#243 Holland Coffee Shop

Mungkin beberapa hari yang lalu kita mendengar tentang demonstrasi di Tanah Air yang menuntut legalisasi ganja. Namun hal itu sepertinya sangat sulit direalisasikan karena Ganja dilarang oleh pemerintah melalui UU No. 35 tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika dimana ganja di Indonesia saat ini masih berstatus narkotika golongan 1, yaitu sejajar dengan heroin dan kafein. Lalu bagaimana di Belanda bisa membatasi ganja sebagai hak konsumsi pribadi?

Holland coffee shops . Itulah solusi yang dibuat oleh pemerintah Belanda yang membolehkan ganja untuk dikonsumsi pribadi. Holland coffee shops adalah warung kopi yang menjual ganja di Belanda. Penjualan ganja di Belanda sebenarnya memang ilegal. Tetapi Holland coffee shops ditoleransi dalam penjualan ganja dengan kriteria tertentu yang di sebut AHOJ-G kriteria yang berisi : tidak ada iklan, tidak ada penjualan obat keras, tidak menjual kepada orang di bawah usia 18 tahun, tidak menyebabkan gangguan publik dan tidak menjual lebih dari 5 gram per transaksi.

The drug policy of the Netherlands officially has four major objectives:

To prevent recreational drug use and to treat and rehabilitate recreational drug users;

To reduce harm to users;

To diminish public nuisance by drug users (the disturbance of public order and safety in the neighbourhood).
To combat the production and trafficking of recreational drugs.

Dutch Ministry of Justice menerapkan kebijakan toleransi yang disebutgedoogbeleid berkaitan dengan kategori “soft drugs”. Di dalam gedoogbeleid, konsumsi ganja maksimal untuk dikonsumsi pribadi adalah 5 gram. Tetapi tetap “cultivation is strictly prohibited”.

Sebuah polling pada November 2008 menunjukkan 60 % penduduk Belanda mendukung legalisasi “soft drugs” dan pada polling yang sama menunjukkan 85 % mendukung penutupan Cannabis Coffee Shop yang terletak 250 meter dari sekolah.

Menurut Cindy Farizyformer Chief of Demand Reduction for the United Nations Drug Control Programme dalam laporannya yang berjudul The Mechanics and Dynamics of the UN System for International Drug Control yang mengatakan bahwa Banyak negara memutuskan untuk tidak menerapkan sanksi pidana penuh terhadap orang yang memiliki “soft drugs” untuk konsumsi pribadi. Konvensi menyatakan bahwa harus ada suatu sanksi pidana berdasarkan hukum dalam negeri tetapi tidak menyatakan bahwa pada saat itu juga sanksi harus diterapkan.International Narcotics Board telah dikritik banyak negara termasuk Kanada untuk mengizinkan penggunaan cannabis sebagai “soft drugs”. Inggris juga mengusulkan untuk down grade klasifikasi ganja.

Turis secara hukum dilarang memasuki Cannabis Coffee Shop sebagai pembatasan baru yang sudah berlaku sejak awal 2012. Pembatasan tersebut bertujuan untuk mengatasi gangguan dan kriminalitas yang berhubungan dengan ganja dan indikasi perdagangan ilegal “soft drugs” tersebut. ( Sumber : surat dari Dutch Health and Justice Ministers yang dikirimkan ke Dutch Parliament)

Berkaca kepada Belanda tentang coffee shop , sepertinya di Indonesia sangat sulit sekali untuk mencontoh Belanda yang bisa membatasi penggunaan ganja.
“Kalau untuk dilegalkan agak susah. Kenapa? Takutnya ganja itu jadi gerbang untuk legalisasi narkoba lainnya. Nanti mulainya ganja masuk kelas lainnya” . Ujar Dirjen Rehabilitasi Sosial, Makmur Sanusi.

Jadi, pemerintah Indonesia jika mau legalisasi ganja harus bisa berkaca kepada pemerintah Belanda yang bukan berarti melegalkan ganja tetapi sangat membatasi hanya 5 gram dengan harga yang mahal untuk konsumsi pribadi. Hukum di Indonesia belum seketat Belanda untuk melegalkan ganja. Keputusan tersebut bila di salahgunakan untuk kepentingan kelompok tertentu yang terjadi adalah transaksi ganja dengan dosis yang berlebihan dimana-mana yang tentu saja bisa merusak moral bangsa. Jadi untuk saat ini, keputusan untuk menolak legalisasi ganja sangat tepat.

– ditulis oleh Hendy Dwi Warmiko

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s