#163 Ngutang Buat Sekolah, Itu Juga Kreatif!

Holland is a creative nation. Kalimat itu semacam mengingatkan saya pada stereotype suatu Negara. Stereotype sebuah negara yang mencirikan sifat-sifat bangsa yang bersangkutan. Walaupun sebenarnya stereotype pada dasarnya tidak memiliki landasan ilmiah, tetapi seiring berjalannya waktu stereotype itu kemudian melekat di masyarakat dunia. Maka biarlah saya menganggap kalimat ‘Holland is a creative nation’ sebuah stereotype untuk Belanda, bahwa Negara Belanda adalah negara yang kreatif. Walaupun stereotype tidak memiliki landasan ilmiah, tapi tidak ada asap kalau tidak ada api bukan? Jadi saya meyakini bahwa kalimat yang dari tadi saya sebutkan muncul bukan tanpa latar belakang. Coba saya tanya, walaupun sebagian dari kita tidak mengenal Belanda dengan baik, tetapi kemungkinan besar nama-nama seperti Rembrant, Van Gogh, Viktor & Rolf, bahkan DJ Tiesto sangat tidak asing ditelingan kita bukan? Pemilik nama-nama yang saya sebutkan tadi bisa dibilang adalah sedikit contoh dari bentuk kreatvitas orang-orang Belanda. Mereka kreatif dibidang mereka masing-masing, Rembrant dan Van Gogh jenius di bidang seni lukis, bahkan Rembrant dianggap sebagai salah satu pelukis yang berpengaruh dalam sejarah kesenian Eropa, Viktor & Rolf mampu menarik perhatian kalangan fashion dunia melalui rancangan busananya, dan DJ Teisto seorang DJ dan produser yang pernah masuk nominasi Grammy Awards tahun 2008. Lahirnya kreativitas dari orang-orang Belanda dengan latar belakang keahlian dan bidang yang beragam tersebut membuktikan bahwa tidak salah kalau stereotype kreatif dilekatkan pada Negara Belanda.

Belanda mendorong warga negaranya menjadi bangsa yang kreatif. Dan proses penumbuhkembangan kreativitas tersebut tidak bisa lepas dari sistem pendidikan di Belanda. Pendidikan dapat dikatakan sebagai bekal dasar munculnya ide dan inovasi. Menyadari pentingnya peran pendidikan tersebut maka Belanda menerapkan berbagai kemudahan akses bagi warga negaranya agar seluruh warga Belanda dapat memperoleh pendidikan yang layak. Sebenarnya tidak sedikit terobosan yang membuat saya salut dengan pendidikan di Belanda. Salah satunya adalah adanya denda bahkan  hukuman penjara bagi orang tua yang tidak memasukkan anaknya ke sekolah. Selain itu, di Belanda penjurusan dimulai sejak pelajar lulus dari sekolah dasar. Begitu lulus Sekolah Dasar pelajar dapat memilih melanjutkan pendidikan meraka sesuai dengan minat serta kemampuan akademis mereka, jadinya diharapkan nggak ada nantinya istilah salah jurusan.

Tapi hal yang paling menarik bagi saya adalah adanya pinjaman dana belajar (studie financiering). Dengan persyaratan tertentu antara lain terdaftar di sekolah atau universitas, seorang pelajar dapat mendapatkan pinjaman untuk membiayai sekolahnya. Dan kewajiban untuk mengembalikan pinjaman –yang disertai bunga- itu berlaku saat pelajar yang bersangkutan telah lulus dari pendidikannya dengan sejumlah angsuran tertentu. Menurut saya ini adalah salah satu bentuk kreatitivitas Belanda dalam menumbuhkembangkan kreativitas itu sendiri, membuka peluang selebar mungkin bagi warga negaranya bahkan warga Negara lain untuk bisa memperoleh pendidikan hingga jenjang tertinggi, seperti Indonesia membuka peluang bagi warga negaranya untuk memiliki tempat tinggal yang layak melalui KPR (Kredit Perumahan Rakyat). Karena pendidikan  adalah  bekal untuk menumbuhkan ide dan sekolah/universitas dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan ide, menganalisis ide, bahkan mewujudkan ide yang nantinya akan berujung pada lahirnya kreativitas.

– ditulis oleh Pratiwi Agustiana

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s