#190 Dutch : Negara ‘Pelit’ Yang Menjadi Negara Maju di Eropa

Bicara tentang Belanda ada ikatan batin yang kuat dengan Indonesia. Ya, sejarah panjang yang mengantarkan Belanda ke Indonesia tiga setegah abad yang lalu membawa banyak perubahan bagi keduanya. Namun, mungkin selama ini kita mengenal Belanda sebagai kompeni. Tapi sebenarnya ada banyak hal positif yang bisa kita ambil dari negara yang terkenal denganWindmill nya ini.

 Kita intip yuk,
Tapi sebelum kita intip Belanda, pakai dulu Klompenmu  

Tentu kalian tak asing kan dengan Klompen? Dalam bahasa Belanda Klompen berarti sebuah sepatu yang terbuat dari kayu dan hingga saat ini menjadi keunikan negara ini. Klompen ini bukan hanya bicara tentang sebuah sepatu lho. Tapi ini adalah salah satu contoh bagaimana Belanda menjaga kultur nenek moyang mereka. Selain Klompen juga ada Volendam, Windmill dan masih banyak lagi. Uniknya mereka bisa melakukan hal ini dengan tetap mengikuti perkembangan life style di dunia.
Setelah belajar dari Klompen yuk mari kita intip kehidupan di negara Belanda.

They call Deucth as a Small Country with the Big Place.  Dengan luas negara+ 42 ribu km2  dan jumlah penduduk yang berkisar + 16 juta jiwa masyarakt Belanda bisa hidup dengan makmur dan sejahtera lho? Jangan iri dulu, soalnya perancangan tata kota dan arsitektur yang baik menjadikan negeri ini sebagai salah satu negeri yang nyaman untuk ditinggali. Jadi nggak heran kalo Belanda dinobatkan oleh PBB sebagai “Negara ke 4 World Happiness Report.  Tapi walaupun negara nya kecil ada banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi lho. KeukenhofRotterdam port dan Amsterdam Schiphol adalah yang paling terkenal di Belanda.


Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah The Technology & Artistic Creature

Sebagai negara maju, teknologi-teknologi yang dikembangkan di Belanda merupakan buah karya pemikiran generasi yang terdidik dengan sistem yang juga diakui secara internasional dengan adanya istilah 3 TU(Technische Universiteit). Yaitu Delf University of Technology, Eindhoven University of Technology, dan University of Twente. Demikian pula dengan karya arsitekturnya yang luar biasa. Buktikan dengan melihat tempat tempat sepertiHaque, Delft, Harleem, Utrecht, Groningen, dan Maastricht. Ini semakin memperkuat alasan bahwa Belanda berhak mendapatkan BestInternational Venue pada Exhibition News Awards ke-6.

Puas intip intip Belanda, sekarang waktunya berkenalan dengan penduduk Pribumi !
‘els dubbeltje omdraaien’ 
(putar koin dua kali sebelum berfikir membelanjakannya) 
Tidak perlu tersenyum senyum membaca ungkapan yang jadi salah satu motto sakti di negara Belanda. Nampaknya motto tersebut yang malah bisa membuat mereka menjadi negara maju seperti sekarang. Yaitu hidup HEMAT !
FYI, hidup hemat atau bahkan pelit bukan hal memalukan bagi orang Belanda tapi merupakan sebuah kebajikan. Oleh karena itu mereka selalu cermat dalam mengeluarkan uang dengan pandai memelihara barang yang mereka miliki. Hemat energi juga sudah mendarah daging bagi penduduk Belanda, jadi tak heran budaya bersepeda jadi primadona disana.
Gimana? ternyata banyak hal positif yang bisa digali dari Belanda kan.
How they live and enjoy with their creativity. so, you gets something folks?
– ditulis oleh Paramadina Y. Astika
Iklan

56 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

56 responses to “#190 Dutch : Negara ‘Pelit’ Yang Menjadi Negara Maju di Eropa

  1. fajree

    wah artikel yang bagus. belanda emang kreatif ya. mari ambil semangat keratifannya untuk di terapkan di kehidupan kita,, karna semua dimulai dari hal yang kecil.
    salam kenal teman semua saya fpeserta kompeti blog juga.
    mari berbagi tulisan. karna kemenangan bagi saya adalah ketika orang lain dapat membaca tulisan saya dan mendapatkan manfaat nya

    selamat membaca
    https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/17/511-perhiasan-jendela-dunia-extreme-creativity-from-netherlands/

    • Dina

      terima kasih Fajree atas komentarnya,

      iya, walaupun pernah menjajah indonesia tapi setidaknya belanda meningalkan sesuatu yg inspiratif.

