#179 Pujangga Jawa ala Kompeni

Ketika kita mendengar tentang Belanda, Apa yang ada didalam benak kita?Belanda selalu berhubungan dengan VOC, kompeni dan masa penjajahannya selama 350 tahun indonesia. Ya, memang itu adalah faktanya. Namun, apakah kita tahu, ternyata banyak orang Indonesia yang belajar sastra jawa dari Belanda. Kok bisa?Belajar sastra jawa kok dari Belanda.

Bukan sulap bukan sihir, Negara Belanda memiliki andil yang cukup besar dalam melestarikan sastra jawa pada khususnya. Di Belanda, lebih tepatnya di Universitas Leiden, tersimpan beratus-ratus masuskrip-manuskrip jawa kuno dan berbagai macam naskah satra jawa kontemporer. Tak sekedar disimpan, namun berbagai naskah tersebut juga dipelajari, didiskusikan, dan diapresiasi oleh para mahasiswa yang jumlahnya mencapai ribuan. Sehingga kita tak perlu merasa marah dan menuding mereka pencuri. Namun kita malah patut untuk bangga dan berterima kasih, karena peninggalan-peninggalan jawa kuno itu berada ditempat yang aman.

Selain bukti diatas, salah salah satu bukti lain dari ikut andilnya Belanda dalam melestarikan sastra jawa adalah lahirnya sastrawan-sastrawan jawa dari Belanda. Kepiwaiannya pun telah diakui oleh bangsaIndonesia sendiri. Bagi para ahli sastra jawa Indonesia, tentunya tidak asing dengan Prof. Dr. Petrus Josephus Zoetmulder (Prof. Zoetmulder). Tentu dalam benak kita sebagai orang awam akan tersirat, siapakah Prof. Zoetmulder itu?Apa hubungannya dengan sastra jawa?

Prof. Zoetmulder adalah seorang pakar jawa dan budayawan Indonesia. Prof. Zoetmulder nampaknya lebih dikenal oleh masyarakat, khususnya masyarakat Yogyakarta. Beliau terkenal dengan desertasinya mengenai penelitian tentang sebuah aspek agama kejawen yang dalam edisi Indonesianya berjudul “Manunggaling Kawula Gusti”. Selain itu nama Zoetmulder sendiri tidak dapat dilepaskan dari telaah sastra jawa kuno “Kalangwan” dan kamus jawa kunonya yang yang terbit dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.  Kecintaan Prof. Zoetmulder terhadap sastra jawa, membuat beliau dengan suka rela menanggalkan status kewarganegaraan Belanda kemudian menjadi warga negaraIndonesia. Sejak saat itu, Beliau kemudian dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Sastra UGM.

Tentunya selain Profesor Zoetmulder, masih ada ahli-ahli sastra jawa lainnya. Dan mereka, sampai saat ini masih mendalami dan mempelajari perkembanagan bahasa dan sastra Jawa. Salah satu sastrawan jawa dari Belanda yang masih aktif sampai saat ini adalah Prof. Dr. Bernard Arps. Prof. Dr. Bernard Arps adalah seorang pakarbudaya, bahasa dan sastra Jawa spesialisasi media modern dan musik. Saat ini beliau adalah kepala jurusan Bahasa dan Budaya Asia Tenggara dan Oceania di Universitas Leiden. Belanda selalu sadar, bahwa dengan menjaga kelestarian budaya berarti menghargai  budaya tersebut, meskipun itu bukan budaya mereka sendiri. Kita tentu tahu, bagaimana Belanda disebut-sebut sebagai negara yang sangat menjunjung tinggi kearsipan. Sampai-sampai, Tradisi kearsipan tersebut muncul dalam keseharian. Orang-orang Belanda tidak pernah lepas dari yang namanya arsip. Mereka selalu mengarsipkan semua kegiatan yang dilakukan. Baik itu dalam bentuk foto ataupun dalam bentuk jadwal kegiatan. Mungkin inilah salah satu faktor yang membuat Belanda mendapatkan berbagai macam penghargaan dalam berbagai bidang.

– ditulis oleh Agung Pangestu P.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s