#204 Kenapa Tidak “Bergandengan Tangan”?

Beberapa waktu lalu, saya tengah berbincang bersama kawan-kawan dengan santai namun berisi. Di tengah pembicaraan, ada sebuah nada sinis dari sahabat saya yang menyatakan jika ia dipersilakan memilih antara bekerja untuk negaranya atau negara lain, dia memilih tuk tinggal dan bekerja di negara lain. Cukup miris mendengar penyataan tersebut, dan saat ditanyai negara apa yang dia pilih, “Belanda” jawabnya.

Sempat terlintas di pikiran saya, “Mengapa Belanda?”

Kemudian saya mulai menyempatkan diri tuk mencari beberapa artikel yang terkait dengan Belanda. Dan ternyata sahabat saya tidak salah, karena Belanda memang bisa dikatakan negara maju yang dilihat dari berbagai sisi. Entah itu dari sisi pendidikan, pemerintahan, penelitian, dan sebagainya. Terlepas dari itu, ternyata orang-orang Belanda memiliki sifat yang terbuka. “Waw” kata hati saya, karena mereka mempunyai sifat yang ramah dan mempunyai prestasi yang membanggakan.

Jika kita lihat dari segi arsitektur bangunan, Amsterdam RAI Convention Centre memenangkan International Best Venue pada Exhibition Award yang diadakan di London pada akhir Maret lalu. Mengalahkan Cape Town International Convention Centre, Suntec Singapore, Riocentro Rio de Janeiro, juga dengan pemenang tahun lalu, ADNEC Abu Dhabi.

Di bidang bisnis, Belanda juga meraih gelar negara terbaik kedua sebagai tempat untuk berbisnis versi Bloomberg. Menurut saya, itu tidak lepas dari masyarakatnya yang kreatif memanfaatkan letak geografisnya dengan membangun lima pelabuhan besar yang tentu saja akan mempermudah investasi dan kegiatan ekspor/impor dari/ke negara tersebut. Keadaan ini didukung oleh membuminya perusahaan-perusahaan besar seperti Royal Philips Electronic dan ASML, dll di tanah Belanda.

Masyarakat Belanda yang kreatif semakin terlihat pada orang-orang berikut dengan hasil karya yang sangat inovatif serta prestasi yang mereka sandang, seperti:

Prof. Mark van Loosdrecht, yang menemukan cara untuk menghilangkan nitrogen yang ada pada limbah.

Kemudia tim dari Robert Barnhoorn, M.Sc. dan Maarten Wilming, M.Sc., yang berhasil menciptakan mobil yang bisa terbang.

Lalu ada perusahaan Philips yang membuat sebuah terobosan yang extraordinarymengagumkan, yaitu lampu LED yang melayang untuk menerangi lapangan Catharina.

Dilanjutkan dengan para ahli dari Tauw dan University of Twente yang membuat gebrakkandi era global-warming seperti ini dengan membuat sumber energi listrik alternatif yang berasal dari getaran kendaraan yang ada di jalan.

Dan tak lupa pula seorang Leo Kouwenhoven yang memberi sensasi kejut kepada dunia yang berhasil mendeteksi sebuah partikel yang sekaligus anti-partikelnya sendiri.

Selain itu, Belanda juga menduduki peringkat III di dunia sebagai negara yang mempunyai universitas terbanyak dalam World Reputation Ranking 2012. Dengan lima universitas risetnya yang masuk dalam Top 100, versi Times Higher Education 2012. Universitas-universitas tersebut adalah Delft University of Technology, University of Amsterdam, Utrecht University, Leiden University, dan Wageningen University and Research Center.

Setelah mengetahui hal-hal di atas dan tentu saja masih banyak lagi, saya berpikir bahwa masyarakat Belanda memang masyarakat yang kreatif. Sehingga, kita sebagai negara yang berkembang hendaknya mengambil contoh dari mereka. Warga Indonesia pun termasuk kreatif, seperti SMKN 1 Madiun yang berhasil membuat mobil Esemka, SMKN 3 Madiun yang berhasil mengkonversi plastik menjadi minyak, UNIKOM yang sering menjadi juara pada kontes robot di US. Lantas, mengapa kita tidak “bergandengan tangan” demi mewujudkan masyarakat dunia yang unggul?

– ditulis oleh Burhanuddin Yusuf

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s