#227 Ajax Amsterdam Youth Academy, Pabrik Bakat Pesepakbola Menuju Pentas Dunia

Ajax Amsterdam berhasil meraih gelar Eredivisie (Liga Utama Belanda) musim 2011-2012 untuk yang ke 31 kalinya setelah menaklukkan VVV-Venlo dengan skor 2-0. Keberhasilan Ajax Amsterdam merengkuh trophy Eredivisie membuktikan bahwa klub yang dibangun tahun 1900 ini masih yang terbaik di negeri kincir angin. Apa yang membuat Ajax Amsterdam bisa sukses?

Salah satu indikator utama keberhasilan Ajax Amsterdam selama ini adalah pembinaan pesepakbola usia dini yang sangat fokus dan terarah, yang telah dibangun sejak beberapa dekade lalu. Ajax Amsterdam Youth Academy (AAYA) merupakan akademi pencari bintang sepakbola masa depan atau yang biasa dikenal “De Toekomst” (masa depan), dimana semuanya dimulai dengan adanya pencarian bakat pesepakbola yang dilakukan ke seluruh penjuru dunia melalui penelusuran dari scout (pencari bakat) Ajax Amsterdam.

Proses pencarian bakat pesepakbola muda bukanlah hal mudah. Seorang scout membutuhkan waktu hingga berhari-hari bahkan berbulan-bulan untuk mendapatkan bakat pesepakbola yang dicari. Anak-anak usia 7 hingga 12 tahun yang memiliki talenta, skill, dan teknik mendasar bermain sepakbola yang baik merupakan sasaran para scout tersebut. Setelah scout mendapatkan bibit yang dicari, maka anak-anak tersebut diundang untuk mengikuti seleksi di camplatihan Ajax Amsterdam Junior beserta dengan anak-anak lain yang mendaftar langsung di Ajax Amsterdam. Mereka yang mampu menunjukkan performa terbaik pada saat seleksi akan lolos untuk masuk ke AAYA.

Di AAYA yang berada di kompleks Stadion Amsterdam Arena, mereka menimba ilmu dengan fasilitas lengkap, lapangan rumput dan sintetis berstandar internasional yang menawarkan sebuah kenyamanan untuk mendukung perkembangan karir pemain muda tersebut. Kelebihan lainnya, di AAYA para pemain muda tersebut tidak hanya memperoleh pelatihan sepakbola namun juga pendidikan akademis seperti halnya pendidikan normal di sekolah. Bahkan para pengajar akademis tersebut turut serta ketika tim junior tersebut bertanding ke negara lain. Pendidikan akademis yang diperoleh anak-anak tersebut sama seperti pendidikan formal di sekolah, termasuk dengan ujian dan ini yang harus diikuti oleh seluruh peserta. Bila ada anak berperilaku di luar batas ketika pendidikan akademik, maka ia akan dihukum pada saat latihan. Dan bila terus terulang, bukan tidak mungkin anak tersebut dikeluarkan dari akademi. Dengan standar kedisiplinan yang tinggi, tak heran bila intelegensia pemain-pemain Ajax Amsterdam pun diatas rata-rata.

Pemberian pendidikan akademis di AAYA ini bukan tanpa sebab. Hal ini dilakukan agar pemain bisa menerapkannya saat bertanding. AAYA memiliki model TIPS, yaitu Technique, Insight, Personality dan Speed, yang menjadi falsafah bagi seorang pemain. Seorang pemain yang telah menguasai model tersebut, akan memperoleh paspor Ajax Amsterdam. Mirip dengan sertifikat kelulusan.

Selektifnya pendidikan di AAYA tidak membuat para anak muda tersebut menjadi ciut. Setiap tahunnya hanya 1-2 pemain junior yang bisa masuk ke tim utama, dan ini menjadi tantangan bagi mereka. Karena untuk dapat menjadi besar, anak muda ini harus siap ditempa dengan segala ujian. Itulah sebabnya Ajax Amsterdam bisa melahirkan pemain sekelas Marco Van Basten, Dennis Bergkamp, Patrick Kluivert, Edwin Van Der Sar hingga Wesley Sneijder. Metode pelatihan di AAYA pun bisa menjadi contoh bagi klub-klub manapun di dunia, bagaimana menciptakan pemain berkelas dunia yang memainkan sepakbola atraktif, inovatif, menyerang, menghibur, dan bukan pemain instan.

– ditulis oleh Dimas Mulyawan

Iklan

6 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

6 responses to “#227 Ajax Amsterdam Youth Academy, Pabrik Bakat Pesepakbola Menuju Pentas Dunia

  1. mersa

    good article um,,,,kayanya perlu dicontoh tuuh sama negara kita hehehhh

  2. afiet azzuri

    Good article gan…
    Berharap klub2 indonesia bisa bgini… Bisa ga ya …. ???

  3. eriQ

    alus juragan…lanjutkan

  4. Eva Khopipah

    nice article…;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s