      salam kenal juga, tulisan mu bagus 🙂

  2. fajree

    wah artikel yang bagus. belanda emang kreatif ya. mari ambil semangat keratifannya untuk di terapkan di kehidupan kita,, karna semua dimulai dari hal yang kecil.
    salam kenal teman semua 🙂 saya fpeserta kompeti blog juga.
    mari berbagi tulisan. karna kemenangan bagi saya adalah ketika orang lain dapat membaca tulisan saya dan mendapatkan manfaat nya

    selamat membaca 🙂
    https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/17/511-perhiasan-jendela-dunia-extreme-creativity-from-netherlands/

  3. home of “pelit”. cocok nih buat aku.hhha :p
    dan kayaknya mbak penulis ini berambisi ‘belajar pelit’ langsung dari negara sumbernya.hhe :p
    good luck!;)

  4. Cah Gurun

    ‘pelit’ tidak selamanya mengandung makna konotasi. Termasuk pelit yang baik adalah pelit terhadap waktu untuk melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat. 🙂

  5. hehehe klompen lucu yaa. Kalo menurut saya gapapa si boros asal bisa tepat guna. Misal dana besar sekali tapi buat bangun jaringan monorail yang jelas2 lebih efektif daripada murah2 hemat membangun busway tp tidak efektif. Cuma contoh dan opini si. Nice posting anyway 🙂

    • Dina

      terima kasih zulfika atas komentarnya,

      saya setuju sekali tuh ide monorail nya. itu akan sangat efektif atasi kemacetan di kota kota besar. karena alokasi kemacetan bisa di salurkan ke public transport yang lbh efektif. ayo kapan nih indonesiaaa

  6. Cah Gurun

    ‘Pelit’ tidak selamanya mengandung makna konotasi.. Termasuk pelit yang mereka terapkan adalah pelit terhadap waktu yang dihambur-hamburkan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat.. 🙂

    • Dina

      terima kasih cah gurun atas komentarnya ya,

      masih sama seperti yg tadi 🙂

      ya saya sangat setuju dengan pelit dalam hal positif yang dimiliki oleh Belanda, nah masalah nya kapan kita bisa contek keberhasilan dari pelit mereka kan?

      • Cah Gurun

        3M solusinya: “Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yang kecil dan Mulai dari sekarang.” Aa Gym said. Hehehe..

  7. hasyim

    bagaimanapun belanda adalah negara yang telah membuat rakyat indonesia kita ini dulu menderita, menjadikanx seorang bawahan. babu belanda….
    sdikit timbal balik yang mereka berikan jika kita flashback sejenak kemasa lalu. tetapi dngan adax itulah kita bisa bersatu dan menjadi negara kesatuan yang kukuh …

    pertama majukan indonesia. kita ank muda harapan bangsa, klo bukan kita siapalagi ??????
    setelah maju. gantian deh. kita jajah belanda… wkwkwwkwkwwwkwk.. (just kidding)

    …..

    • Dina

      terima kasih hasyim atas komentarnya,

      ya memang sejarah membuat hubungan indonesia dan belanda sangat dekat ya. kita pernah di jajah dan bukan hanya negara yg di jajah oleh mereka namun juga pikiran. namun jika dilihat dari sisi positifnya belanda mengajarkan kita arsitektur yang luar biasa bukan?

      kalo mimpimu menjajah balik negara belanda, oke kita buktikan kalo indonesia bisa 🙂

  8. belanda adalah negara yang dimana dalam negara kita meninggalkan ilmu2 dan bangunan2 yang bermanfaat bagi negara kita, begitu juga belanda memetik sesuatu yang tidak akan hilang dan mesti diingat terhadap penjajahannya di indonesia, yaitu belanda mendapat ilmu TOTOKROMO, khoirunnas ‘anfauhum linnas

  9. wow, keren buanget.. artikel yang bagus mbak, judul menarik beud,dan yang penting khoirunnas ‘anfauhum linnas, tapi artikelnya ditambahi lebih banyak lagi ya mbak yang tentang manfaat belanda di indonesia..

