#214 Belanda Bersahabat dengan Banjir

Siapa yang mau ya….:) … klo mendengar judul ini pasti tidak ada yang mau ”bersahabat dengan banjir”.
Ingat Belanda pasti yang ingin diceritakan adalah bersahabat dengan tulip atau kincir anginnya…:). tapi dengan banjir siapa yang mau ???… itulah hebatnya Belanda, mereka mencoba membuat inovasi kreatif yang membuat banjir tidak lagi menakutkan dan keterbatasan lahan bisa terpecahkan… Belanda punya yang namanya Floating House… wow kebayang ga?…. rumah yang mengapung… bagaimana ya… yuk lihat detailnya…:)


Inovasi ini didasarkan pada keterbatasan wilayah untuk perkembangan pemukiman dan adanya pemanasan global yang menyebabkan es di kutub mencair dan menimbulkan peningkatan tinggi muka air laut, bagi Negari Belanda yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut, masalah besar yang timbul adalah banjir. Dari gambar di bawah diperlihatkan prediksi kondisi sebagian besar wilayah Belanda tahun 2100 ketika terjadi penurunan tanah dan peningkatan muka air laut akibat pemanasan global.

Ketidakberuntungan geografi Negeri Belanda membuat masyarakatnya lebih perduli terhadap alam dan belajar membaca kebutuhan alam dan menjadikan Belanda sebagai negara penggagas inovasi yang memperkenalkan urbanisasi terapung untuk mengantisifasi pemanasan global yang akan membawa pada peningkatan tinggi muka air laut dan banjir.
Salah satu daerah yang dijadikan percontohan dalam pengembangan rumah terapung ada di Kota Maasbommel yang berada di Sungai Maas, dimana rumah-rumahnya didesain mengapung dengan mengandalkan inovasi pondasi yang unik.

Rumah tipe tunggal dimana ruang tamu menghadap ke sungai, dihubungkan dengan tangga menuju ruang tidur yang ada di atas ruang tamu, dan di bagian bawah ruang tamu dibangun lantai dasar yang berada di bawah permukaan sungai, bagian ini harus dijaga dari lubang sekecil apapun karena akan menimbulkan air sungai masuk kedalam rumah. Bagunan rumah tunggal ini sangat cocok untuk keluarga kecil.
Pondasi sebenarnya dari bangunan tersebut terpancang di dasar sungai, ketika air sungai naik maka pondasi akan mengambang. Pondasi yang dibuat dengan material frame beton yang bermutu tinggi dan diisi bahan-bahan yang ringan seperti blok-blok busa poliester yang merupakan inovasi untuk membuat pondasi mengambang. Selain itu rumah ini juga didukung pipa listrik dan sistem pembuangan yang fleksibel. Disini para ahli arsitektur berinovasi dengan bentuk arsitektur air (water architecture).
Inovasi baru yang sedang dikembangkan berupa rumah dengan tipe rumah kopel, dengan bentuk rumah terhubung satu sama lain seperti tergambar.

Saat ini mereka sedang membangun bukan saja rumah terapung tapi juga mencoba membangun halaman dan jalan terapung sehingga keindahan bunga-bunga tulip yang mereka banggakan tidak akan hilang hanya karena pemanasan global dan banjir.
Semua inovasi kreatif ini didukung secara finansial oleh Pemerintah Belanda untuk pengembangannya kedalam skala yang lebih luas sehingga terbangun suatu kota yang terapung, bukan hanya tipikal rumah tunggal atau rumah kopel seperti yang sudah didesain oleh para arsitekturnya.
Berdasarkan gambaran diatas ternyata banyak hal buruk seperti pemanasan global dan banjir masih bisa membawa kebaikan dengan memunculkan inovasi baru.

– ditulis oleh Novitasari

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s