#166 Dutch’s Time Machine

“We all have our time machines. Some take us back, they’re called memories. Some take us forward, they’re called dreams.” (Jeremy Irons, British Actor)

“Dengan pengetahuan masa lalu, kita bisa tahu dimana jalan berlubang itu pernah ada sehingga dapat dihindari. Dengan visi masa depan, artinya kita sudah memilih untuk mau memajukan diri kita dari sekarang.” 
(My lecturer, edited by me)

Mimpi dapat menciptakan ide besar, inovasi besar, manusia besar— didunia. Keberadaannya tergantung dari apakah kita akan menariknya keluar (potensi, red) ataukah membiarkannya saja pucat di dalam, hanya menjadi bunga yang selalu disiram tapi tidak pernah dibawa keluar untuk diberi cahaya matahari dan akhirnya menjadi layu dan bahkan mati. Hal yang dapat membawa perubahannya ada dua:

1. “Bergerak” atau membawa bunganya keluar.
2. Membawa cahaya matahari itu kedalam.

Disini dapat dilihat bahwa poin pertama itu logika, sedangkan poin kedua bergantung pada kreatifitas. Well, mungkin beberapa berpendapat “ngapain sih susah-susah, pake poin pertama aja napa?” Benar, tapi kita juga harus menyadari bahwa tidak semua tempat memiliki “cuaca” yang sama. Beberapa ada yang tinggal di kawasan subur di iklim tropis, beberapa lagi tinggal di dekat kutub bercuaca ekstrem.

Mediterranean dan European, buku dan blogextrovert dan introvert.Kita yang beruntung hidup di Indonesia tinggal menggunakan poin pertama tanpa dibingungkan dengan opsi lain, namun Belanda menggunakan poin kedua sebagai solusi dari karakteristik mereka.

“Kreatifitas muncul dari keinginan untuk maju dan menolak untuk dikendalikan keadaan.”
Belanda yang telah menjadi negara besar di abad ke-17, tidak silau dengan periodeDutch Golden Age-nya di masa lalu dengan menggunakan mesin waktu-nya secara bijak.
Melihat bagaimana dulu Indonesia adalah Hindia Belanda, old New York adalahNew Amsterdam, dan negara Belanda adalah imperium Belanda. Merupakan bukti adanya the old creative empire yang menorehkan pengaruhnya di wilayah-wilayah didunia. Seperti ketiga inovasi diatas yang masing-masing mewakilkan teknologi, arsitektur, dan ekonomi. Karena berbicara inovasi tidak akan lepas dari creativity, dia adalah hasil dari creative in thinking atau berfikir kreatif.Terlalu luas dan umum? Coba lihat ini.

Creative mind starts from individuals,
dan tidak memandang seberapa besar bentuknya.

Video diatas dibuat oleh Frans Hofmeester, seorang Belanda. Menggunakan teknik time-lapse atau merangkai frame-frame menjadi satu dengan merekam putrinya selama dua belas tahun seminggu sekali sejak masih bayi. Sampai waktu memperlihatkan kepada dunia secara langsung sebuah karya kreatif yang sederhana dan tentunya, attainable by everyone.
Kreatifitas memang ciri individu, namun terlepas dari setiap manusia mampu berkreasi, saya tetap berkesimpulan bahwa value dari kemampuan individu tidak lepas dari system yang membesarkannya. Dalam kasus ini kita harus mengakui Belanda adalah salah satu penyumbang terbesar hasil kreatifitas didunia. Kita mungkin tidak menyadari bahwa penemu Compact Disc (1979) adalah Dutchmen;Philips Company yang merger dengan perusahaan Sony. Tak ayal jika Belanda adalah negara dengan rate kebahagiaan paling tinggi di Eropa. (Dutch Daily News)I guess, because they know what they’re doing with their flowers.
And if they can, why cannot we? 

Kita tinggal “bergerak”, kadang memang sulit.
Tapi sekali lagi itu cuma pilihan. Jadi, apa pilihan Anda?

– ditulis oleh Rizal M. R.

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#166 Dutch’s Time Machine

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s