#242 Jembatan Kelas Dunia Buatan Belanda

“There are infinite possibilities. That’s the idea. Everything is in fact possible. Nothing is impossible. Sounds crazy, eh?” (Zeverbegen, Dutch Architect)

Mungkin kalimat itulah yang ada di benak arsitek jembatan di Belanda tak henti-hentinya melakukan inovasi meskipun awalnya terdengar gila. Tetapi Belanda membuktikannya kepada Dunia bahwa Belanda bisa membuat hasil karya nyata yang sangat menakjubkan. Sebuah hal yang sangat hebat bagi negara yang hanya punya penduduk sebesar 16.612.213 jiwa (Sumber : Bank Dunia, 2010). Belanda juga membangun sembilan buah jembatan darurat di Aceh pasca terjadinya gempa dan tsunami tahun 2004 yang ditinjau langsung oleh Menteri Luar Negeri Belanda saat itu, Bernard Bot.

Koninkrijk der Nederlanden atau Belanda memang sudah terkenal dengan arsitek dan kekokohan jembatan yang dibuatnya. Itu membuat saya tertarik untuk mengeksplor lebih dalam mengenai jembatan-jembatan buatan Belanda. Sangat banyak dijumpai jembatan peninggalan Belanda yang ada di Indonesia. ContohnyaJembatan Pasar Ayam yang sejak Indonesia merdeka bernama Jembatan Kota Intan yang sudah dibagun dari abad ke-17. Jembatan Kota Intan ini sering juga disebut sebagai Jembatan Jungkit karena pada tempo dulu jembatan dapat diangkat bila ada kapal yang melintas. Jembatan tua itu menghubungkan sisi timur dan barat Kota Intan di Jalan Kali besar barat, Jakarta Utara. Tentu saja masih banyak lagi jembatan karya negeri kincir angin yang berada di Indonesia yang menjadi saksi sejarah meskipun sudah beratus-ratus tahun namun masih tetap berdiri dengan kokoh dan gagahnya. Dalam membuat jembatan, Belanda seperti tak pernah kehilangan akal untuk membuat inovasi yang sangat sulit sekali kita bayangkan sebelumnya.

Menuju jembatan kelas dunia yang ada di Belanda. Ada sebuah jembatan di daerah Halsteren. Jembatan yang di arsitekturi oleh RO&AD Architectin ini seperti jembatan yang ada di kisah Nabi Musa , jembatan ini berada di dalam sungai. Nama jembatan ini pun dinamai Moses Bridge atau Jembatan Musa. Jembatan dengan panjang 50 meter ini berhasil menjadi Winner Building of The Year Awards 2011 kategori public facilities. (Sumber : Archdaily.com, 2011)

Menuju jembatan yang lain di Belanda yang dibuat tahun 2000 bernamaSlauerhoffbrug yang dikenal sebagai “Jembatan Angkat Melayang”. Jembatan ini berukuran 15 m x 15 m yang terletak di kota Leeuwarden. Jembatan ekor yang di desain Van Driel Mechatronica ini dapat cepat dan efisien diangkat dan diturunkan dari satu tiang yang sepenuhnya dijalankan otomatis.
Ada lagi jembatan yang khusus untuk pesepeda dan pejalan kaki yang bentuknya melintir. Namanya The Twist. Jembatan dengan panjang 42 meter yang menghubungkan distrik Holy-Zuid dan broekpolder melalui Vlaardingse Vaart ini berkarakter tiga dimensi dengan desain yang ekspresif dan tinggi jembatan yang selalu berubah adalah format yang sempurna untuk menyerap getaran sehingga memperkuat gerakan jembatan.

Terbukti jembatan buatan belanda menjadi salah satu karya besar bagi Dunia. Bagi Belanda, inovasi bukan berasal dari hal yang rumit. Inovasi bukan berarti meninggalkan apa yang yang di sekitar, namun bagaimana beradaptasi dengan lingkungan budaya setempat. Maka The Netherlands tak henti-hentinya untuk terus berinovasi dalam hal apapun. Semangat kreatifitas bangsa Belanda tersebut bisa kita contoh untuk Indonesia yang berpenduduk 14 kali lebih besar dari Belanda yaitu 237.641.326 jiwa (Sumber: Badan Pusat Statistik, 2010)

Mari kita Belajar dari Belanda! Selalu Kreatif dan Berinovasi!

– ditulis oleh Hendy Dwi Warmiko

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s