#218 Di Belanda, Apapun Bisa Menjadi Lebih Ramah Lingkungan

Lewat kreatifitas dan inovasi, di Belanda apapun bisa menjadi cara untuk lebih ramah terhadap lingkungan. Di bawah ini ada 3 hal inovasi dari negeri Belanda yang tentunya kreatif.

1. BBM Urine
Gejolak bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Indonesia sebenarnya bisa ‘dipadamkan’ dengan air kencing alias urine. Jangan salah tangkap dulu! Bukannya urine diguyurkan ke pendemo atau pengambil kebijakan, tapi para ilmuwan Belanda menemukan urine ternyata bisa diubah menjadi sumber energi.
Para ilmuwan Belanda telah berhasil menguji kekuatan si ‘air kuning’ ini. Adalah Universitas Teknologi Delft dan lembaga penelitian DHV yang mengembangkan teknologi pemrosesan urine ini. Baru-baru ini, mereka berhasil mendaftarkan paten temuan ini di China, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa. “Kami memproses urine yang dikumpulkan secara konvensional dan kimiawi,” kata Andreas Glesen, Manajer Inovasi DHV Research.
Menurut Thiss Westerbeek, jurnalis Radio Nederland di Belanda, bahan bakar urine ini telah memasok energi setara 110 ribu Megawatt di 30 ribu rumah atau seluas satu kota kecil. Jika produksi urine ditingkatkan, para periset memprediksi daya yang dipasok bisa digenjot hingga lima kali lipat untuk jumlah rumah yang sama. Dan ini yang terpenting, tak cuma bisa dipakai untuk memasak, “energi kuning” ini dapat digunakan sebagai BBM alternatif untuk menggerakkan mobil bertenaga listrik.
2. ”Bis sekolah”

Di Belanda sepeda bisa menjadi “Bis Sekolah” yang dikayuh oleh anak-anak. “Bis sekolah” ini dikemudikan oleh satu orang dewasa dan didesain untuk menampung 10 penumpang anak-anak, yang berusia antara 4 hingga 12 tahun. Kenyamanan dan keamanan menjadi pertimbangan utama dalam menciptakan bis sekolah unik ini.
Di bagian belakang bis, terdapat kursi penumpang untuk 2 anak. Selain menggunakan tenaga kayuh, bis ini juga memiliki mesin cadangan yang mempunyai kecepatan rata-rata hingga 16 km/jam. Mesin ini digunakan terutama saat jalan menanjak atau jika anak-anak mulai kelelahan.
3. Budaya bersepeda
Orang Belanda tidak menggunakan kendaraan bermotornya setiap kali mereka meninggalkan rumah. Sebanyak 27% dari total perjalanan penduduk Belanda dilakukan dengan bersepeda. Persentase ini jauh lebih tinggi dibanding negara-negara maju lain seperti Denmark (18%), Jerman (12%), bahkan Amerika Serikat. Di AS, persentase perjalanan bersepeda masih sangat kecil – hanya 1% dari total perjalanan penduduk.
Di Utrecht, kota terbesar keempat di Belanda, di salah satu sekolah dasar yang terletak di pinggiran kota itu, Kepala Sekolah Peter Kooy mengatakan, 95% siswanya yang berumur 10-12 tahun berangkat ke sekolah dengan menggunakan sepeda. Berbeda dengan tren di Amerika Serikat. Hanya 50% siswa di AS yang berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki atau bersepeda. Dan itu terjadi pada tahun 1970-an! Tren itu saat ini terus turun menjadi hanya 15%. Faktor penentu keberhasilan menciptakan budaya bersepeda di Belanda dimulai dari sistem pendidikan dasarnya. Cara bersepeda yang aman dan nyaman sudah menjadi pelajaran sejak di bangku sekolah dasar.
– ditulis oleh Hasan Fathurrohman

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s