#244 Pesan R.A. Kartini : “Tuntutlah Ilmu Hingga ke Belanda!”

Pesan dari salah satu Pahlawan Nasional Tanah Air yang selalu diperingati setiap tanggal 21 April. Beliau sangat memperjuangkan hak-hak kaum hawa, siapa lagi kalau bukan Raden Ajeng Kartini. Pesan dari R.A. Kartini yang satu ini terkesan misterius. “Tuntutlah Ilmu Hingga ke Belanda!”. Saya sendiri bertanya-tanya.  Mengapa harus ke negeri kincir angin?

Dalam makna nyatanya, R.A. Kartini berusaha merekomendasikan generasi muda penerus Bangsa untuk menuntut ilmu di Belanda. Apakah pernyataan singkat dari R.A. Kartini saat itu masih relevan dengan konteks saat ini?

Pada zaman kolonial dahulu memang banyak tokoh menjadikan Belanda sebagai negara tujuan utama dan mungkin satu-satunya untuk melanjutkan studi. Tetapi di masa sekarang yang sudah banyak universitas berkualitas yang berada di selain Belanda. Masihkah Belanda menjadi pilihan utama?

Menurut data yang dirilis Nuffic tahun 2011. Mahasiswa asal Indonesia yang studi di Belanda adalah sekitar 1500 mahasiswa. Hal itu tentu saja jumlah yang tidak sedikit.

Mungkin ada beberapa alasan untuk melanjutkan studi di Belanda. Dari 200 universitas terbaik dunia, 11 diantaranya ada di Belanda. Di Belanda kita bisa berlatih mandiri dan aktif. Belanda juga termasuk langganan penerima Nobel dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan. Sehingga pantas Belanda jika disebut Surga bagi ilmu pengetahuan dan pendidikan. Dalam segi Seni dan Budaya, Kreasi seninya terlihat di segala aspek, mulai dari museum, arsitektur, produk industri dan ketertarikan terhadap sastra. Tak mengheran jika kemudian di Belanda terdapat beberapa jurusan sastra budaya Indonesia seperti Sastra Jawa dan Sunda. Di bidang arsitektur, Belanda juga memainkan peranan penting. Selama abad 20, Belanda telah mengembangkan arsitektur modern. Mulai tahun 1980an sampai sekarang, Belanda menjadi salah satu tempat di dunia dengan arsitektur terbaik dan juga menjadi referensi bagi para arsitek terkenal di dunia. Belanda juga menjadi kiblat tata kota dunia. Masih banyak bidang seperti pertanian, peternakan, lingkungan hidup yang layak dijadikan sebagai teladan.

Masyarakat Belanda dikenal dunia sebagai masyarakat multikultural yang sangat ramah dan bertoleransi tinggi sehingga mahasiswa asing akan merasa di negeri sendiri. Integritas masyarakat Belanda juga bisa dilihat dari sikap dan perilaku pejabat pemerintahannya yang mengedepankan profesionalitas namun tetap bersahaja. Pada tahun 2011 ini, pemerintah Belanda setidaknya mengucurkan dana beasiswa bagi mahasiswa asal Indonesia sebesar 5-6 juta euro atau setara dengan 7-8 juta dollar AS. Angka yang sangat fantastis.

Terjawablah pesan singkat dari Pahlawan Nasional kita,R.A. Kartini. Beliau  menitipkan cita-cita besarnya pada kita semua yaitu generasi muda Indonesia, karena beliau percaya kita pasti bisa. Kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan bangsa lain. Kita hanya perlu bersemangat lebih tinggi, percaya diri, belajar lebih keras, yakin kita bisa. Apalagi dengan kultur belajar yang kondusif di Belanda sehingga lahirlah SDM-SDM handal dan profesional di segala bidang.

Sebesar 98 % mahasiswa asal Indonesia setelah selesai menempuh studi di Belanda maka pulang ke Tanah Air. Semoga kreativitas, disiplin, perilaku, dan hal-hal yang baik yang di dapat dari negeri kincir angin tersebut bisa memberikan kontribusi untuk Tanah Air kita tercinta. Indonesia! Semoga SDM-SDM yang berkualitas inilah yang nantinya akan mengantarkan Indonesia menjadi negara besar dan teladan bagi dunia . Jayalah Indonesia!

Dan jangan lupakan pesan R.A. Kartini : “Tuntutlah Ilmu Hingga ke Belanda!”

– ditulis oleh Hendy Dwi Warmiko

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s