#252 Menemukan Jati Diri melalui Seni Teater: Belanda dan Indonesia

Ketika Belanda terkenal dengan teknologi Mobil Terbang, Seni Arsitektur yang fantastis, hingga menjadi Negeri paling bahagia ke-4 di dunia, bagaimana seni budayanya? Khususnya seni pertunjukan..??
Hmm.. Senang sekali saya mendapatkan “oleh-oleh” dari Belanda, lebih tepatnya sihcerita kehidupan disana dari seorang Dosen. Ternyata seni Teater di Belanda memiliki daya tarik luar biasa. Pengunjung hingga pemainnya berasal dari berbagai usia. Setiap tahunnya, ratusan pertunjukan diputar di Belanda. Mereka sangatappreciate pada teater, sehingga setiap ada pertunjukkan, museum-museum Teater hampir selalu penuh pengunjung.
Informasi itu menggelitik pikiran saya untuk mencari tau lebih lanjut. Sepertinya teater bukan hal yang bisa diremehkan. Bagaimana tidak, melalui teater kita bisa mengekspresikan kebebasan dalam mengeksplor kreatifitas. Lebih dari sekedar seni drama, teater merupakan seni yang kompleks yaitu kolaborasi seni lainnya, seperti tari, musik, desain kostum, panggung, dll.
Di Belanda, ternyata teater tidak hanya sebagai hiburan, namun juga diteliti dan dikaji ilmuan maupun seniman. Misalnya Utrecht Universiteit, menyediakan Teather Studies (for first Graduate) dan Performance Studies (for Bachelor). Kita bisa mengkaji seni teater secara akademis sekaligus mempraktekkannya. Proses eksplorasi terus dilakukan, sehingga menciptakan range of ideas yang tidak terbatas. Ada yang membangun performances, ada juga yang mengkajinya. Kajiannya, biasanya mengenai nasionalisme, gender, identitas, dsb. Paduan kekreatifitasan dan eksploratif menghasilkan Art Works yang luar biasa!!
 Mereka sangat tertarik dengan filosifi-filosofi, seperti Professor Maaike Bleekermengkaji teater berjudul Will You Ever Be Happy Again?, yang menceritakan bahwa nasionalisme dapat mempengaruhi identitas seseorang.
Ketertarikan pada teater membuat Belanda membangun museum-museum teater, seperti:
Utrecht
Rotterdam
Bagaimana dengan Indonesia? Seni pertunjukan apa yang kita punya?
Wayang dikenal sejak zaman prasejarah. Berkembang di Jawa dan Bali. Wayang digunakan masyarakat animisme Indonesia, memuja roh nenek moyang.
Merupakan seni pertunjukan Bali, isinya memadukan unsur-unsur drama non-tradisional Bali dengan unsur-unsur tradisional Bali. Berkembang di Bali sekitar 1967.
Ketoprak populer di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Ketoprak sangat memperhatikan tingkatan bahasa yang digunakan (bahasa jawa biasa, jawa kromo, atau kromo inggil).
Contoh diatas, sebagian kecil dari seni teater di Indonesia. Mereka memiliki karakteristik berbeda, unik! Kalau Belanda, menampikan Teater Kontemporer atau Modern, dengan keunggulan teknisnya, teater kita lebih menonjolkan nilai-nilai budaya dengan penyajian sederhana. Cerita-ceritanya berasal dari kehidupan masa lalu sesuai kepercayaan masing-masing daerah. Biasanya disajikan pada ritual keagamaan, siklus hidup (kelahiran, pertumbuhan, kematian), hingga hiburan.
Nah.. Ketika kita takjub menyaksikan teater modern dengan kecanggihannya, kita akan merasakan sensasi berbeda saat menyaksikan Teater ala Indonesia. Misalnya, saat saya menyaksikan pertunjukan Wayang. Unsur jawa yang kental, menciptakan aura tertentu. Namun jenis penyajian Wayang sangat unik, berupa proyeksi bayangan. Menarik!
Sebenarnya seni teater Indonesia menarik bila dikaji secara akademis. Sayangnya, masih sangat sedikit yang mengkajinya. Budaya tradisional kerap dianggap kuno. Namun kita bisa belajar dari budaya tradisional sekaligus dari seni teater Belanda yang sudah modern.
Finally, modernitas dan tradisi bukan sesuatu yang selalu berlawanan. Keduanya bisa dikolaborasikan secara kreatif untuk menciptakan masyarakat yang lebih berbudaya namun kritis dan peka akan perubahan sosial.
– ditulis oleh Yunita Dian Absary
Iklan

124 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

124 responses to “#252 Menemukan Jati Diri melalui Seni Teater: Belanda dan Indonesia

  1. Ping-balik: Joined blog Competition | absaryyunita

  2. Agradi Aryatama

    artikelnya menarik banget, setelah saya liat video art worksnya jadi keinget salah satu videoklipnya radiohead.mungkin kita harus meniru belanda dalam pengembangan budaya mereka, di indonesia masih sedikit sekolah kejuruan yang mengkususkan diri dalam budaya, selain itu kebudayaan lama mulai tergeser dengan kebudayaan luar yang kurang cocok dengan etika di negara kita. kita mungkin harus belajar dengan orang orang jogjakarta, mereka bangga dengan warisan budaya mereka dan tetap mengembangkan budaya mereka.

  3. Haiiii..Salam kenal

    Lewat tulisanmu, generasi muda disadarkan untuk semakin menghargai keanekaragaman bangsa sendiri dan mulai memupuk rasa cinta. Menurut gw sesuatu yg tradisional itu bukan berarti kuno atau ketinggalan jaman.
    Hari gini yg vintage tuh lebih seru karena lebih orisinal 😀

    Kunjungan balik boleh dong 🙂
    https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/03/40-belanda-pionir-majalah-playboy-edisi-lesbian-pertama-di-dunia/

    Salam kreatif!

  4. fajree

    wah belanda kreatif dan sangat mengesankan ya. tentunya tak mudah mempertahankan budaya yangb sudah ada untuk terus menjadi jati diri dimasa yang sekarang.

    sangat menarik. nice article.sagat bermanfaat
    salam kenal teman2 semua:)
    saya juga peserta kompiti blog.

    ketika teman2 membaca tulisan saya dan dapat mengambil manfaatnya itu sudah merupakan kebahagian dan kemenangan tersendiri bagi saya 🙂
    mari berbagi tulisan 🙂
    slamt membaca. mudah2an bermanfaat 🙂
    https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/17/511-perhiasan-jendela-dunia-extreme-creativity-from-netherlands/#comment-2591

  5. firofero

    Awesome sekalii . waaaaah , kagum sekali dengan Belanda yang mampu memberikan Inovasi terus dan tentunya memberikan dampak positiv bagi Indonesia 🙂

  6. bina

    yah imo, tulisannya bagus. runtut.
    yap aku juga pernah baca, kalo seni teater ato yah hal-hal yang berhubungan dengan arts itu sangat diminati oleh the dutch. bahkan, saking diminatinya, ada kajian juga lho yang ngebahas tentang seni pertunjukan jalanan. 😀 menarik banget kan?
    pertama kaget juga, ada ya orang yang sebegitu tertariknya sama seni pertunjukan jalan sampe muncul dalam kajian ilmiah. hehe..
    well, eventually, i hope the best for you, iyaq. hopefully u’ll win this competition, and catch up with somebody who’s waiting in frankfurt soon. 😛 ciao.

    • Yunita

      Teater jalanan? Wouuw… kereen deh kyknya. SUPER KREATIF yaa Belanda itu.. Ada-adaa aja… nggk berhenti berinovasi dlm sgala bidang. ckckckc..
      hmm,, btw, doamu tersirat.. Hahahahaha… Tp kn ttp tjuan utama ke Belanda hehehe 😀 makasih-makasih..

  7. karin

    Akhirnya saya bisa baca juga nak, artikelnya sangat menarik , membandingkan dua budaya dari dua negara yang sangat berbeda, yaitu Indonesia dengan Belanda, namun tak dipungkiri, negara Belanda banyak memberikan kontribusi dan berpengaruh pada perkembangan budaya negara kita yang sudah kaya dengan berbagai macam budaya,
    Mungkin lebih sedikit diperdalam lagi pembahasannya, akan lebih menarik.Nanti ditunggu tulisannya lagi yah kalau kamu sudah sampai di sana , amiiiiiin! 🙂

  8. Daniel

    Artikelnya menarik banget. Aku suka membaca bahwa ada orang Indonesia yang tertarik pada budaya Eropa. Biasanya banyak orang Indonesia memperlakukan hal-hal setempat, tidak ada kemungkinan kuliah budaya Eropa di universitas, sungguhpun diinginkan. Di Eropa tidak ada kesulitan menemukan universitas yang memberikan mata kuliah yang berkaitan dengan budaya Asia, bukan? Ketika kamu ke Eropa suatu hari (semoga berkat blog ini), kamu akan mengalami diri sendiri.

    Meskipun demikian, aku pikir budaya Indonesia (bahkan yang dari Jawa) lebih kaya daripada budaya Belanda, makanya sulit membandingkannya saling. Tapi aku berharap kamu mendapatkan kemungkinan mengetahui kekayaan budaya teater Belanda yang kamu harapkan mengalami kalau boleh ke Belanda. Ketika kamu sudah di Universiteit Utrecht seterusnya, aku pasti akan mengunjungimu di Belanda, atau kalau kamu boleh ke Jerman, kita ketemu di Frankfurt, oke? Semoga kamu berhasil. 🙂

    • Yunita

      Wahahahahaa.. kemampuan berbahasa indonesiamu semakin baik Daniiii, Good Job!! 😀 thanks a lot for your support.. 🙂
      Yaaah, aku sgt berharap bisa ke Eropa khususnya ke Belanda, dan mgkin bisa mampir mengunjungimu di Jerman 🙂 Terimakasih selalu menungguku datang kesana, kuharap kamu nggak bosan menunggu hahaha.. 😀

      Ide-ide keatif Belanda dalam memaknai sebuah “seni”, memang bisa menjadi inspirasi buat indonesia untuk lebih mengolah budaya kami.. Nggak ada salahnya, belajar dari negara lain. Aku salut banget dengan Belanda, karena saat aku browsing, sangat mudah menemukan universitas yang memiliki mata kuliah yang berhubungan dengan budaya beserta ilmu kajiannya, seperti Theater Studies yg aku angkat di blog ini 🙂 Belanda kreatif dgn banyak cara, dan slh satu cara ini yaitu, seni + pendidikan. Semoga suatu saat aku benar-benar bisa menyaksikan teater beserta kajiannya di Utrecht secara langsung.. hehe 😀

  9. Rofiq

    Iseeng sambil baca2 tulisanmu (lagi) + komen2 di blog ini, .Kalau diperhatiin sebagian besar komen2 dsini ngebahas tentang budaya kita, yang masih kurang diperhatikan, cara pengelolaanya, dsbgainya.. Saya setuju.. Kita butuh “Perubahan”..
    Tapi, poin penting yang bisa ku ambil yaitu KEKREATIVITASAN BELANDA YANG MEMADUKAN SENI DENGAN EDUCATION. Bagaimana sebuah seni itu bisa berkolaborasi dengan dunia pendidikan, sehingga seni tdk hnya untuk dinikmati tapi juga dikaji. Ini merupakan slh satu bentuk kekreativitasan Belanda yang dituangkan dlm bentuk yang berbeda. Kekreativitasan di Belanda tidak hanya terbatas pada seni-seni yang disimpan dalam museum, lukisan, kecanggihan teknologi, disain interior, arsitektur yang megah, dll. Tp kreatif itu sangat luas..
    Dan tulisan ini memberikan warna yg berbeda, gmn sih caramu memandang “DUTCH CREATIVITY”, sesuai dg tema kompetisi ini.. Yaitu dengan teater.
    Tulisan ini bisa menjadi pelecut kita untuk bangkit, bukan untuk merendahkan seni teater tradisional kita yg sering kali dianggap kuno. Kita bisa mmpelajari itu melalui sistem yg diterapkan di Belanda.
    Salut banget buat orang-orang kreatif Belanda, sangat menginspirasi.. dan salut buat km yun, sama perspektifmu memandang “kreatif” dg cra yg berbeda. Semangat ya!! Semoga sukses 😉

    • Yunita

      hehehehe.. RETWEET banget mas.. Belanda punya buanyak cara untuk mengeksplor ide-idenya.. Ngaak cuma melalui disain, lukisan, museum, arsitektur, bahkan teknologinya. Tapi jg kreatif dg cara yang berbeda, kreatif dengan EDUCATION yang akirnya menjadi sesuatu yang menarik. ini kan jg bisa jadi bagian pelestarian budaya mereka sendiri.. Aku sndri jg jd smpet terkagum-kagum. smpe sgtunya Belanda itu peduli pd budayanya.. Belanda benar-benar menginspirasi! 🙂

  10. good blog, good article.. tema yang diangkat bisa cerminin gimana Indonesia sekarang, waaah kalo uda tau kaya gini generasi muda Indonesia harus bergerak buat majuin Indonesia toh seni kita lebih bervariasi gak kalah dibanding seni dari negara-negara di seberang sana.

  11. novrizky

    Indonesia punya banyak budaya yang belum dipublikasikan semoga banyak acara- acara yang bertemakan ttg budaya indonesi sehingga budaya di indonesia ini bsa dikenal luas oleh masyarakat dalam negeri maupun luar negeri

  12. Arul Sanjaya

    Kerennn… hahahah…

  13. belanda? aku sih pengen kesana. liat langsung budaya belanda yang ditampilin di blog ini. 😀

    • yunita

      wkwkwkwk…. aku jg pgn bgt kesana.. Siapa juga yang nggk kepengen pergi ke slh satu negara plg kreatif di dunia.. it’ll be AWESOME.. 😀

  14. Seni di Indonesia kurang berkembang mungkin karena kita terlalu “menjaga” keaslian budaya. Padahal budaya dan peradaban terus berkembang. Mungkin bisa dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat berinovasi. Belanda bisa, kita juga harus bisa

    Kunjungan balik boleh? bedankt voor reacties 🙂 https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/11/168-industri-kreatif-belanda-keunikan-yang-menguasai-dunia/#comment-1132

  15. kandi tomasoa

    inspiring post yunita…. ayo kapan2 kita nonton wayang bareng, trus kita cb analisis….aku pnya bnyk artikel ttg performance studies yg aku bawa dr Utrecht… 🙂 kl ntn pilm rame2 kan udh biasa…wayang donk sekali2…yuuuuuk

    • yunita

      Wah.. ini nih bu dosen yang memberikan informasi yang menggelitik pikiran saya,.. 😀
      Capcuus deh bu.. Saapa tau bsa jadi PELOPOR theater studies di Indoneseia. hehehe… bisa buat bahan skripsi jg nggk yaaa? hehehe..

  16. Setuju dengan bagian ini:
    “Modernitas dan tradisi bukan sesuatu yang selalu berlawanan. Keduanya bisa dikolaborasikan secara kreatif untuk menciptakan masyarakat yang lebih berbudaya namun kritis dan peka akan perubahan sosial.”
    Sebagai penikmat wayang kulit, saya rasa perlu untuk menggugah minat masyarakat, khususnya yang muda, untuk kembali menikmati seni tradisional Indonesia dengan cara yang kreatif. Karena banyak nilai moral yang terdapat dalam cerita yang dimainkan dalam wayang kulit.
    Nice post, keep up with good works. 😀

    • yunita

      Makasih karis 🙂
      Sepertinya bakal sgt menarik kalau bisa lebih serius dalam mempelajari sekaligus menerapkan ide-ide kreatif seperti yang Belanda punya, untuk mengembangkan budaya kita tentunya. hehehee 😀
      Belajar dari bekas negara yang pernah menjajah kita bukan suatu hal yang buruk kok.. Mari belajar pada negara yang sangat kreatif ini!!! 😀

  17. Rahma Julma

    nice topic yaaak 😉
    Indonesia sendiri selalu punya sisi menarik untuk dibahas, terlebih masalah kekayaan budaya. sayangnya, memang kian lama seolah budaya tersebut kian diabaikan. pemuda-i terlalu terbawa arus modernisasi. disini kita juga dapat melihat bagaimana negara barat, Belanda khususnya dapat mengelola budaya mereka begitu baik, melalui hal tersebut tentunya kita dapat belajar untuk memperbaiki diri sendiri khususnya dalam memandang dan menghargai serta menjaga budaya kita sendiri.
    Always, kita harus sadar bahwa kita, pemuda, yang memegang peranan dan pengaruh besar untuk masa depan bangsa. Iya kan? 😀
    Maybe kalau nanti di eksplore lagi tulisan ini, bisa dilakukan research tentang pengaruh Belanda terhadap budaya di Indonesia. karena kita tentu tahu bahwa 350 tahun dulu Belanda menduduki negara kita sebelum merdeka, mungkin memiliki relevansi khususnya dalam bidang budaya yang menarik dan dapat diangkat, hehe.
    Nice job and good luck iyaaak!! 🙂

    • yunita

      Yoii julmaa…. 😀
      Belajar dari negara lain itu sangat halal, apalagi belanda,, Meskipun suda menjajah indonesia selama 350 tahun, bukan berarti belanda jadi musuh kita.. Namun Belanda bisa menginspirasi dan lebih memotivasi kita untuk lebih kreatif dalam mngembangkan ide-ide, khussnya budaya.. Indonesia sebenarnya nggak kalah, tapi nilai lebihnya yaitu Belanda LEBIH BERANI mengeksplor ide-ide gilanya.. Kalau melihat sekreatif apa Belanda rasanya pas untuk mengatakan, “Tidak ada yang tidak mungkin, selama kita memiliki niat” 😉

  18. sutanwijaya

    Nice Post. Lebih bagusnya lagi bila penulis lebih paham dengan apa yg ditulis. Ada beberapa yg sedikit kurang pas dibaca. Misalnya ketika penulis mengulas tentang penggunaan bahasa pada pementasan ketoprak. Sepengetahuan saya, bahasa jawa memiliki tingkatan : jawa ngoko, ngoko alus, krama, dan krama inggil. Bukan “bahasa jawa biasa”

    Tapi keseluruhan luar biasa baik. Terimakasih.

  19. Savina

    Nice post! Indonesia memang butuh banget “awakening post” sperti ini ditengah gegap gempita modernitas yang kian membutakan mata kita akan budaya dan harta tradisional indonesia yang sehrusnya bisa digali dan diperkaya dengan unsur2 modernitas yg tak meninggalkan keaslian budaya tradisional. Kita bisa sebenarnya, namun niat harus ditimbulkan sejak dini, lewat siapa lagi klo bukan lewat kita para muda mudi generasi penerus bangsa,,semoga makin hari makin banyak pemuda indonesia yg dapat memanfatkan media modern untuk saling menyadarkan akan pentingnya pengelolaan budaya tradisional indonesia demi masa depan budaya indonesia yg lebih indah dari sekedar teater indah di negeri belanda :*

    • Yunita

      hehehehe makasih vina 😀
      Yaapp,, kekreatifitasan dalam menghargai budaya di Belanda memang patut kita acungin jempol. SUANGAAR!! Kita jugga bisa mengambil pelajaran berharga dari hal ini.
      Ini masih sebagian kecil ide-ide kreatif yang mereka eksplor loh..
      Tentuuu kita bisa menerapkannya, tapi tetap mempertahankan originalitas budaya tradisi kita. masih banyak yang bisa kita galih dari budaya kita.. Bukan hanya generasi muda, tapi pemerintah juga ikut andil. hehehee…

  20. alnov

    wah artikel yang bagus. Membangun kita untuk semakin memelihara dan memperhatikan unsur unsur seni budaya kita. Intinya jangan sampai kalah sama Belanda. Di era modern ini kita harus bisa manfaatin untuk mempromosikan budaya budaya kita ke seluruh dunia. Semoga dengan artikel ini jiwa jiwa muda bisa memelihara dan mempelajari budaya budaya Indonesia.

    • Adit

      Semoga artikel ini, nggak cuma jadi artikel penyemarak kompetisi ini, tapi bisa jadi bahan evaluasi buat kita semua.. Mskipun belanda pernah menjajah indonesia, belum tentu segala hal ttg belanda itu buruk. Kekreatifitasan negeri kincir itu bisa menjadi motivasi buat kita agar lebih mengeksplor “ide-ide gila”.. Nah, salah satunya melalui seni teater.. Kuakui, belanda emang keren banget bisa sangat mengeksplor seni teater sampai dikaji pula, tapi bakal lebih keren lagi kalau indonesia juga bisa membangkitkan seni pertunjukan tradisionalnya.. Pelan-pelan tapi pasti.. Ciayoo!! 😀

      • yunita

        iyaa,, wktu browsing itu smpai geleng-geleng bacanya.. yang ada dibenakku cuman “kok bisa ya? gimana cara memulainya? gmn cara manage nya?” Keseriusan itru sgt penting,,
        Dutch benar2 negara kreatif, nggk cuma ide tapi juga managementnya.. Saluut buat Belanda!!

        Semoga seni pertunjukan di negara kita bsa lebih berkembang yaa,, Aamiin aamiin hehehe..

  21. yanuar satria putra

    sebuah tulisan yg menarik tentang sebuah seni budaya dimana dalam tulisan ini saya menangkap dua hal yg berbeda modernitas dari Belanda dan tradisional dari Indonesia namun membawa benang merah yaitu seni teater, meski dengan penyajian yg berbeda namun masing memiliki ciri khas, modernitas tidak serta merta superior terhadap tradisional sebaliknya yg membawa tradisional tidak hilang melawan modern justru dengan keunikannya masing2 menurut saya bisa saling mengisi.
    jika melihat bagaimana perhatian masing2 negara terhadap seni terutama seni teater yg telah menjadi kajian sebuah displin ilmu di Belanda sementara di Indonesia mungkin hanya sebatas produksi atau mungkin ada juga yg mengkaji namun tidak sampai pada tahap disiplin ilmu, hal ini bisa jadi karena di Belanda, perhatian penduduk atau bahkan pemerintah dalam kesadaran akan seni ini sangat baik sehingga dapat mencapai taraf dimana seni bisa menjadi sebuah kajian ilmu tersendiri, Lain halnya di indonesia dimana perhatian pemerintah masih berkutat tentang kesejahteraan rakyatnya bahakan mungkin masih bingung dengn apa yg harus dilakukan, plus dari rakyatnya yg sebagian besar sudah kurang menaruh perhatian tentang seni budayanya. namun agaknya bukan tidak mungkin suatu saat indonesia dapat memberikan perhatiannya secara khusus terhadap seni yg saya yakin bahwa masalah kekayaan budaya, indonesia tidak kalah dengan negara lain apalagi dengan kecerdasan bangsa ini yg suka “otak-atik gathuk” dengan sangat kreatifnya sehingga menambah kekayaan budaya asli, kuncinya adalah kesadaran serta manajemen yg baik terhadap seni budaya. 🙂

    • Yunita

      wahaaay nicee conclusion again!! 😀
      Ternyata taraf hidup masyarakat di sebuah negara juga bisa mmpengaruhi minat mereka tentang budaya, sejauhmana budaya itu diperhatikan oleh masyarakat maupun pemerintah sendiri,,
      Keren-keren.. haha.. Mas yanu, apa mksd otal-atik gathuk yaa?? 😀

      • yanuar satria putra

        kesejahteraan ya… mungkin bisa dibilang begitu, namun selain itu sebenernya kesadaran akan budaya juga penting yg harus dikenalkan kembali dan ditanamkan pada generasi2 muda sekarang sehingga pada saat indonesia sudah maju, budayanya gak serta merta hilang tapi dapat dibawakan dalam secara modern pula
        otak-atik gathuk itu bisa dibilang suka berkreasi dengan menggabungkan unsur2 yg kemudian menjadi sesuatu yg baru 🙂

      • Yunita

        ooow begitu,,, tambahan pengetahuan lagi nih,, hehe..
        Berarti bisa dikatakan Belanda memang beberapa lebih maju dalam hal penanaman “sadar budaya” pada masyarakatnya, sekaligus dukungan pemerintah yang sgt tidak setengah-setengah, buktinya banyak museum-museum teater di sana hingga dikaji teater secara akademis… Great!! 🙂

  22. Yogi Aditama

    Dalam hal seni, Indonesia memiliki keaneka ragaman, kesenian tradisional kadang dianggap jadul atau kuno, namun bilamana dikaji dan ditelusuri lebih lanjut hal ini akan sangat menarik. seperti belanda yang kesenian teaternya sangat dikembangkan yg membuat menarik sampai sekarang..

  23. Membandingkan seni dan budaya Belanda – Indonesia yang berbeda (antara budaya Barat dan Timur) amat menarik untuk dikaji secara akademis. Mungkin penulis di kemudian hari bisa melakukan penelitian lebih mendalam secara akademis. Mungkin juga bisa menjadi bahan skripsi yang menarik bagi mahasiswa khususnya yang ada di jurusan yang berhubungan dengan seni teater.

  24. Upitsyalala

    setuju banget sama tulisan yunita “modernitas dan tradisi bukan sesuatu yang selalu berlawanan. Keduanya bisa dikolaborasikan secara kreatif untuk menciptakan masyarakat yang lebih berbudaya namun kritis dan peka akan perubahan sosial” .. Pembahasan yang sangat bagus dengan membandingkan pengelolaan budaya Belanda dan Indonesia..Artikel ini semoga bisa menyadarkan muda-mudi Indonesia untuk lebih memperhatikan kebudayaan Indonesia :))

  25. Diadra Subiakto

    Artikelnya bagus, membuka mata kita kalau sebenarnya Indonesia punya budaya yang nggak kalah kalau dibandingin sama punya Belanda 😀
    Tapi kita kurang punya kemampuan mengelola biar sama bagus dan menariknya sama Belanda.. 😦
    Kapan ya kita punya teater bagus & modern kayak di sana? >.< haha

    • Yunita

      yaaah,. sekali lagi tentang manajemen yah.. 🙂
      Emang susah kalau cuman berteori, tugas kita yaa memperbaiki manajemen trhadap budaya kita. hehehe…

  26. Wisnu Triadi

    Tema yang diangkat pada blog ini cukup menarik, bagaimana penulis ingin menunjukkan bahwa orang-orang belanda melihat seni tidak hanya sebagai hiburan atau kesenangan belaka, tetapi sebagai sesuatu yang sangat ilmiah, sehingga mereka dapat mengembangkan dan tetap mempertahankan nilai-nilai dari budaya mereka. Penulis kemudian mengembangkan dan memberikan perbandingan terhadap budaya Indonesia, yang mungkin bisa dijadikan masukan dalam pengembangan budaya Indonesia. Nice job! Mungkin akan lebih sempurna apabila cara penyampaian, layout, dan cara penulisan dibuat lebih menarik lagi agar dapat menarik concern dari pembaca yang lebih luas.

    • azhar kadar taruna

      bagus bgt se,,,numbuhin nosionalisme..n lebih ngenal budaya bangsa indonesia yg banyak bgt,,,lebih bagus ditambah sejarahnya,,,yg bikin penasaran.

      • Yunita

        hueheehehe.. rame niih, makasih yaa masukannya.. mungkin jika berkesempatan next time bisa lebih diperbaikin lagi.. 🙂

  27. great article , wish you win and promote our culture abroad 🙂

  28. konsep dan tema lumayan bagus, mengingat muda mudi bangsa saat ini yang kurang minat untuk memahami jati diri budaya bangsanya sendiri. semoga karya tulis anda banyak yang membaca dan jadi inspirasi khususnya muda mudi Indonesia. Kalo boleh saran sedikit sih, lebih di ‘mantep’in lagi penggunaan ‘titik – koma’, ‘susunan kata’ dan ‘diksi’ nya supaya lebih enak dibaca dan lebih mudah dipahami.

    ex :
    Contoh diatas, sebagian kecil dari seni teater di Indonesia. Mereka memiliki karakteristik berbeda, unik! Kalau Belanda, menampikan Teater Kontemporer atau Modern, dengan keunggulan teknisnya, teater kita lebih menonjolkan nilai-nilai budaya dengan penyajian sederhana. Cerita-ceritanya berasal dari kehidupan masa lalu sesuai kepercayaan masing-masing daerah. Biasanya disajikan pada ritual keagamaan, siklus hidup (kelahiran, pertumbuhan, kematian), hingga hiburan.

    di edit dikit :
    Contoh diatas merupakan sebagian kecil dari seni Theater Indonesia yang memiliki karakteristik berbeda dan memiliki keunikan tersendiri dibanding Theater Belanda yang Kontemporer dengan keunggulan teknisnya yang modern. Theater Indonesia lebih menonjolkan nilai – nilai budaya dengan penyajian sederhana. Cerita-ceritanya pun berasal dari kepercayaan turun temurun tentang kehidupan masa lampau daerah tertentu. Biasanya disajikan dalam ritual keagamaan, siklus hidup (kelahiran, pertumbuhan, kematian) hingga hiburan.

    Trims, nice ‘karya tulis’

  29. ayu

    bagus bgt artikelnya, gatau kenapa kl lihat postinganya bkn lebih respect deh sama budaya indo. pokoknya indonesia itu hrs lbh berani unjuk gigi !

    • Yunita

      Alhamdulillah, kalau tulisanku bisa membuat bamyak orang jadi lebih respek, lebih peduli sama budaya tradisional kita 😀

  30. tichul

    kebudayaan Indonesia luar biasa kaya.. kita patut mensyukurinya karena tidak semua negara memilikinya.. Mensyukuri bisa dengan cara melestarikan dan menjaga seni kebudayaan itu sendiri.. Agar keasliannya selalu terjaga dan tidak sampai di klaim bahkan diambil oleh negara lain..

  31. Rohmaneo

    Bukti nyata dari ungkapan, “Tinta penulis lebih tajam dari sebilah pedang”. Apalagi digunakan untuk tujuan yang baik. Semoga lebih banyak lagi yang bisa membaca artikel ini jadi lebih banyak lagi yang tersadar. Sukses! 🙂

  32. Fitriyana

    Sudah saatnya kita lebih peduli dengan kebudayaan sendiri 🙂

  33. Suka banget sama kalimat ini,

    “Sepertinya teater bukan hal yang bisa diremehkan. Bagaimana tidak, melalui teater kita bisa mengekspresikan kebebasan dalam mengeksplor kreatifitas”

    Beberapa tahun “kecemplung” di seni teater khususnya di kota Jombang sama Surabaya, banyak orang ngliat kesenian tersebut sebelah mata. Entah itu seni teater yang tradisional maupun seni teater yang sudah modern. Jarang ngeliat pementasan teater yang tiketnya sampek sold out terus tempat duduk penontonnya berjubel. Semoga banyak artikel semacam ini yang ngangkat derajat seni teater di Indonesia.

  34. Aku seneng gaya penulisan blogmu. Ada link di sana-sini. ciamik gong-gong lah! Masalah budaya, masalah klasik kali ya? bukankah rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput di rumah sendiri hahaha

  35. