#246 Menyihir Dunia Lewat Bunga Tulip

Ajaib dan menakjubkan! Mungkin itulah kata-kata yang bisa mewakili Belanda sebagai negeri Tulip. Bagaimana tidak ajaib, wilayah Belanda yang berada di bawah permukaan laut bisa membudidayakan tulip dengan sempurna, padahal di daerah asalnya yaitu Turki, bunga tulip hanya tumbuh di daerah pegunungan. Dan yang menakjubkan adalah hanya dengan berbekal bunga tulip, Belanda menjadi pengekspor terbesar ke-3 di dunia! Luar biasa!

Berawal dari penelitian oleh seorang peneliti botani dari Universitas Leiden bernama Carolus Clusius pada abad ke-16. Ia berhasil membuat bunga tulip tumbuh berkembang dengan baik di daerah yang berada di bawah permukaan laut itu. Bahkan ia juga berhasil melakukan rekayasa yang menghasilkan tulip dengan berbagai variasi warna yang cantik.

Pada abad ke-17 keindahan bunga tulip semakin ramai dibicarakan seluruh negeri. Pecinta tulip mengumpulkan dan bereksperimen memilih tulip dan memunculkan jenis baru. Apalagi setelah tumbuh jenis tulip langka akibat virus mozaik membuat orang bersaing untuk mendapatkannya. Harga tulip menjadi sangat mahal. Bahkan ada beberapa jenisnya yang seharga dengan rumah.

Tahun 1635, satu set bunga tulip berisi 40 tangkai dihargai hingga 10000 florin, melebihi jumlah gaji kalangan menengah yang hanya 150 florin. Seakan saat itu dunia tengah dilanda demam tulip, tahun 1636 bunga tulip menembus bursa saham dan merupakan tujuan investasi yang paling diminati. Banyak yang rela menjual rumah, tanah, dan harta mereka hanya untuk berinvestasi dengan bunga ini.

Seiring berjalannya waktu, peneliti Belanda terus berinovasi guna mempertahankan gelar mereka sebagai negeri tulip dan surga bunga dunia. Mereka semakin menguasai efesiensi lahan yang cocok dan sistem pengairan tepat untuk bunga tulip mereka, juga mengatasi masalah emisi karbon pada rumah kaca bunga tulip yang disebut berpotensi tidak ramah lingkungan, dengan membuat rumah kaca baru yang mampu menyimpan panas pada saat musim panas untuk digunakan pada musim dingin. Caranya dengan mengubah panas menjadi listrik.

Maka dari itu, peminat bunga tulip Belanda hingga kini masih sangat banyak. Bunga tulip juga akhirnya menjadi tulang punggung ekonomi Belanda, yang bisa meraup devisa lebih dari US $2,4 milyar dari ekspor langsung, dan mencapai US $13 hingga US $20 jika ditambah dengan sistem lelang. Setiap tahunnya sejumlah uang bernilai lebih dari 4 milyar euro atau sekitar 54,3 trilyun rupiah terus berputar diΒ Belanda hanya dengan bisnis bunga tulip ini!

Belanda semakin dijuluki sebagai pangsa pasar tanaman dunia lewat festival bunga yang mereka adakan tiap tahun. Bunga tulip bermekaran mulai dari bulan Maret-Agustus. Dan tahun 2011 lalu merupakan panen raya bunga tulip yang spektakuler!

Puluhan ribu wisatawan berbondong-bondong ke Belanda untuk melihat festival bunga-bunga yang cantik ini.

– ditulis olehΒ Fauziyyah Putri Awalia

26 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

26 responses to “#246 Menyihir Dunia Lewat Bunga Tulip

  1. M. Agustia Ramdan

    Nice info…terus berinovasi dengan ide segar yang membangun demi terwujudnya motivasi bersama menjaga keindahan dan kelestarian bumi”. – Go Green Indonesia.

  2. hilman

    artikel yang cukup bagus, banyak berlatih ya Put ! ga usah jauh jauh , deh ! misalnya asal muasal mochi yang kenalnya disukabumi padahalkan asli jepang, moga sukses

    • Fauziyyah Putri Awalia

      oooo iyaaa πŸ˜€ okedeh siap ! πŸ˜€
      makasi juga masukannya, nanti boleh deh bikin artikel tentang mochi haha πŸ˜€

  3. fajree

    tulisan yang bagus, dan meinspirasi

    hai, teman , salam kenal, mari berbagi tulisan ,saya juga peserta kompiti blog!
    kemenangan bagi saya adalah ketika orang lain dapat membaca tulisan saya dan bermanfaat tentunya.
    jadi selamat membaca !

    https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/17/511-perhiasan-jendela-dunia-extreme-creativity-from-netherlands/#comment-2308

    • Fauziyyah Putri Awalia

      hehe terimakasih sudah mampir disini dan dibaca artikelnya πŸ˜€

      salam kenal juga yaa πŸ˜€ oke, saya akan mampir disitu πŸ˜€

  4. tia

    wow…apapun yg dikerjakan dengan sungguh2,,hasilnya luarrr biasa…

  5. UNIK

    Belanda boleh bangga dengan tulip nya, tapi kita juga jangan kecil hati. Kita di warisi ribuan pulau-pulau yang indah namun belum terjamah dan belum tersosialisasikan. Sebagai anak bangsa yang cinta negaranya yuukk !!!! sedikit demi sedikit kita promosikan ke UNIK-an πŸ˜€ apa saja yang ada di Negara Indonesia tercinta ini πŸ˜‰

  6. Kreativitas bisa sangat tinggi harganya. Mereka saja bisa, kenapa kita tidak? Ini menjadi pertanyaan yang harus kita renungkan dan cari solusinya, supaya negara kita juga bisa berkreativitas dan menjadikan hasil karya tersebut sebagai salah satu komoditi penting penunjang perekonomian negara.

    • putriputrif

      setuju sama gagah, sebenarnya kita bisa saja memiliki komoditi ekspor khas Indonesia yang bisa melebihi Tulip Belanda, toh kekayaan alam kita luar biasa banyak. Sayangnya mayoritas penduduk kita masih rendah terhadap pendidikan sehingga tidak tahu bagaimana cara yang baik mengelola kekayaan alam kita untuk bisa dijadikan komoditi ekspor terbesar seperti halnya tulip milik Belanda.

  7. speechless… ajib en keren bgt Put, coba ada di Indonesia ya tuh bunga…he

  8. hersamin

    wow nice posting ,I wish I was there (in the garden). Tulips is the life πŸ˜€

  9. lanjut tulis artikel lainnya put..

  10. yudi wahyudin

    bukti nyata apapun kalau dikelola secara serius dan profesional pasti hasilnya akan luar biasa…

  11. Cuma mau bilang, kapan ya bisa kesana hmm. Keep writing :))

  12. nice article sist πŸ˜‰ siapa coba yang gak tertarik sama bunga tulip, bunga cantik dari belanda itu πŸ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s