#219 Dutch: Oh, My Dream Book!!!

“Kenapa harus Belanda?”
Seorang teman dengan kening berkerut bertanya tentang mimpi ke-3 dari banyak mimpi saya yang tertulis di “My Dream Book“.
: dapat menguasai bahasa Belanda.
“Kenapa tidak harus Belanda?” spontan saya balik bertanya. Sejenak sepi. Namun diskusi berlanjut, saling-silang pendapat terjadi antara kami. Ternyata, dari argumen-argumennya dia masih dibayang-bayangi sejarah masa lalu. Bahwa 3,5 abad lamanya negeri orange menjadi ‘tamu’ di negeri kami.
Ah, saya tersenyum. Mencoba mengurai alasan saya ingin mempelajari Dutch dengan kearifan.
JEMBATAN SEJARAH DAN BUDAYA
Definisi bahasa secara umum adalah sebagai sebuah sistem komunikasi yang membuat manusia dapat bekerja sama.
“Tak dipungkiri kita memiliki hubungan sejarah yang sangat dekat dengan negeri tulip, ada kenangan pahit tertoreh, tapi coba kita lihat dari sudut pandang lain. 3,5 abad lamanya, harus diakui mereka juga memberi pengaruh pada perkembangan ilmu pengetahuan serta budaya negeri ini.” Saya membuka prolog.
“Yah, lalu bagaimana dengan ‘jas merah’?” selanya.
Jangan sekali-sekali melupakan sejarah.” Saya menggumam, “Pesan Bung Karno memang benar, bayangkan banyak naskah sejarah serta budaya bangsa Indonesia yang sampai saat ini tidak kita ketahui keberadaannya. Namun di negeri Belanda, mereka menyimpan banyak arsip tentang catatan masa lalu Bangsa Indonesia. Sayangnya, naskah tersebut juga ditulis dalam Bahasa Belanda. Nah, agar mengetahui secara jelas isi catatan yang sangat berharga ini, tentu kita harus memahami Bahasa Belanda dulu kan?”
Matanya mengatakan bahwa dia setuju.
“Bahasa adalah pintu budaya. Dengan mempelajari bahasa Belanda, kita bisa memahami budaya mereka juga memperkenalkan budaya kita (Indonesia). Yah, ibarat simbiosis mutualisme: kita saling menguntungkan.”
Kini, anggukan menutup diskusi singkat kami.
DUTCH, WHAT A FAMOUS LANGUAGE!
Rekam jejak Bahasa Belanda di negeri kita membuat saya tertarik mempelajarinya, tengok sajasinetron-sinetron, masih ditemukan karakter-karakter ibu-ibu atau nenek-nenek yang memakai kata, ‘ik’, ‘jij’ (arti: kamu, dibaca yey). Kosakata lain yang masih digunakan adalah:
  • Opa dan Oma, di Belanda kata ini adala kosakata baku dan dominan digunakan.
  •  Gratis, kata lain dari Cuma-Cuma.
  • Koelkast, dikenal dengan kulkas atau lemari es.
Dan masih banyak lagi kosakata Bahasa Belanda yang secara sadar atau tidak sadar kita gunakan dalam bahasa sehari-hari. Jadi, sesungguhnya mempelajarinya (seharusnya) sedikit lebih mudah.
Selain itu, di Afrika Selatan dan Indonesia, bahasa Belanda banyak dipakai sebagai bahasa sumber. Surat-surat lama dan teks-teks hukum seringkali ditulis dalam bahasa ini. Lebih dari 10.000 mahasiswa di sana bisa membaca bahasa Belanda.
Pada tahun 2005 bahasa Belanda dipelajari di 40 negara pada 220 universitas oleh 500 dosen. Wow! Pada posisi terdepan adalah Jerman di mana ada 30 jurusan bahasa Belanda dan diikuti oleh Amerika Serikat dan Perancis pada 20 universitas. Kemudian 0,7 % warga Selandia-Baru menyatakan bahwa bahasa di rumah adalah bahasa Belanda. Di Uni Eropa bahasa Belanda setelah tahun 2004, merupakan bahasa terbesar kedelapan.
Gelora saya untuk belajar Dutch semakin membara, menyambangi ‘The Kingdom of Netherland’ akan lebih bermakna jika kelak dapat bercakap fasih dengan penduduk yang notabene multilingual namun lebihcomfort menggunakan bahasa ibu. Saya pun giat belajar di situs nederindo.com jugawww.belajardutch.com   yang sangat membantu proses belajar. Berniat? ^_^v
– ditulis oleh Aisyah I. Marsyah

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s