#222 CREATION: CREATive archItecture frOm Netherland

Olesan mega bersemburat merah tak pelak harus lenyap tatkala fajar menyingsing di ufuk timur dengan rona biru awan di atas langit kota Bandung. Pagi di ITB ( Institut Teknologi Bandung ), saya dan beberapa siswa  lainnya sudah mengantri di pintu Aula Barat ITB untuk mengikuti seminar “Aku Masuk ITB”. Memasuki Aula ini tentu yang pertama kali saya lihat adalah bangunan Aula yang elegan, unik, dan nampak sudah berpuluh-puluh tahun umurnya. Bahkan, menurut pembawa acara seminar, bangunan Aula Barat ITB ini belum pernah direnovasi sejak pertama kali dibangun karena konstruksinya yang kuat.

Setelah beberapa lama, pikiran pun langsung bertanya ingin tahu siapa yang mengarsitekinya, dan Voilaa.. Henri McLaine Pont-lah yang menjadi dalang dalam perancangan bangunan ITB pertama kalinya [1]Henri MacLaine Pont merupakan arsitek titisan Belanda yang mampu menghasilkan karya kreatif yang dikenal dengan nama arsitektur Indisch, yaitu memadukan unsur nusantara ke dalam langgam arsitektur barat.

 

Lalu, tanyakanlah pada masyarakat Bandung, siapa yang tidak tahu Hotel Savoy Homann? Yaa, hotel yang berada di Jalan Asia Afrika ini merupakan karya arsitek Belanda yang bernama Albert Aalbers. Hotel yang dirancang Albert Aalbers dengan desain gelombang samudera bergaya art deco ini [2] dipertimbangkan Pemerintah RI untuk didaftarkan ke Situs Warisan Dunia UNESCO [3] , dan hotel ini pun menyimpan beberapa momen penting, seperti menampung tamu penting yaitu Soekarno (Presiden RI 1), Ho Chi Minh (tokoh revolusi dan negarawan Vietnam) , dan Tito (pemimpin Yugoslavia) semasa Konferensi Asia Afrika tahun 1955 [2].

Belum berhenti sampai disitu,.. beberapa tahun yang lalu tepatnya tahun 2009, Nunc Architect Belanda memenangkan International Architectural and Urban Design Competition “Gotong Royong City: Envisioning the Future of Jakarta” [4]. Konsep bernama “Jakarta Bersih”yang diusung oleh Nunc Architect Belanda memberi solusi untuk menangani masalah kelebihan penduduk, kemiskinan dan polusi. Wah.. Bagaimana bisa?

 

Jawabannya adalah dengan “Vertical Kampungs”, sebuah kampung vertikal yang ditempatkan di atas mesin pengolahan limbah. Nantinya, pasar, pengolahan limbah, dan perumahan berada dalam satu gedung.

 

Kampung dengan penduduk berlebih nantinya dipindahkan ke Kampung Vertikal ini, sehingga kampung lama mereka direlokasi untuk pembuatan area hijau. Daur ulang dan pengomposan dengan mesin pengolah limbah pun dapat dimanfaatkan penduduk kampung untuk membersihkan kota dan menambah penghasilan. Ini merupakan kontribusi besar para arsitek Belanda terhadap Jakarta, dan “sesuatu” yang patut kita tiru dengan ide-ide brilian mereka dalam berinovasi.

Jadi, “kreatif dalam berkreasi” itulah yang saya tangkap bila melihat karya-karya arsitek Belanda di Indonesia. Kreativitas sangat diperlukan untuk menjaga keberlangsungan inovasi itu sendiri, dan rupanya Belanda sudah memegang prinsip itu melalui titisan-titisannya. Meski belum pernah ke Belanda, kita sudah bisa melihat dan menikmati karya-karya amazing­-nya di negeri ini. Nah, apalagi kalau bisa melirik karya kreatif mereka langsung di negaranya? Pasti lebih “amazing kuadrat” dong? 😀

Dan bagi saya sendiri, arti dari kata “CREATION” lebih dari sekedar “kreasi”, tapi lebih tepatnya ialah “CREATive archItecture frOm Netherland”.  Setuju..? 🙂

– ditulis oleh Ray Ashari R.

