#183 Ilmu dan Kreativitas: 2 Magnet besar dari Negeri Kincir Angin

Belanda atau the Natherlands sering disebut juga Holland adalah negeri dengan beberapa julukan, diantaranya negeri kincir angin, negeri bunga tulip, dan negeri penghasil keju. Sengaja saya pilih julukan negeri kincir angin untuk diletakkan dalam judul karena kincir angin adalah salah satu lambang dari kreativitas orang Belanda dan lebih “ilmiah” dibandingkan bunga tulip dan penghasil keju yang lebih bersifat “alami”.
Namun terlepas dari alasan apapun, harus diakui, bahwa Belanda adalah Negara yang sangat kreatif, bahkan dalam segala hal. Banyak penemuan-penemuan berharga yang sangat berkontribusi terhadap warga Belanda, pada khususnya, dan warga dunia pada umumnya. Ribuan kreativitas dan inovasi terlahir sehingga Belanda dinobatkan sebagai salah satu Negara yang paling produktif di dunia.

Artinya? Tidak ada lain kecuali kita harus sadar, bahwa intelektualitas dan keilmuan berkembang begitu pesat. Aspek pendidikan, sebagai instrumen penting untuk meningkatkan ilmu dan kreativitas menggeliat begitu hebat di Belanda. Hasilnya, pendidikan di Belanda menjadi salah satu yang terbaik di muka bumi ini. Sebagai buktinya; Belanda berada di urutan ke-3 negara dengan jumlah universitas terbanyak dalam World Reputation Ranking 2012. Bahkan, lima universitas riset Belanda (Delft University of TechnologyUniversity of AmsterdamUtrecht UniversityLeiden University,Wageningen University and Research Center) masuk dalam 100 besar dalam daftar yang dikeluarkan oleh Times Higher Education dan menjadi bagian dari universitas-universitas ternama di seluruh dunia. Belanda juga menempati posisi ke-3 dalam hal keterjangkauan biaya (Affordability) dan berada pada posisi pertama dalam hal Aksesibilitas (Accessibility).
Belanda memang negeri kecil dengan panjang dari ujung Barat ke ujung Timur hanya 170 Km, dan dari ujung Selatan ke ujung Utara hanya 300 Km, namun kreativitasnya dalam berbagai bidang mampu berbicara lebih terhadap dunia. Siapa yang menyangka“model polder” untuk mengatasi masalah perairan dengan membangun tanggul sepanjang 17.000 Km justru terlahir ditengah “kekurangan”? bagaimana dengan lampu LED ‘melayang’ atau konsep vibration energy dan mobil terbang?
Lalu, kenapa Belanda menjadi negeri yang kreatif?
Untuk menjawab pertanyaan ini setidaknya bisa dijelaskan dengan dua hal; Pertama,konsep pendidikan di Belanda menitik-beratkan pada kemampuan anak didiknya untuk selalu “think out of the box” alias berpikir “di luar batas”. Adanya pembiasaan untuk berpikir luar biasa seperti ini tentu saja sangat berarti dalam proses perkembangan intelektualitas seseorang sehingga pada akhirnya mampu melahirkan berbagai inovasi dalam berbagai bidang yang digeluti.
Kedua, Belanda adalah Negara yang sangat demokratis dan toleran dengan memberikan kesempatan kepada warganya untuk ikut memberikan sumbangsih dalam menyelesaikan permasalahan Negara. Selain itu, Belanda adalah Negara yang menjunjung tinggi musyawarah dan perdebatan. Salah satu pepatah yang terkenal adalah, “lebih baik mendebatkan suatu pertanyaan meski tanpa penyelesaian, dari pada menyelesaikan suatu pertanyaan tanpa perdebatan”. Pemaknaan positif dari pepatah ini adalah kesempatan untuk membuka lebar pintu kreativitas dengan sumbangsih dari banyak pemikiran.
Inti dari tulisan ini adalah ingin menjelaskan, bahwa sudah sepatutnya Belanda menjadi Negara rujukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan gairah intelektual, karena bukan hanya itu yang akan didapatkan melainkan kemampuan kreativitas tinggi dalam bidang yang ditekuni sehingga mampu berkontribusi lebih ketika kembali ke Negara asal. Itulah 2 magnet besar yang dimiliki oleh Belanda.
– ditulis oleh Mutiara Fatur
Iklan

42 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

42 responses to “#183 Ilmu dan Kreativitas: 2 Magnet besar dari Negeri Kincir Angin

  1. Choy

    Meminjam kalimat dalam lagu “Fall For You” dengan perubahan maksud;
    BECAUSE AN OPINION LIKE THIS IS IMPOSSIBLE TO FIND…

  2. Fahrur Rosi

    Harus ada penilaian seobjektif mungkin…

  3. Jamal

    mari, kawan… jangan hanya berlebay ria…
    mari kita bangun Indonesia kita!

