#223 Binatang Buatan Jansen

Semasa saya kecil dulu, ayah selalu menyempatkan diri untuk bercerita sebelum saya tidur. Ia biasa bercerita mengenai cerita rakyat atau dongeng dari negeri antah berantah dengan makhluk-makhluk yang tak pernah ada di bumi seperti buto ijo, pegasus, laba-laba raksasa dan lain-lain. Makhluk imajinasi seperti itu saat ini lebih banyak kita temui di komik atau buku cerita. Sama seperti yang mungkin Anda pikirkan, saat ini kita amatlah sulit bahkan mustahil menemukan makhluk-makhluk fantasi seperti itu apalagi untuk menciptakannya. Namun, persepsi saya itu berubah setelah saya melihat “binatang” buatan Jansen yang ia sebut sebagai Animari dalam video di bawah ini.

Animari adalah hasil riset dari seorang seniman sekaligus ilmuwan Belanda yang cerdas dan kreatif bernama Theo Jansen. Ia pernah mengeyam pendidikan di jurusan Fisika, University of Delft lalu beralih menjadi seorang pelukis profesional sebelum akhirnya memulai proyek-proyek yang menggabungkan antara seni dan teknologi. Salah satu proyek tersebut adalah pembuatan piring terbang berdiameter 4 m yang diisi dengan helium sehingga dapat terbang dan diperkirakan mendarat di Belgia setelah diluncurkan. Proyek itulah yang menginspirasi Jansen untuk membuat Animari dari tabung-tabung PVC pada 1990.

Animari memang tidak terlahir dari persilangan dari dua makhluk yang sudah ada, mutasi gen bertahun-tahun seperi X Men, atau secara tak sengaja dari makhluk yang terpapar sinar gamma seperti Hulk tetapi dari tabung-tabung PVC yang dirangkai sedemikian rupa sehingga melahirkan mekanisme gerak yang menyerupai makhluk hidup sesungguhnya. Pada awalnya kerangka yang dibuat oleh Jansen tidak memiliki sendi yang kuat sehingga susunan PVC itu tidak bisa berjalan bahkan berdiri sekalipun. Kemudian ia membuat model komputer untuk menentukan cara terbaik agar hewannya ini dapat bergerak. Sejatinya mekanisme gerak ini sama halnya dengan cara kerja roda yang memiliki sumbu yang tetap berada pada level yang sama. Jansen menggunakan apa yang ia sebut sebagai 11 nomor suci untuk menghitung proporsi jarak antar tabung di dalam Animari tersebut sehingga mampu berjalan seperti mekanisme gerak roda.

Animari memanfaatkan angin secara langsung atau menyimpannya sementara untuk bergerak kemudian. Sebagaimana terlihat di dalam video di atas animari dapat bergerak ketika angin yang bertiup menggerakkan baling-baling atau sayap-sayap plastik di sisi tubuhnya. Jansen juga menciptakan mekanisme penyimpanan udara di dalam rongga perut binatang itu yang terdiri dari botol-botol limun. Angin akan memompa udara di dalam botol-botol tersebut yang kemudian dapat menghasilkan tekanan udara yang tinggi dan menggerakkan seluruh tubuh animari tersebut. Coba lihat video ini

Tidak berhenti sampai di sana, Jansen juga menciptakan kecerdasan buatan sederhana yang membuat binatang-binatang tersebut dapat mengambil keputusan atas kondisi lingkungan yang dihadapinya seperti laut dan badai. Pada video di awal tulisan ini Jansen menunjukkan bagaimana Animari dapat menjauhi laut saat kakinya menyentuh air melalui pendeteksi air yang akan menghasilkan daya lawan untuk menjauhi laut saat tabung menyedot air. Pada Animaris Percipiere, Jansen memasang detektor badai pada bagian hidungnya sehingga pada saat badai datangAnimari dapat menancapkan pasak ke tanah untuk membuatnya tetap bertahan di daratan.

Sungguh kreatif bukan tuan Jansen ini? Saya yakin kelak binatang-binatang buatan Jansen ini akan memberi manfaat lebih banyak bagi manusia khususnya di bidang energi dan transportasi.

– ditulis oleh Pradana Nusantara

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s