#188 Mobil Tidak Hanya Jalan Tapi Juga Bisa Terbang

Jakarta adalah sebuah kota besar yang selain identik dengan banjir tahunan dan banjir kirimannya, juga sangat tekenal dengan kemacetannya. Tiada hari tanpa macet. Slogan yang sering kita dengar “kalau nggak macet bukan Jakarta namanya”.
Berbicara tentang kemacetan, hampir sepertiga kota – kota besar di belahan bumi ini pernah mengalami yang namanya macet tidak terkecuali di Indonesia. Tapi taukah anda bagaimana jika dalam kondisi kemacetan mobil tersebut dapat diterbangkan? Hal ini bukannya tidak mungkin. Ini dibuktikan oleh Belanda dengan di designnya yaitu sebuah mobil terbang.

Mobil terbang Spark dan Pal-V Europe NV yang sebentar lagi akan berhasil mewujudkan mimpi-mimpi akan adanya mobil terbang di dunia ini. Pal-V, mobil terbang ciptaan Spark dan Pal-V Europe NV ini merupakan kendaraan yang dapat dikemudikan baik di jalan maupun di udara. Kendaraan ini juga dapat berubah dengan mudah dan cepat dari mode drive ke mode terang (fly). Bersama 25 desainer serta kreator yang berpengalaman, dipimpin oleh Robert Barnhoorn, MSc dan Maarten Wilming MSc, Spark membuat sebuah prototype PAL-V yang dapat dikemudikan di jalan maupun udara yang saat ini sedang diuji secara berkala.

Kendaraan ini didesain hanya memiliki roda tiga dengan maksud agar pengendara dapat memiringkan motor semudah mengendarai sepeda motor, namun seaman dan senyaman menngendarai mobil. Tidak hanya itu, PAL-V ternyata memenuhi persyaratan sertifikasi yang paling ketat dari RDW en ILT (formerly IVW), kendaraan menggunakan atmosfer yang lebih rendah (di bawah 1200 meter), di bawah jalur penerbangan sibuk, dapat diterbangkan dalam kondisi VFR.
Selain bentuknya yang mungil, mobil terbang ini juga dilengkapi sistem kontrol rotor untuk melipat sayap dan baling-baling. Mobil terbang ini sangat cocok untuk digunakan sebagai kendaraan ambulans, polisi, tim sar, orang-orang bisnis dan tentunya sangat cocok untuk digunakan di daerah dengan infrastruktur transportasi yang kurang memadai. Yang terpenting adalah terhindar dari kemacetan dan dapat mencapai daerah yang jauh dalam waktu yang singkat.
Mungkin jika ide jenius dari Belanda kita terapkan di kota – kota besar di Indonesia khususnya Jakarta, maka slogan yang tadinya “kalau nggak macet bukan Jakarta namanya” menjadi “kalau macet kita terbang di Jakarta”. Ide creative yang patut diacungi jempol untuk Belanda untuk mengatasi kemacetan. Semoga desian ini bisa di gunakan secepatnya dan bisa juga di terapkan di Jakarta.

– ditulis oleh Dini Hardilla

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s