    • Mustafa Afif (Mutiara Fatur)

      Nah, ini dia masalahnya, Mas jamal… saya kira selama lebay itu beralasan dan bisa memberikan kontribusi yang lebih baik, tidak ada masalah, karena setidaknya ada usaha untuk “membicarakannya” dengan baik dan benar pula.
      Intinya, memang harus membangun Indonesia, kawan!

  4. Garera

    Maka, ketika kreativitas menjadi nyawa, pasti akan ditemukan banyak keunggulan pada sebuah negara…
    Dan kreativitas, berbanding lurus dengan kemajuan dan survivalitas negara dalam menghadapi dunia global!

    • Mustafa Afif (Mutiara Fatur)

      Benar sekali! Semakin tidak kreatif, semakin negara itu ketinggalan dan cenderung akan menjadi konsumtif kelas berat…

  5. Mustafa Afif (Mutiara Fatur)

    Perkembangan sebuah bangsa, tidak bisa dilepaskan dari keilmuan dan pendidikan yang berlangsung di dalamnya. Bukan hanya ilmu, tapi yang terpenting adalah tindakan. Kreativitas dan inovasi menjadi instrumen penting lainnya. Sementara Belanda, berhasil memadukan hal tersebut sehingga bisa percaya diri dan “bangkit” di tengah keterbatasan dan kekurangan.
    Indonesia, memang harus mengambil pelajaran dan belajar banyak terhadap proses kreatif Belanda dalam proses menuju sarang ilmu pengetahuan dan kreativitas selanjutnya…
    Semoga saja, dan Amien.

  6. Ipunk

    Muaaaannnntab surataaaaaab, brother! suka sekali….

    • Mustafa Afif (Mutiara Fatur)

      Ah, kamu bisa saja, brother! bukankah masih lebih “jreng” kamu dalam hal tulis-menulis?
      terima kasih, “suhu”… 🙂

      • Ipunk

        Jangan merendah seperti itulah… Sama-sama belajar dan meningkatkan kemampuan!
        Tapi apapun, semoga kau berangkat ke Belanda dengan tulisan-tulisanmu. Amien…

  7. Anjar Tri

    Masih tetap sakit hati dengan Belanda. Ini bukan persoalan benar-tidaknya, tapi ini adalah persoalan objektivitas. Kenapa harus Belanda?

    • Mustafa Afif (Mutiara Fatur)

      Haha, Saudara Anjar Tri… sah-sah saja. Anda tidak sendirian di negeri Indonesia kita ini. Ada banyak yang senasib dengan anda. Tapi sepertinya, diskusi yang dari awal kita bangun adalah menggiring permasalahan ini ke ranah ilmiah. Dari sekian banyak sumber yang dibaca, entah itu buku, artikel, makalah, atau mungkin jurnal, akhirnya kawan-kawan ini menghasilkan sebuah keterbukaan berpikir yang jauh mencoba untuk berpendapat sebisa mungkin, dengan tak terlalu memberikan porsi pada subjektivitas!
      Kenapa harus Belanda? Belanda itu kecil lho! tapi ia bisa “besar” di mata dunia. Belanda itu unik dan kreatif lho! Belanda itu…., Belanda itu….

      Lalu? 🙂

  8. Salim

    Pada pelajaran IPA mungkin kita sudah belajar tentang energi terbarukan dan energi yang tak bisa dibarukan. Untuk jenis pertama, mungkin masih bisa bernafas lega. Tapi untuk jenis yang kedua, akan membuat khawatir jikalau itu tidak ada penggantinya.
    Pada konteks inilah, kreativitas dan inovasi menjadi penting!
    Indonesia sudah seharusnya menyadari akan hal ini dengan renstra yang pasti dan dikerjakan!

    • Mustafa Afif (Mutiara Fatur)

      Di Belanda, kencing manusia saja bisa menjadi temuan yang luar biasa. Itulah salah satu kreativitas orang Belanda. Bukankah di Indonesia juga bisa dan banyak yang bisa dimanfaatkan?

  9. Pengukir Senja (Nizar)

    Ilmu adalah ide, dan kreativitas adalah tindakan. Jangan hanya berfokus pada ilmu saja, karena akan cenderung teoritis dan seperti “melangit”. Sedangkan kreativitas adalah membumikan kembali ide yang ada agar bisa dimanfaatkan… itu saja sumbangsih komen saya!

    • Mustafa Afif (Mutiara Fatur)

      Setuju banget dengan pendapat ini; ilmu dan kreativitas harus selalu berjalan berdampingan, sebagaimana yang diterapkan di Belanda.
      Terima kasih. Komentar yang mantap!

