#136 Terang yang Mengubahkan

Oma saya berdarah Belanda. Sejak kecil saya akrab dengan kehidupan ala orang Belanda. Yang saya ingat sekali darinya adalah sikap disiplin beliau dan kondisi rumahnya yang terang benderang.Di pojok ruang ada lampu, ada lampu khusus baca, lampu khusus meja rias, lampu untuk menyorot lukisan, lampu di mana-mana. Kesan saya adalah, rumah oma menjadi “berwibawa” dengan adanya pencahayaan dari lampu-lampu tersebut. Belum pernah saya mendengar rumah oma yang hanya berpagar semeter itu kemasukan maling. Sepeninggal oma, rumah itu meredup seakan kehilangan pusat kewibawaannya. Karena oma lah saya sempat mengambil kesan bahwa memang begitulah gaya hidup orang Belanda. Mereka menyukai terang. Dan gaya hidup tersebut sangat saya sukai. Saya tak suka kegelapan. Di sebuah ruangan, rumah, hingga kota yang gelap menurutku tidak manusiawi dan menciptakan rasa tidak aman sebagai tempat hunian.

Aristoteles pernah menguraikan elemen kemanusiaan yang menjadi dasar pembentukan sebuah kota, yaitu rasa bahagia dan aman. Jika prioritas diberikan pada kedua hal ini, kota berbasis kemanusiaan akan meningkatkan kualitas hidup penghuninya. Dan negeri leluhur saya itu berhasil meraih peringkat keempat dalam World Happiness Report. Belanda memang layak mendapatkan predikat negeri paling berbahagia di dunia, karena porsi besar yang diberikannya pada kebutuhan-kebutuhan manusia yang paling mendasar. Di Indonesia, porsi besar terhadap pencahayaan untuk memberikan rasa aman terhadap ruang publik dapat terlihat pada lampu-lampu kuno di benteng-benteng bersejarah, sepanjang jalan kota tua, dan dalam gedung-gedung kuno. Ini merupakan bukti adanya perhatian insinyur-insinyur Belanda pada hubungan tata ruang kota dengan kemanusiaan di masa lalu. Jika sudah merasa aman, manusia bisa bebas berkarir, mengekspresikan diri, dan akhirnya merasa bahagia.

Terang memang menghidupkan. Efek terang dapat memberi “nyawa” pada sebuah obyek lukisan. Lihatlah efek pencahayaan dari lukisan-lukisan Rembrant van Rijn yang terkenal sebagai  salah satu pelopor efek dramatis melalui teknik pencahayaan dalam lukisan dari Eropa. Pancaran cahaya dalam obyek lukisannya mampu menceritakan kepada penikmat seni apa yang ada dalam pikiran Rembrant saat membuat lukisan tersebut. Saya yakin, ide dan keterampilannya yang inovatif mewakili gambaran orang Belanda terpelajar pada umumnya saat itu (abad 15) yang mampu melampaui jaman mereka.

Di masa kini, penggunaan lampu untuk penerangan dan efek iluminasi senantiasa dikaitkan dengan keterbatasan sumber daya energi dan usaha konservasi. Menghadapi hal itu, ilmuwan Belanda tak kehilangan akal dalam menghadapinya. Saat ini, ilmuwan Belanda tengah mengembangkan sistem pencahayaan otomatis untuk penerangan di jalan. Sistem tersebut dirancang menggunakan lampu LED, sensor gerakan dan komunikasi tanpa kabel. Lampu jalan akan meredup otomatis apabila tak ada obyek yang bergerak disekitar tempat terpasangnya sistem itu, dan sebaliknya, akan lebih terang jika ada yang mendekat. Lampu tidak mati total namun hanya mengurangi sekitar 20% dari energi lampu jalanan tersebut. Sistem otomatis ini diungkapkan sebagai hemat energi dan biaya perbaikan.

Pada akhir Maret 2012, perusahaan Phillips mengembangkan Freestreet sebagai penerangan “melayang” di lapangan Catharina (Eindhoven) yang menyesuaikan kebebasan ruang gerak bagi pejalan kaki dan pengguna jalan/taman/lapangan lainnya.

Inovasi Belanda dalam teknologi pencahayaan perkotaan ini sederhana tapi aplikatif. Hal ini menginspirasiku dalam mengembangkan prasarana perkotaan yang berbasis kemanusiaan. Saya sepakat. Terang itu indah. Terang mampu menelanjangi ‘perbuatan-perbuatan gelap’. Terang itu mengubahkan hidup. Menjadi lebih bahagia.

– ditulis oleh Hanna Singgih

Iklan

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#136 Terang yang Mengubahkan

  1. Josua Roniasi

    Simple tapi asik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s