  10. kinara

    dina..aku gatau nih mau komentar apa..hehhe
    mungkin lain kali dina bisa bikin tulisan dengan satu tema yang lebih fokus misalnya: gaya hidup, transportasi, arsitektur, dll..biar informasi yang disajikan ga setengah-setengah, dan informasi yang didapat pembaca bisa optimal..bisa dipilih tema yang belanda banget dan unik (belum banyak diulas)..misalnya menekankan “hemat”nya…soalnya kan banyak orang yang belum tau..
    itu sih dina saranku 🙂

    • Dina

      terima kasih kinara atas komentarnya,

      i say thanks for kinara untuk masukan yang sangat membangun ini. memang sekali lagi dalam tulisanku ini ingin mengenalkan beberapa aspek yg menarik dari negara belanda. dan lagi lagi 500 kata mungkin menurut kinara masih terlalu dangkal ya.

      but, well i get the point kinara 😀

  11. Good Essay 🙂
    Jadi pengen belajar ke Belanda..

    Orang Indonesia sebetulnya banyak yg pelit sihh, tapi yang sudah mengakar adalah “hedonisme”. Jadi gmna bisa hemat ???

    • Dina

      terima kasih nurul hidayah atas komentar nya ya,

      Pelit bukan berarti negatif lho, buktinya dari belanda ini mereka pelit tapi dampaknya sangat positif. Misalnya pelit mengeluarkan uang untuk bensin dan akhirnya mereka memilih untuk bersepeda. Sangat positif kan?

      Justru hedonisme kita harus diubah ke arah positif. misalnya hedon untuk naik transportasi umum dari pada mobil pribadi. are you ready?

  12. Jasmine Thabeeta

    artikel yang bagus. dikemas dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti. mmm, tp ada yang kurang dijelaskan lbh panjang mengenai pengaruh banyak dari keduanya? mengenai sisi2 bangunan dan akulturasi budaya antara indonesia dan belanda. tapi setidaknya anda sudah menuliskan yang terbaik pada artikel ini. semangat ya… jangan berhenti menulis artikel. LANJUTKAN!!

    • Dina

      Terima kasih Jasmine Thabeta atas komentar nya,

      dalam tulisan saya memang sengaja mencakup banyak tema dalam satu tulisan. sehingga pembaca mendapatkan banyak hal mengenai belanda. Namun untuk ulasan lebih mendalam mengenai sisi arstitektur dan pengaruh kedua nya mungkin bisa saya ulas di tulisan saya selanjutnya.

      Karena memang menuliskan belanda dalam 500 kata itu sangat sangat kurang. oleh karena itu saya harap pembaca bisa memperoleh gambaran betapa kreatifnya belanda dari tulisan saya ini.

      terima kasih Gita 🙂

    • Dina

      Terima kasih Patar atas komentarnya,

      Belanda memang pelit kan, tapi orang nya kok.
      kalo saya juga nggak pelit :p

      Artikel mu menarik juga, nice and informatif

  13. lukman

    sayangnya mbak, generasi bangsa kita sekarang lebih suka sama korea dibanding belanda, parahnya cuma suka ma entertainmentnya doang
    hahahaha
    ojok2 smean pisan
    :p

    • Dina

      terima kasih lukman atas komentarnya,

      K-Pop emang lebih mudah diterima pengaruhnya sama anak muda. Soalnya sisi maskulinitas alias kegantengan itu yg bikin gak kuat. Hahaha…..

      Tapi kalo Belanda ini beda man, dia menawarkan sesuatu yang lebih eksklusif menurutku. seperti kearifan lokal penduduknya yang menjaga tradisi nenek moyang. Dan kalo mau menikmati indahnya arsitektur dunia memang cuman ada di Belanda lho.

      Nah kita sebagai generasi bangsa jangan pesimis dulu. Jangan terkotakkan dengan hanya melihat Jepang dan Korea dengan K-pop nya. Tapi lihat negara sekitar kita, salah satunya Belanda.

      Ini bisa jadi inspirasi buat negara kita untuk maju. Terutama masalah tata kota yang aku acungi jempol.

      setuju?!

      ####balasan komen untuk agungrudiari salah nih, maaf####

      • lukman

        hahaha
        nah kan….
        tapi ada yg blang mbak, boomingnya Kpop di Indonesia itu bukan karena pnmpilan mereka, atau bahkan kemaskulinitas mereka. Perkmbngan Kpop di Indonesia lbih dlatar blakangi ulah para distributor musik kita yg main “telen” aja, main “jiplak” istlah lainnya

        lain lagi kalo masalah budaya. kenapa sih harus belanda mbak? menurut saya budaya eropa lebih sulit diterapkan dinegara kita, kenapa tidak budaya di asia saja? jepang mungkin. semisal budaya menghormati guru; berseragam saat sekolah; tidak memakai sepatu didalam rumah; budaya makan duduk; membedakan panggilan untuk orang tua, kakak, adik, senior dsbgnya itu menurut q akan lbih bsa diterima di Indonesia, mengingat kita juga masih serumpun dngan negara diasia timur tersbut. budaya yg positif jg kan
        🙂

        kalau dalam hal tata kota sih aku lbih tertarik sama jepang juga mbak, dalam hal penghematan energi juga kan jepanglah yg mnjdi kiblat dunia mbak din