      • Wadud

        Sebenarnya kreativitas itu ada dimana-mana, bahkan di Indonesia-pun sudah mulai menyadari akan pentingnya kreativitas dan inovasi yang harus selalu ditingkatkan. Lihat saja mobil Esemka, “pesawat terbang”, dan berbagai inovasi lainnya.
        Hanya saja, mungkin dukungan yang ada masih kurang…

  10. Wadud

    Sory, nih, agak telat…
    Sedikit menyumbangkan komentar, Belanda memang harus diacungi jempol dengan Kincir Angin dan Model Polder-nya, dan setidaknya, dunia harus tahu, bahwa Belanda adalah negeri yang ajaib!

  11. Mustafa Afif (Mutiara Fatur)

    Untuk teman-teman yang sudah komen, terima kasih…
    Meski saya tahu kalian tidak ada yang punya blog, tapi mari kita lanjutkan…

    Semangat!

  12. Mustafa Afif (Mutiara Fatur)

    Oke-oke, sepakat!

    Maulana; Setuju banget!

    Habib; silahkan saja bergabung dan ikut nimbrung, meski dengan ide yang masih “tidak jelas cita-citanya” itu… memang dilematis, sih, tapi yang harus dipertimbangkan juga adalah sisi positifnya, dan sepertinya itu lebih menguntungkan!

  13. Khairul Anam

    Okelah tidak apa-apa, karena mau dibicarakan dengan seperti apapun, kalau sudah beda persepsi. Biarkan problem solving-nya di diri masing-masing…
    Haha…

    • Mustafa Afif (Mutiara Fatur)\

      memang sangat sulit kalau sudah berbeda secara persepsi, tapi pasti ada dan bisa untuk disatukan atau mungkin malah bisa jadi lebih parah. hmmmm…

  14. Habib

    Wah, sepertinya ada yang lagi seru, nih…
    Boleh Komen nggak?

    Meski sebenarnya saya masih bingung…
    satu sisi harus objektif kalau Belanda memang hebat,
    tapi satu sisi lagi tidak bisa lepas dari subjektivitas…

    Jadi?

  15. Maulana

    Sepertinya akan semakin seru saja…

    Lanjutkan!
    Ini kan forum ilmiah, atau setidaknya harus “diilmiahkan”.
    Setuju, bang Mustafa?

  16. Mustafa Afif (Mutiara Fatur)

    Khairul & Anjar Tri; sepertinya kalian berseberangan, untuk mencari jalan tengahnya, ya nikmatilah persepsi kalian masing-masing, hehe! yang penting kan tidak harus bertengkar. Kwkwkwkwkwkwkwkw…. harus ilmiah!!!

  17. Mustafa Afif (Mutiara Fatur)

    Amirul; yah, konsep pendidikan yang sebenarnya memang harus menitikberatkan pada tindakan. Tanpa berpengaruh pada tindakan (atau biasa dikenal dengan perubahan perilaku) sejatinya tidak ada pendidikan, yang ada hanya pengajaran saja!

    Aji Putra; kayak makanan saja, ada import dan export, hehe! tapi jika memang itu baik, kan tak ada masalah!

  18. Anjar Tri

    Kalau yang lain setuju, saya justru sebaliknya!
    masih sakit hati ini dengan perlakuan mereka, para meneer. hiks, hiks, hiks…
    itu cukup alasan!!!

  19. Aji Putra Bungsu

    Luar biasa; harusnya konsep belajarnya memang seperti itu, dan kalau perlu harus ada import sistem pendidikan dari Belanda untuk menghasilkan orang-orang kreatif…

  20. Amirul Muttaqin

    Kreativitas memang erat kaitannya dengan pendidikan, dan harusnya Indonesia bisa mencontoh bagaimana konsep pendidikan di Belanda; jadi tidak hanya teori, tapi aksi dalam bentuk kreativitas yang luar biasa!

  21. Khairul Anam

    Mau ikut nimbrung;
    Setuju sekali dengan pendapat Mustafa Afif (Mutiara Fatur), bahwa kita memang jangan terlalu terjebak dengan bayang-bayang masa lalu. Sudah saatnya kita (bangsa indonesia) bangkit menatap masa depan!

    Tapi, by the way…
    semoga kita semua bisa merasakan indahnya Belanda!

  22. Mustafa Afif (Mutiara Fatur)

    Terima kasih karena sudah setuju dengan tulisan saya, semoga bisa memberikan manfaat; utamanya ilmu pengetahuan!

    Masalah sejarah di masa lalu?
    tidak ada salahnya juga kalau kita juga bersikap bijak, bahwa Belanda juga memberikan sumbangsih yang besar dalam perkembangan negara kita ini. Bukti sejarah bisa kita temukan di buku-buku, yang konon, justru di Belanda-lah buku-buku itu di arsipkan, meski dengan bahasa Belanda tentunya…
    Jadi? kita lihat positifnya aja!

  23. Maulana

    Sangat setuju, apalagi Belanda memang terkenal dengan negara yang inovatif, kreatif, dan menghargai dunia keilmuan.
    Tapi, sejarah masa lalu itu sering menghantui!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s