#191 Arsitektur Gedung Unik dan Kreatif dari Belanda

Seringkali, tanpa disadari, kita memuji dan bangga dengan produk-produk dari luar dibandingkan di dalam negeri sendiri. Seolah-olah apa yang dihasilkan oleh mereka adalah yang paling sempurna, paling hebat,  dan paling dari segalanya. Padahal belum tentu. Produk-produk yang dihasilkan oleh negara kita juga tidak kalah bersaing di luar sana. Bahkan banyak yang mendapat pujian dan penghargaan. Sebagai contoh dalam artikel ini adalah para desainer bangunan alias arsitek dan produk-produknya.

Kita sebut saja Y.B. Mangunwijaya Pr. (1929-1999) yang disebut-sebut sebagai Bapak Arsitektur Modern Indonesia, Fredrich S Silaban ((1912-1984) dimana karya-karyanya menghiasi ibukota Jakarta, Achmad Noeman (1926- ) terkenal sebagai Maestro Arsitektur Masjid Indonesia, Ir. Ciputra (1931- ), Soejodi Wirjoatmodjo (1928-1981), Han Awal (1930- ), Hendra Hadiprana (1929- ), dan banyak lagi arsitek berbakat yang dimiliki Indonesia lainnya.

Namun, agar bisa lebih berkompetisi, ada baiknya kita belajar dari negara luar, memperhatikan bagaimana mereka bisa selalu dan selalu begitu kreatif dari waktu ke waktu. Kreativitas itu bisa kita pelajari dari negeri Belanda, sebuah negara yang hanya sebesar 0,008 % permukaan bumi ini mampu mempengaruhi kreativitas arsitektur di seluruh dunia. Mereka menamakan arsitek dan desainer mereka sebagai dutch design.

Arsitek-arsitek di Belanda tidak terkesan ‘asal-asalan’ dalam mendesain sebuah gedung. Mereka selalu mengutamakan keunikan serta tujuan dari gedung dengan tidak mengabaikan kelestarian lingkungan hidup. Seperti Gewild Wonen Water Villas  di Almere, Netherlands. Termasuk salah satu gedung unik di Belanda. Bangunan ini berdiri sendiri, blok individu dan berkerumun rumah, berbingkai baja dan kayu timber, dengan mengusung konsep menciptakan lingkungan hidup dengan fleksibilitas maksimum untuk memenuhi kebutuhan individu; disesuaikan dan dapat diperpanjang memungkinkan untuk menguraikan dan meningkatkan potensi volumetrik.

Ada juga Wozoco Apartments yang berada di Amsterdam. Gedung apartemen ini terlihat “menggantung” berlokasi Reimerswaalstraat 11069, Osdorp di wilayah kota Amsterdam, menggunakan beberapa kiat untuk menjelajahi peraturan area arsitektur lokal yang berlaku. Peraturan di Belanda mengharuskan cahaya matahari untuk semua unit bangunan, sehingga pembangun hanya tergantung bagian dari bangunan di atas tanah untuk memungkinkan meraih ruangan extra dan mendapatkan cahaya matahari untuk penyewa apartemen ini.

Dua gedung diatas adalah contoh dari banyak gedung-gedung unik yang terdapat di Belanda. Gedung-gedung unik tersebut nampak begitu menarik, sehingga mengundang rasa ingin tahu wisatawan-wisatawan di berbagai negara untuk melihatnya secara langsung. Konsep peduli lingkungan juga mendorong arsitek-arsitek untuk memperhatikan posisi gedung terhadap alam, alih-alih merusak, gedung-gedung tersebut malah seperti menyatu dan menambah indahnya perpaduan gedung dan alam di sekitarnya.

Mungkin itulah yang harus diperhatikan oleh arsitek-arsitek di Indonesia. Mendesain lebih banyak gedung-gedung berbentuk unik, bersahabat dengan alam, dengan lokasi yang tidak ‘asal letak’ dan bernilai seni tinggi.

– ditulis oleh Damayanti Sinaga

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s