#217 Jangan Salahkan Alam, Ada Kami Rumah Apung

Pemanasan global tidak hanya meningkatkan suhu secara menyeluruh dan merata di belahan dunia, tetapi juga telah menyebabkan cuaca yang tidak menentu dan berdampak pada daerah pesisir.  Di bumi, dua pertiga permukaannya terdiri dari air dan hingga saat ini permukaan air laut mulai naik secara perlahan akibat pemanasan global.

Lalu bagaimana dengan Belanda, negara dengan kondisi daratan yang lebih rendah dari pada pada permukaan laut. setelah berabad-abad berbagai inovasi canggih bermunculan untuk mengendalikan air laut. Mulai dari membuat kanal, pompa air raksasa, dan kincir angin. Ternyata, negeri ini memang belum benar-benar kering. Masalah banjir dan kelangkaan ruang untuk bangunan di atas tanah, secara bersamaan menciptakan solusi untuk dapat tinggal di air, yaitu dengan pembangunan rumah terapung yang unik.

Model rumah apung ini mirip dengan kapal laut, namun terkesan unik dan indah untuk suatu rumah karena modelnya juga dapat mengikuti rumah modern yang sedang tren saat ini agar semakin menarik. Rumah seperti ini pertama kali diciptakan oleh perusahaan Dura Vermeer dan dipasang di pantai Maasbommel, Belanda pada 2007. Terdiri dari kubus berongga yang memungkinkan untuk mengapung di atas air.

Di Belanda, antar rumah apung dihubungkan oleh jalan yang dibangun seperti jembatan penyeberangan yang terbuat dari kayu. Pola ini di rancang seperti lingkungan perumahan, dengan membuat semacam penghalang di sekitarnya untuk menstabilkan posisi rumah-rumah itu. Namun tidak menutup kemungkinan beberapa rumah apung bisa saja melepaskan diri dari lingkungannya, karena ditarik menggunakan kapal penarik.

Ternyata inovasi pengembangan bangunan rumah apung di Belanda tidak hanya satu jenis, namun beragam sesuai kebutuhan dan keinginan . Ada yang berada di atas sebuah alas beroda semacam rumah mobil, setelah selesai, ‘mobil’ tersebut dijalankan menuju laut atau perairan, dan akhirnya mengapung. Lalu untuk yang di atas tanah dengan daya dukung rendah, misalnya rawa, ada juga jenis yang dibangun dengan pondasi rakit sehingga memungkinkan air masuk untuk mengangkat rumah ke atas mencegah banjir.

Pada saat banjir, cara kerja bangunan agar tetap berdiri adalah dengan memungkinkan air masuk ke pondasi sehingga air tersebut mendorong rumah ke atas. Jadi, rumah tidak tenggelam tapi malah mengikuti ketinggian air. Agar rumah tersebut tidak bergeser, ada kolom di setiap sudut rumah yang berguna untuk menahan atau menyokong rumah.

Terobosan yang sangat kreatif dari negara yang memiliki keterbatasan geografis. Negeri Belanda mampu membuktikan kepada dunia, jika Tuhan memberikan kondisi yang kurang pada lingkunganmu, itu artinya negerimu memiliki potensi untuk membuat inovasi yang berbeda agar tetap bisa bertahan.

– ditulis oleh Gusti Ayu Putu Candra Dewi

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s