17 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

17 responses to “#222 CREATION: CREATive archItecture frOm Netherland

  1. Ninda Canidia

    hari nie dapat wawasan baru…thanks bgt yah tas infonya….kbetulan jg qu lom pernah ksna…jd pngen liat ksna da

  2. fakhri

    singkat saja. ada banyak yang bisa kita ambil dari apa2 yang sudah menjadi sejarah, dalam hal ini arsitektur. banyak juga “misteri” dari design yang para LONDO buat. dari mulai konstruksi nya, material nya, konsep nya. sangat berbeda, menurut saya gaya arsitektur belanda adalah yang terbaik setelah italy dan perancis. kita beruntung mendapatkan warisan arti seni yang harus kita lestarikan. semoga kedepan lahir para arsitek-arsitek negeri kita yang tak hanya mengedepankan design, tetapi memperhatikan lingkungan seperti diatas. 😀

  3. tresna

    gan , idenya dari mana sih bikin artikel beginian ??? empat setengah jempol gan . lanjutkan !!! keren ih kata2nya suer .

  4. thanks infonya . . . ^_^
    nambah wawasan dan pastinya bikin penasaran . . . [maklum belum pernah ke ITB]
    untuk Jakarta Bersih-nya . . saya kurang yakin itu dapat terrealisasi, tau sendiri laa orang Indonesia seperti apa?? [upps..*peace . . ] tapi, semoga saja. sebelum terlambat. Semoga ide Brilian orang2 Belanda bukan hanya dapat kita TIRU, tapi alangkah lebih baik itu MEMACU kita agar dapat berinovasi, dan berkreasi. ^_^
    Semangat kawan!

  5. nice share, gan ^^
    kebetulan saya senang sama dunia arsitektur dan kepingin berat jadi arsitek, walaupun sekarang mimpinya sudah rada geser. hahaha.. 😀
    Alhamdulillah ya Belanda bikin bangunannya kokoh-kokoh jadi gak perlu keluar uang lagi untuk renovasi berkali-kali dalam jangka pendek.
    semoga rencana pembangunan Jakarta Healthy diterima pemerintah juga masyarakat Jakarta-nya, dan berjalan lancar. amiin…

    • thanks gan.. 😀
      bagi cendolnya dong gan..hehe,,

      mungkin itu yg namanya inovasi, selain desain.. kekokohan bangunan juga ikut diperhitungkan. 🙂

      soal “jakarta bersih” memang harus segera ditindaklanjuti,,melihat dari segi prospek dan manfaatnya yang besar,, hehe..

  6. thank’s juga buat ilmu nya…
    jadi nambah wawasan nih….

    fantastic…
    jadi pengen lihat aslinya…
    dulu cuma lewat aja nglihat ITB nya…

    • sama-sama… 🙂

      main aja ke Bandung,, saya juga dulu iseng2 ke Bandung buat ikut seminar di ITB.. hehe,, lumayan untuk tambah ilmu dan pengalaman, alhamdulillah..

  7. Tentang Jakarta Bersih saya baru tahu,*kepo* penasaran kalo misalnya sudah terwujud dengan benar,itu sangat membantu sekali,dan seprtinya nanti orang ga akan takut lagi hidup diJakarta.

    • yaa betul… 😀
      semoga bisa dipertimbangkan pemerintah Jakarta supaya bisa segera diwujudkan… 🙂
      btw, “kepo” itu apa ya? hehe..

      • kepo itu semacam bahasa anak gaoel….:p
        Semoga Jakarta bisa deh,bisa bersih,bersih lingkungannya bersh hatinya muahahahah,,,,,

      • ↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓
        ok..kesimpulannya saya bukan anak gaul ya…haha..

        aamiin… 😀
        ↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓

  8. Wah dapet wawasan baru lagi nih,kebetulan saya belum prnah melihat secara langsung bangunan Aula ITB yg Belanda bgt itu..jdi penasaran pengen liat 😀

    bener tuh emang, kreatif dalam berkreasi juga bisa mnjadi kesengan trsendiri dan menghasilkan karya yg memuaskan dan bermanfaat tentunya krna dikerjakan dgn sepenuh hati (kreatif) ^^hihihi wacana yg bagus 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s