#196 Perkembangan Teknologi Arsitektur 3D di Eropa Khususnya Belanda

Di zaman sekarang ini banyak semua orang berpikir konservatif jika berhubungan dengan uang, terlebih lagi uang tunai, yang disebabkan oleh melemahnya ekonomi global baik di kawasan eropa maupun amerika. Kebanyakan orang berpikir bahwa bangunan nyata hanya dapat kita nikmati bila sudah terealisasi dibangun. Dan, tentunya saja untuk membangunnya, kita membutuhkan uang atau modal terlebih dahulu, Namun para arsitek yang kreatif ini berpikir lain mengenai uang. Mereka dapat menikmati keindahan sebuah bangunan tanpa harus membangunnya terlebih dahulu. Dan uniknya lagi bangunan ini dapat berada di atas genggaman tangan mereka. Teknologi apakah yang telah mereka temukan ini

Kecanggihan teknologi ini mengaplikasikan dengan perkembangan teknologi seperti Augmented Reality yang menggabunggkan benda maya 2D dan 3D ke dalam sebuah Lingkungan nyata 3D, lalu memproyeksikannya benda-benda maya tersebut ke dalam tampilan yang nyata. Dengan berkembangnya dunia arsitektur masa kini, bukanlah hal yang tidak lazim lagi bila para arsitek mendesain struktur bangunan mereka dengan design yang sangat unik. Namun kenyataan bahwa untuk merealisasikannya secara nyata membutuhkan uang untuk membangunnya dan juga keterbatasan lahan, namun hambatan – hambatan tersebut tidak menghentikan semangat mereka untuk terus men-design struktur bangunan – bangunan yang baru karena mereka tetap bisa merealisasikannya secara visual tanpa harus membangunnya terlebih dahulu. Mereka menciptakan sebuah teknologi 3D dimana hasil rancangan bangunan mereka dapat terlihat seperti real di atas tangan mereka dengan teknologi 3D dan mereka pun bisa membagikannya dengan para arsitek lain di seluruh dunia dengan bantuan webcam.
The Dutch Postal Service and the Netherlands Institute of Architecture bergabung untuk berbagi struktur design bangunan yang lebih mengagumkan dan fenomal dengan menambahkan teknologi Augmented Reality ke dalam dunia maya 3D ini yang lebih nyata. Walaupun design bangunan ini cukup terealisasi secara nyata dalam bentuk gedung bangunan di jalan – jalan kota , namun design strukturnya patut dikagumi. Bekerja sama dengan salah satu agent advertisement ternama di Belanda yaitu Gummo, the Netherlands Institute of Architecture dan Kantor Pos Belanda mengeluarkan prangko yang sangat unik dan tidak biasa.
Beberapa gambar stamp atau prangko ini melampirkan gambar berbagai gedung yang masih dalam bentuk design dan belum dibangun. Namun ide nya yang sangat brilian akan konsep design arsitektur tersebut membuatnya terlampir di atas prangko. Beberapa prangko lainnya melampirkan kode – kode QR yang bila kita cocokkan dengan peranti lunak atau software 3D tersebut , akan nampak seperti bangunan 3D di atas amplop kita. Teknologi Augmented Reality ini membawa prangko yang hanya berbentuk design konsep 2D akan menjadi 3D bila dicocokkan dengan software nya. Gambar gedung yang tadinya hanya tergeletak di atas prangko akan tiba – tiba berdiri menjulang tinggi di atas prangko tersebut layaknya gedung nyata.
Proyek ini adalah sebuah contoh sempurna tentang bagaimana teknologi dapat menjawab kebutuhan dan keinginan kita serta penjawab masalah dengan cara yang baru dan tak pernah terbayangkan sebelumnya. Gedung – gedung dengan design yang menakjubkan ini mungkin sulit untuk terealisasikan di dunia nyata karena budget nya yang akan sangat tinggi pula, namun menaruhnya di atas tangan kita , memberikan kesempatan bagi para arsitektur ini untuk terus merancang design yang unik dan mereka pun bisa membagikannya kepada dunia untuk dipamerkan dan juga menjadi sumber inspirasi bagi yang lain.
– ditulis oleh Eka Hasibuan
Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s