#226 Perkembangan Hukum Pidana di Belanda

Pemikiran akan kreativitas di negeri Belanda, tidak hanya terletak dalam bidang-bidang teknologi, namun menjamah bidang hukum pula. Tidak bisa dipungkiri bahwa banya penemuan-penemuan dan kemajuan di bidang teknologi yang dihasilkan negeri kincir angin tersebut. Seperti kita ketahui, bahwa peran hukum dalam sebuah negara sangat penting untuk diperhatikan dan Belanda telah melakukan hal tersebut, untuk mengupayakan perkembangan dunia hukum lebih baik kedepannya demi tercapainya keadilan yang merupakan tujuan dari hukum itu sendiri. Salah satunya perkembangan hukum yang dilakukan Belanda adalah Hukum Pidana.

Hukum pidana atau dalam istilah Belanda Strafrecht memegang peranan penting dalam penegakan hukum, khususnya dalam hal kriminalitas entah itu kejahatan ataupun pelanggaran. Pedoman dalam hukum pidana ini, digunakanlah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) / wetboek van strafrecht(WvS). Disana berisi segala aturan yang menyangkut mengenai hukum pidana beserta sanksi-sanksinya.

Pada awalnya KUHP / WvS negeri Belanda merupakan adaptasi dari KUHP negeri Perancis. Revolusi Perancis membuat Perancis merancang hal tersebut untuk kepentingan warganya dan selanjutnya Belanda mengadopsi hal tersebut dan menambahkan nilai-nilai yang sesuai dengan keadaan negaranya, karena aturan hukum di suatu negara tidak akan mungkin bisa sama untuk diterapkan di negara lain.  Aturan awal dari KUHP tersebut bertujuan untuk menghindari ucapan raja yang pada masanya “dianggap” sebagai undang-undang, sehingga segala ucapan raja wajib dipatuhi dan dilaksanakan. Ucapan dan perintah dari raja mengenai hukuman pidana tersebut terkadang semena-mena dan otoriter serta tidak berdasar, untuk itu menghasilkan ketidak-adilan bagi masyarakatnya. Raja dapat melakukan apasaja untuk menghukum seseorang, oleh karena itu dibentuklah KUHP / WvS.

Zaman pun semakin hari semakin berkembang. Bentuk dari semua hal tersebut telah berubah, saat ini raja tidak dapat bertindak semena-mena terhadap hukum khususnya dalam hal penentuan jenis hukuman bagi seorang tersangka / pelaku dari kejahatan / pelanggaran. Belanda pun menyadari akan hal itu dan para pakar hukum di Belanda saat ini telah memikirkan perubahannya. Perubahan tersebut dinamakan Law Reform. Pembaharuan dalam hukum pidana ini sangat penting untuk dilakukan karena aturan-aturan yang ada yang dibuat pada masanya sudah tidak dapat diterapkan lagi untuk sekarang ini. Banyak aturan yang sudah tidak relevan dan banyak aturan-aturan mengenai kejahatan baru yang tidak diatur didalam KUHP jenis lama. Seperti contoh dalam hal perkembangan dunia teknologi yang sudah berubah sejak zaman dahulu sehingga mengenai tindak kejahatan dalam IT ini pun telah berkembang.

Bentuk perubahan-perubahan yang ada ini merupakan bukti bahwa tingkat kreativitas Belanda pun telah berkembang bila dilihat dari sisi tersebut. Ilmu-ilmu tentang hukum pidana pun telah berkembang sesuai zamannya untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. Belanda telah menyadari bahwa perubahan tersebut merupakan hal yang sangat krusial karena dalam hal ini bertujuan untuk memberikan keadilan dan demi kepentingan warga negaranya sendiri. Belanda, dalam hal ini telah merubah aturan-aturan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) nya atau dalam istilah Belanda wetboek van strafrecht (WvS) , lalu kapan untuk negeri Indonesia merubahnya yang telah mengadopsi KUHP jenis lama milik Belanda tersebut?

– ditulis oleh M. Rakhmanaji

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s