#146 Belanda Merangkul Bumi dengan Sepeda

Satu hal yang datang dipikiran kita saat mendengar kata ‘Belanda’ adalah negara yang maju, padat, dan modern. Negara yang tidak pernah tidur. Negara yang begitu sibuk. Negara dengan banyak bangunan klasik, tanggul, kanal, kincir angin, dan tidak ketinggalan,  negara dengan sejuta macam bunga tulip. Namun pernahkah kita mengungkap sedikit sisi positif Belanda dalam menjaga lingkungan? Terutama dalam mencegah pemanasan global dengan menerapkan green leaving. Ya! Di tengah aktivitas yang padat, di saat dunia sedang sibuk mencari pemecahan terhadap isu pemanasan global, Belanda telah bergerak menunjukkan kepedulian mereka untuk menjaga Bumi agar anak cucu mereka masih dapat menghirup udara segar tanpa takut keracunan, agar anak cucu mereka masih dapat menikmati keindahan desa Giethoorn setelah penat seharian bekerja. Ya mereka peduli terhadap masa depan Bumi.

Back bike”, adalah salah satu dari sekian banyak gerakan yang mereka gencarkan untuk menyelamatkan bumi. Jika kita berkunjung ke negara kecil di Eropa ini, akan sedikit sulit bagi kita menemukan sepeda motor atau mobil berseliweran di jalan-jalan kota Belanda, di desa-desa kecil seperti Wageningen sekali pun. Nyaris seluruh warga memilih bersepeda. Sudah lama sekali masyarakat Belanda memilih sepeda sebagai alat transportasi favorit. Minat orang Belanda dalam bersepeda juga tergambar di sebuah website milik dua orang Belanda “cycling in the Netherlands” yang menyediakan informasi penting tentang bersepeda. Spirit bersepeda yang sedang menggeliat di diri masyarakat Belanda adalah sebagai akibat dari harga BBM yang melambung tinggi. Seperti yang kita ketahui, Belanda termasuk dalam 10 negara dengan harga bensin termahal, yakni Rp. 18.800 per liter.
 Melirik data yang diperoleh dari pemerintah lokal, ada sekitar 16 juta sepeda memadati Belanda, di mana 85 persen orang Belanda  memiliki minimal satu sepeda. Tak heran Sekitar 1,3 juta unit sepeda baru terjual di negeri dengan 16 juta penduduk ini setiap tahunnya.
Tak perlu takut bersepeda di Belanda, karena pengguna sepeda di Belanda diberikan banyak keistimewaan dan kenyamanan oleh Pemerintah lokal. Ada jalur khusus sepeda lengkap dengan rambu-rambunya. Tempat parkir sepeda dapat ditemukan dengan mudah di mana-mana. Peta  yang didapat dari kampus atau dari pengelola apartemen pun juga mencantumkan jalur khusus sepeda dengan tanda tertentu. Lebih dari itu, di jalanan, sepeda dianakemaskan oleh aturan lalu-lintas: di banyak tempat dengan tanda khusus, kendaraan bermotor wajib mendahulukan atau memberi kesempatan bagi pengguna sepeda untuk melintas. Bisa disebut pengguna sepeda di Belanda merupakan ‘raja’ jalanan. Dapat kita bayangkan betapa nyamannya bersepeda di Belanda sembari menyusuri jalan-jalan kecil berbatu di pinggir kanal yang diapit bangunan-bangunan klasik khas Belanda.
 
 Sebuah inovasi atau langkah kecil yang membawa perubahan besar, baik bagi orang Belanda sendiri maupun bagi dunia. Semoga akan bermunculan Belanda-Belanda lain yang akan berinovasi mengubah Bumi menjadi tempat yang layak, aman, dan nyaman untuk ditinggali di hari esok. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Bumi tidak pernah menunggu untuk diselamatkan, karena jika saat kehancuran bumi itu tiba, tidak ada yang dapat kita lakukan selain melihat anak cucu kita hidup sengsara di masa depan, dan kita terus dihantui rasa bersalah di hari tua. Belanda, merangkul Bumi dengan sepeda.
– ditulis oleh Nazhifah Anajhiah

11 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

11 responses to “#146 Belanda Merangkul Bumi dengan Sepeda

  1. apa apaan ini?? ini supppeeeeer sekali hahahaha

  2. thanks 🙂 is it good right ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s