#208 Nederlander, de Fortuinzoekers

Koninkrijk der Nederlanden atau  Netherland adalah sebuah negara yang tidak luas di Eropa Barat, terletak di antara dua negara raksasa, Jerman dan Perancis. Selain luas wilayahnya yang sempit, Belanda tidak mempunyai kekuatan politik yang kuat seperti kedua tetangganya yang menjadi pusat kekuatan politik dan aristokrasi di Eropa. Hal tersebut membuat bangsa Belanda terus berpikir keras untuk mempertahankan tanahnya yang sebagian  terletak di bawah permukaan laut. Bukan hanya dari hantaman ombak Laut Utara yang keras, tetapi juga dari persaingan politik dan perdagangan dunia.

Meskipun kecil, Belanda telah membuktikan kehebatannya dari masa ke masa. Karakter Bangsa Belanda yang kuat, handal, dan mampu mempertahankan diri menjadikan Belanda sebagai panutan bagi bangsa-bangsa lainnya sejak jaman kolonialisme. Sebut saja Arnold de Kat Angelino (1930), karyanya yang berjudul “Colonial Policy” mengupas kinerja birokrasi kolonial Belanda yang unggul, rapi, dan terpercaya sehingga menjadi panutan negara-negara kolonial lainnya. Selain itu, menurut Frances Gouda, Bangsa Belanda mempunyai keahlian antropologi dan etnografi yang tinggi sehingga dapat menjadi bangsa yang tangguh. Tak heran jika banyak warga Belanda yang mampu berkomunikasi dengan empat sampai lima bahasa. Hal itu menunjukkan bahwa Bangsa Belanda merupakan bangsa yang terbuka untuk menerima kebudayaan asing tetapi tetap menjunjung tinggi budaya aslinya.

Cornelius Van Vallenhoven (1910) dalam Frances Gouda (2007) mengatakan bahwa Tugas Belanda adalah menciptakan perdamaian dunia dan mendorong kerja sama internasional. Cita-cita itu pun terwujud dengan dibentuknya Permanent Court of Justice pada tahun 1922 yang menjadi awal terbentuknya International Court of Justice atau mahkamah internasional pada tahun 1945 yang berkedudukan di Peace Palace (Istana Perdamaian) di Den Haag Belanda. Hal tersebut menunjukkan bahwa Belanda telah memainkan peranan penting sebagai fasilitator dan mediator dalam hubungan internasional.

Berguru dari masa lalunya, Saat ini Belanda telah mengantongi berbagai prestasi internasional. Dengan adanya perusahaan-perusahaan raksasa seperti Royal Philips, Unilever, dan Heineken serta akses yang mudah bagi perdagangan Eropa membuat Belanda memperoleh peringkat kedua di dunia sebagai best place for business. Dari segi pendidikan, Belanda menempati posisi ketiga keterjangkauan biaya dan posisi pertama aksesibilitas dalam global higher education ranking. Di dukung dengan adanya universitas-universitas terbaik di Belanda serta sifat alami masyarakat  yang kreatif dan pantang menyerah, Belanda mampu melahirkan inovasi-inovasi baru di dunia science dan teknologi.

Fortuinzoekers: Para pencari kebahagiaan, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan masyarakat Belanda. Dengan ambisi tersebut Belanda berhasil mewujudkan negara yang damai, kota-kota yang nyaman untuk ditinggali dengan arsitektur yang khas dan memukau, kebebasan berpolitik, jejaring sosial yang kuat, pemerintahan yang bersih, ketersediaan lapangan kerja, serta kesehatan fisik dan mental yang baik telah mendatangkan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakatnya.

Prestasi-prestasi tersebut tak lepas dari peran masyarakat Belanda yang telah memenuhi kebutuhan yang berasal dari budayanya. Menurut Mc Clelland, kebutuhan tersebut,yaitu: kebutuhan akan prestasi (need for achievement), kebutuhan akan kekuasaan (need for power), dan kebutuhan akan afiliasi (need for afiliation) yang memotivasi masyarakatnya. Tidak heran jika Belanda sering dijadikan panutan oleh negara-negara lain di dunia, karena Belanda tahu cara bagaimana sebuah negara kecil menjadi besar. Ayo berguru pada Belanda….. :)

– ditulis oleh Indah Novita Sari

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s