#228 Chipknip, Inovasi Teknologi Perbankan di Belanda

Perkembangan teknologi informasi (TI) terus tumbuh begitu cepat. Hampir di setiap sektor kehidupan membutuhkan TI sebagai tools yang dapat mempermudah aktivitas sehari-hari. Tak terkecuali sektor perbankan.

Bukan rahasia umum lagi bila setiap bank kini berlomba memberikan produk dan layanan yang inovatif bagi nasabahnya. Dan TI merupakan elemen terdepan yang dapat membuat sebuah bank unggul dalam produk dan layanan dibandingkan pesaingnya. Mesin Automatic Teller Machine (ATM), Electronic Data Capture (EDC), Kiosk, Internet Banking, atau SMS Banking adalah beberapa layanan perbankan yang sangat terkait dengan TI. Dengan menguasai layanan perbankan berbasis TI tersebut, maka bank pun semakin dekat dengan nasabahnya dan nasabah dapat merasakan kemudahan dalam melakukan transaksi perbankan tersebut.

Kemajuan TI di perbankan sudah dirasakan di berbagai belahan dunia pada sekitar tahun 80-90an. ATM adalah media transaksi perbankan pertama yang menggantikan fungsi teller di bank dalam melakukan transaksi tarik tunai. Disaat ATM tengah dilakukan pengembangan untuk fitur-fiturnya pada tahun tersebut, penulis cukup terkejut ketika mengetahui bahwa Belanda telah melahirkan suatu inovasi lain di perbankan yang sangat luar biasa. Produk tersebut bernama Chipknip. Chipknip merupakan sistem elektronik debet yang terdapat di beberapa media pembayaran di Belanda. Sistem ini harus compatible dengan kartu ATM, karena kartu ATM lah yang menjadi pengakses sistem ini. Kartu ATM bank yang terdapat di Belanda telah menggunakan teknologi Chip di dalamnya dan berfungsi sebagai Chipknip, sehingga kartu ATM tersebut layaknya Smart Card atau Electronic Money (E-Money).

Untuk dapat menggunakan Chipknip, terlebih dahulu nasabah harus melakukan pengisian dana (top up) Chipknip pada kartu ATM-nya di terminal Chipknip yang terdapat di samping terminal ATM bank yang terdapat di Belanda. Jumlah nominal pengisian dana yang akan digunakan untuk Chipknip terbatas, karena Chipknip memang hanya digunakan untuk transaksi retail kecil. Setelah dana untuk Chipknip sudah cukup, barulah kita bisa bertransaksi di berbagai titik pembayaran, seperti restoran, parkir, toko, minimarket, telepon umum dan sebagainya. Kita hanya tinggal memasukkan kartu ATM kita pada mesin ATM kasir dan otomatis sistem Chipknip pada mesin tersebut akan membaca kartu kita dan mendebet sesuai dengan jumlah nominal transaksi yang dilakukan. Dan setiap bertransaksi dengan Chipknip tidak perlu memasukkan password. Canggih bukan?

Sebetulnya teknologi Chipknip ini sama dengan sistem Smart Card / E-Money yang ada di Indonesia, seperti kartu Flazz BCA, E-Toll Mandiri atau Jakcard Bank DKI yang dikembangkan pada pertengahan tahun 2000an. Namun yang membedakan adalah Chipknip merupakan teknologi yang ‘ditanam’ pada kartu debet / ATM bank di Belanda, dimana hal tersebut belum dapat dilakukan di Indonesia. Di Indonesia sendiri, hanya kartu kredit yang bisa interoperability dengan teknologi Smart Card. Mayoritas bank di Belanda, seperti Rabobank, Fortis, PostBank dan lainnya dapat menggunakan fasilitas Chipknip ini.

Chipknip sendiri telah diperkenalkan sejak tahun 1996 dan statistik menunjukkan bahwa transaksinya terus mengalami pertumbuhan yang signifikan yaitu sekitar 12% per tahun. Teknologi Chipknip yang dihadirkan ini sekaligus membuktikan bahwa perbankan di Belanda sudah sangat maju dan kreatif dalam menciptakan suatu teknologi baru bagi perbankan serta kemudahan bagi nasabah di Belanda.

– ditulis oleh Dimas Mulyawan

Iklan

13 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

13 responses to “#228 Chipknip, Inovasi Teknologi Perbankan di Belanda

  1. Wahhh….telat saya, tp gpp lah support buat mas Dim… Yg nulis artikel orang’a baik dan tidak sombong… 😀

  2. mantab artikelnya mas Bro…;)
    semoga di Indonesia segera terwujud, jadi kita ga usah ribet kalo mau bertransaksi..dan yang pasti para pemain perbankan harus gencar sosialisasi kegunaakan BUKAN hanya gencar berpromosi produk..sehingga masalah biaya / tarif kedepannya sudah bukan menjadi Issue di dunia Perbankan kita..

    • dimas

      betul…salah satu yg terpenting juga bila ini bisa terimpelementasi di indonesia adalah sosialisasi & edukasi dari perbankan. karena mereka lah yang memiliki produknya…

  3. tepi90

    seandainya semua sudah dalam 1 kartu (ATM, E-Money, KTP, SIM, dll), trus suatu saat kartunya ilang.. waahh bikin repot…hahah

    • dimas

      hrsnya malah bisa lbh mudah ya…karena semua data sudah terintegrasi jd satu…asal ga perlu lg ada minta surat kehilangan, ngisi form baru dan segala birokrasi lainnya…

  4. Eva Khopipah

    chipknip kapan ya ada di indonesia?

  5. emm…chipknip ini sebenernya mirip seperti konsep ‘single card to all’, semua nanti harus terintegrasi untuk berbagai bidang (telco,perbankan, dll) melalui single card ini, jadi nanti ga ada lagi banyak kartu didompet kita, cuma ada 1 kartu. di indonesia pun, sebenernya udah ada wacana pengembangan ini (berdasarkan Kominfo sih), tapi banyak yang musti dipikirin mulai dari kesiapan konsumen, perusahaan telco, perbankan, pemerintah (regulator)..

    untuk keuntungan pasti lebih mudah dan simpel, tetapi harus diketahui juga bahwa dengan cara single card to all akan rentan terhadap keamanan user, karena sudah terintegrasi dan konvergensi menggunakan single card

    nice post, =D

    • dimas

      betul sekali adit…intinya khan ga hanya chipknip, tp semua hal yg menyangkut data informasi (KTP,SIM,ATM,Kartu Kredit,E-Money,dll) diharapkan bisa terintegrasi dlm 1 kartu…thx 4 ur comment

  6. Chipknip kapan ada di Indonesia? inovasinya keren 🙂

    • dimas

      2015, indonesia akan mnghadapi masyarakat ekonomi asean (MEA) dimana semua hal yg mnyangkut ekonomi perbankan diharapkan sudah terintegrasi,termasuk model e-money spt chipknip ini…namun itu ga mudah,kendalanya adalah utk membentuk smart card model spt ini dibutuhkan investasi yg sangat besar, migrasi kartu magnetic stripe ke chip card yg mbutuhkan waktu…tp perbankan sendiri saat ini tengah mempersiapkan model spt itu…smoga aja bs segera terwujud 🙂

  7. ngimoel

    wah, tulisannya bagus!! pembahasan dan penggunaan bahasanya enak dan mudah dimengerti..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s