negara Belanda terbagi dalam 12 propinsi. Sebagian besar penduduknya tinggal di tiga propinsi barat, yaitu : Holland Utara, Holland Selatan, dan Utrecht. Belanda merupakan negara kecil di Eropa yang mempunyai pengaruh besar di dunia. Banyak kelebihan yang dimilikinya seperti pada bidang budaya, ekonomi, prestasi olahraga, dan terkhusus dalam bidang pendidikan. Terbukti Belanda menempati peringkat 6 untuk bidang matematika, seperti yang dilansir The Guardian dalam sebuah situsnya tahun 2007. Implementasi dari pengaruh Belanda di dunia pendidikan adalah adanya inovasi besar dalam bidang pendidikan matematika yang disebut RME. Bahkan virus tersebut telah merasuki negara kita tercinta.
Setelah mengetahui negeri sang pembuat resep, saatnya kita mengenal sang kokinya.
Beliau adalah Hans Freudenthal sang penemu RME. Mungkin namanya tak setenar Phytaghoras dan Isaac Newton. Meskipun begitu, dunia telah mengakui bahwa Hans Freudenthal merupakan matematikawan, penemu dan sekaligus pelopor gerakan baru dalam dunia pendidikan matematika. Sehingga namanya diabadikan di sebuat institut tempatnya meneliti di Belanda dengan nama Freudenthal Institute, Utrecht University. Selain itu, nama Hans Freudenthal juga menjadi nama sebuah medali dan penghargaan dibidang pendidikan matematika yakni Hans Freudenthal Award, yang diberikan kepada pendidik matematika yang meneliti pengembangan di bidang pendidikan matematika selama bertahun-tahun dan memberikan kontribusi penting di bidang tersebut. Bagi saya, kontribusinya dalam bidang pendidikan membuat Hans layak mendapat julukan the real mathematics educator.
Mengapa harus Matematika?

 

MATEMATIKA merupakan pelajaran yang diajarkan di setiap jenjang sekolah dasar dan menengah. Bahkan pelajaran ini menjadi ‘momok’ tersendiri buat siswa. Ternyata tanpa kita sadari, matematika membawa banyak manfaat bagi kehidupan kita. Bahkan Ada pepatah mengatakan “Siapa yang menguasai matematika dan bahasa maka ia akan menguasai dunia”. Matematika sebagai media melatih untuk berpikir kritis, inovatif, kreatif, mandiri dan mampu menyelesaikan masalah sedangkan bahasa sebagai media menyampaikan ide-ide dan gagasan serta yang ada dalam pikiran manusia. Jelas sekali bahwa Matematika sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak dapat menghindar dari Matematika sekalipun kita mengambil jurusan ilmu sosial tetap saja ada pelajaran Matematika di dalamnya, karena mau tidak mau matematika digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Resep Utama RME

RME sesungguhnya adalah singkatan dari Realistic Mathematics Educations atau pendidikan matematika realistik yang merupakan salah satu hasil kreativitas dari sang matematikawan Hans Freudhental. Karakteristik RME yang dikembangkan menggunakan konteks “real world”, model-model, produksi dan kontruksi siswa, interaktif dan keterkaitan. Pembelajaran matematika realistik diawali dengan masalah-masalah yang nyata, sehingga siswa dapat menggunakan pengalaman sebelumnya secara langsung. Manfaat dari pembelajaran matematika realistik siswa dapat mengembangkan konsep yang lebih komplit. Kemudian siswa juga dapat mengaplikasikan konsep-konsep matematika ke bidang baru dan dunia nyata.
Tak salah jika RME merupakan salah satu karya agung dalam dunia matematika yang tercipta dari tangan dingin sang kreator Hans Freudhental di negeri kincir angin Belanda. Kini RME telah banyak digunakan dan dikembangkan di negara-negara lain.
Salah satu contohnya Indonesia dengan nama PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia).
– ditulis oleh Yurizka Melia

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#141 RME : Resep Matematika ala nEtherlands

  1. good job miiii….
    I like it

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s