  14. perbandingan sama inlandernya mana?
    terus ralat bwad ini “Ya, sejarah panjang yang mengantarkan Belanda ke Indonesia tiga setegah abad yang lalu membawa banyak perubahan bagi keduanya” kayake seharusnya “Ya, sejarah panjang yang mengantarkan Belanda ke Indonesia selama tiga setegah abad pada 69 tahun (1942 udah diambil alih jepang) yang lalu membawa banyak perubahan bagi keduanya”…
    penggambaran tenteng belandanya sangat menarik dan dikemas dengan bahasa yang menarik… #jempol

    • Dina

      K-Pop emang lebih mudah diterima pengaruhnya sama anak muda. Soalnya sisi maskulinitas alias kegantengan itu yg bikin gak kuat. Hahaha…..

      Tapi kalo Belanda ini beda man, dia menawarkan sesuatu yang lebih eksklusif menurutku. seperti kearifan lokal penduduknya yang menjaga tradisi nenek moyang. Dan kalo mau menikmati indahnya arsitektur dunia memang cuman ada di Belanda lho.

      Nah kita sebagai generasi bangsa jangan pesimis dulu. Jangan terkotakkan dengan hanya melihat Jepang dan Korea dengan K-pop nya. Tapi lihat negara sekitar kita, salah satunya Belanda.

      Ini bisa jadi inspirasi buat negara kita untuk maju. Terutama masalah tata kota yang aku acungi jempol.

      setuju?!

      • Dina

        RALAT ! KOMENTAR DI ATAS SEHARUSNYA UNTUK LUKMAN 🙂

        Terima kasih agungrudiardi atas komentarnya,

        Aku memang sengaja nggak mau banding2in di. pasti dari kita sendiri tau lah ya apa perbandingannya. pengambaran Belanda memang harus menarik karena itu artinya saya nggak bohong kan ya 🙂

    • Dina

      terima kasih lukman atas komentarnya diatas, saya bales di sini ya

      oke man,

      aku sangat setuju dengan alenia kedua mu. Memang budaya asia lebih cocok diterapkan di indonesia ya. dan yang kamu sebutin itu pada kenyataannya pernah jd bagian budaya indonesia. tapi sayang sekarang makin terkikis sama budaya globalisasi. jadi di anggap kuno.

      Menurutku tren musik itu kan musiman, mungkin taun ini lg booming boyband dan girlband. tapi tantanganya adalah gimana mbuat boyband yg punya ciri khas indonesia biar g gampang tergilas.

      Habis nulis tulisan ini aku mendadak jatuh cinta sama belanda. jadi why belanda? because i love it. hahahaha. tapi tetep kalo soal arsitektur kotanya dia yg nomer 1. jadi kesimpulannya kita bisa banyak belajar apapun dari banyak negara yg berbeda beda.

      asalkan kalo negara lain jangan belajar KORUPSI dari negara kita, malu maluin 😀

      • lukman

        yups, sayangnya kebanyakan dri kita (bahkan saya sndiri) tidak memanfaatkan globalisasi itu untuk meng’upgrade’ budaya lokal yang ada, tapi malah menikmatinya. kita kalah dlam mempopulerkan budaya kita sndiri dalam arus globalisasi yg trjadi, jadi tdak heran kalau sbagian orng indo lbih mngenal budaya luar dripda budaya lokal yg ada
        🙂

        mungkin dengan mnjadi boyband atau girlband alay mbak, bkan alay dlam pnampilan, namun kata2 hahahah….. kUyUkX tCuCah t3r9ilas ntuh mbak. 😛
        kalau mnurutq se bukan mslah trgilas atau tdaknya, namun diterima atau tidaknya ditelinga orang2 Indonesia itu dulu yg perlu dcrmati

        nah itu dia mbak, bahkan kita jga bisa belajar dri budaya kita sndiri. soalnya budaya dinegri ini saja kan jg beragam, bisa dliat dari banyaknya jumlah suku n beragamnya bahasa ditiap wilayah dingri ini. kalo mslh KORUPSI sih no comment mbak hehehehe……

  15. Apapun yang termasuk itu baik, lebih baik dicontoh. Supaya kita juga dicontoh oleh orang lain, termasuk management dari suatu negara dalam membentuk negara yang baik. Seperti Belanda..
    Dan bicara artikel, artikel mbak dino sudah termasuk artikel yang baik. karena artikelnya memberitakan hal yang baik pula..
    Dan klo boleh saran,banyak’in menulis artikel yang baik2 mbak, biar klo anak didiknya mbaca ntar ketularan baik…hehe.
    (wenaaaaaakkkkk…omonganku suangar’e..!!!
    wkwkwkwkwk…
    wes wes…
    mben lek ketemu,jok mbok sepak lho aku no…hihihi)

    • Dina

      terima kasih Ahong atas komentar nya ya,

      komentar mu itu juga sungguh bagus lho. saya sampai terkesima, mari mulai sekarang kita belajar mencontoh yang baik baik dari orang lain. Bahkan dari belanda yg lama menjajah kita 🙂

  16. Abay

    ayo buudaal nang belanda din, ak soalnya kepengen belajar industri disana..hahha

    • Dina

      terima kasih Abay atas komentar nya,

      wah kalo ke Belanda saya juga mau bay. belajar industri di sana tak akan membuat kamu menyesal. demikian pula dengan tatanan kota dan arsitekturnya. gak nyesel deh 🙂

  17. Mirza

    sukses ya adik ku, semoga tergapai semua cita cita dimudahkan jalannya

  18. artikel yang ringan tapi mencerahkan. Informatif!!!

    • Dina

      Terima kasih mbak Reny atas komentarnya,

      semoga dengan adanya tulisan ini tak hanya mencerahkan mbk reny, tapi semua orang 🙂

  19. imeldha paul

    Wah tulisannya inspiratif sekali, jadi pengen cepet cepet kebelanda. Klompen sama taman bunga nya bikin gak kuadt

    • Dina

      terima kasih imeldha paul atas komentar nya,

      kamu aja ngebet ke belanda, apa lagi aku. Sebenarnya ngerasa gak sih kalo klompen nya itu mirip bakiak di indonesia. cuman kalo taman bunga kita emang g punya :p

  20. Sepertinya motto “putar koin dua kali sebelum berfikir membelanjakannya” akan sulit diterapkan dengan baik dan benar di Indonesia. Pasalnya Indonesia memiliki 200 juta penduduk dengan manajemen yang tidak merata, beda dengan Belanda yang memiliki 16 juta penduduk dengan manajemen yang fokus dibuktikan bisa mengantarkan menjadi negara maju. Mungkin Indonesia akan menjadi negara maju seperti Belanda kalau usia kemerdekaannya sudah sama seperti waktu Belanda menjajah Indonesia.

    • Dina

      terima kasih atas komentar nya erwin.

      Saya setuju dengan pernyataan anda. memang, bicara tentang negara indonesia tidak ada habisnya. ternyata ada banyak hal yang perlu ditiru oleh indonesia dari negara lain. salah satunya juga belanda.

      menurutku tak perlu menunggu waktu yang sama, cukup kita sebagai generasi muda mau maju atau tidak 🙂

  21. silvia

    mungkin sebagian orang Indonesia ‘rada’ nggak suka sama Belanda lantaran sejarah sebagai penjajah terlama Indonesia. tapi nggak ada salahnya juga kita belajar dari negara yang yang lebih kecil wilayahnya..
    belajar dari hidup sederhananya mereka yang kemana-mana lebih banyak pake sepeda atau bahkan jalan kaki. selalu mengedepankan kualitas pendidikan, pemerintahan, dan lainnya sehingga nampak harmonis..
    hmm, jadi iri nie..hehee

    • Dina

      terima kasih silvia atas komentar ya,

      adanya rasa iri dalam diri kita pada belanda berarti sudah menunjukkan bahwa kita selangkah lebih maju. Iya kan? artinya kita mau berubah dan bergerak ke arah lebih baik.

      Nah yang penting jgn iri iri aja, ayo kita take action 🙂

  22. hmm…Negeri Belanda memang suka hemat,,, dan bahkan negeri ini sering berbuat banyak dalam soal pemberantasan kemiskinan dunia.
    Kelompok pemikir di Washington ini menyelidiki 21 negara kaya dunia dan melihat sejauh mana mereka menyumbang pada pembangunan negara-negara miskin dunia. diantarax Negeri ini berada pada peringkat pertama daftar yang setiap tahun diterbitkan oleh Pusat Kajian Pembangunan Dunia di Amerika. 🙂

    • Dina

      terima kasih firdaus atas komentar nya ya.

      Ternyata ada banyak hal yang bisa kita mabil dari Belanda ya, misalnya soal penghematan yang dijalankan oleh tiap individu yang akhirnya bisa jd tren di belanda. aku salut sekali dengan hal ini, kapan ya indonesia bisa kayak gini. saking berhasil dengan hemat nya belanda sampek bisa nyumbang negara lain.

      Kita tunggu ya Indonesia kapan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s