#156 Gay Pride Menyatukan Perbedaan

Negeri Kincir Angin, Belanda, kerap mengundang perhatian dunia internasional. Belanda, selain termasyhur dengan total football-nya, terkenal ultra liberal. Sistem pemerintahan Belanda yang monarki konstitusional tak lantas berarti konservatif. Belanda justru pelopor penganut paham liberalisme yang (sangat) bebas.
Belanda, salah satu negara penyelenggara parade gay ini, merupakan salah satu tempat dengan tingkat penerimaan sosial paling besar. namun, sepertinya bukan hanya karena itu, belanda memang sangat suka berpesta. Musim panas di Belanda berarti masa untuk menikmati udara panas di luar rumah, berlibur sekaligus menyaksikan atau melakukan beragam acara budaya, seni, dan olahraga. Mulai dari karnaval maastricht, summer parade rotterdam, parade bunga keukenhof dan masih banyak lagi . Salah satu atraksi atau acara yang paling populer di Belanda adalah karnaval atau parade kapal di kanal-kanal kota Amsterdam, yaitu Gay Pride yang setiap tahunnya dilaksanakan pada bulan Agustus. Memang diakui warga Belanda bahwa parade ini merupakan acara warga Belanda yang kemeriahannya nomor dua setelah acara Ulang Tahun Ratu Belanda (de Koninginnedag). Kota Amsterdam menjadi kota terpadat dan termeriah karena dibanjiri pengunjung serta bisa dikatakan sebagai kota wisata Belanda yang paling menarik pada musim panas. Acara ini menarik ribuan penonton, bukan saja kaum gay dan lesbian, melainkan juga masyarakat heteroseksual, keluarga, orangtua dengan anak-anak mereka termasuk wisatawan, baik lokal maupun dari negara lain, khususnya Eropa. Kapal-kapal yang menjadi peserta parade terdiri dari komunitas gay di beberapa daerah Belanda; institusi pemerintahan, terutama kantor Pemerintah Amsterdam (Gemeente Amsterdam); juga perusahaan barang dan jasa yang cukup terkenal di Belanda. Bahkan dari pihak militer Belanda juga hadir sebagai peserta yang berkostum militer dan mempertunjukkan gaya-gaya militer, tetapi juga sikap meriah dan berdansa. Partisipasi berbagai perusahaan tentunya tidak hanya untuk mendukung keberadaan komunitas gay, tetapi juga ajang promosi. Peserta di dalam kapal ada yang berkostum meriah bagai artis (extravaganza), aneh atau ala waria, kadang minim, berdandan kenes yang semuanya menampilkan kemeriahan sambil bernyanyi, berdansa dan berakting yang kadang membuat penonton tertawa sehingga menambah keceriaan penonton. Samping kapal dihias meriah, kadang seronok, dan dipasangi nama pesertanya. Ada juga yang menampilkan spanduk dengan pesan-pesan tertentu, baik untuk menunjang keberadaan komunitas gay maupun yang bersifat edukasi, seperti bahaya obat-obat terlarang, seks yang aman, dan isu HIV/AIDS. Bahkan di antara peserta juga ada yang melakukan aksi sosial mengumpulkan sumbangan yang ditawarkan langsung dari kapal kepada para penonton untuk membantu korban AIDS. Parade Kanal ini kadang dilihat dari sisi negatifnya, tetapi banyak juga sisi positif yang patut kita hargai. Yang pasti bukan sekadar kemeriahan dan menarik wisatawan, melainkan juga ajang kebersamaan antarwarga Belanda sendiri atau lintas bangsa yang bergembira bersama walau mereka tidak saling kenal. Jika saja di indonesia demikian, kelompok masyarakat sudah bereaksi keras. namun pengakuan sistem pemerintahan belanda pada yang lain layak diapresiasi. kita bisa mengikuti pengakuan dalam bentuk dan cara yang berbeda. Indonesia diikat oleh ragam suku, budaya dan sebagainya. Pengakuan ini mesti dirawat (unity in diversity). Maksud dari tulisan ini bukan sekedar kebebasan dari negeri belanda ini, tapi makna dari kebebasan itu sendiri, dimana semua orang bisa menerima perbedaan dengan pikiran yang terbuka. Dari sebagian negara perayaan Gay Pride ini cenderung aneh bahkan bisa mendapatkan kecaman tapi untuk warga negara belanda perayaan ini sama halnya seperti warga indonesia menunggu saat perayaan lebaran tiba. Holland is not only creative but also the most tolerant nation toward anything.
– ditulis oleh Ramaria Ulandari

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s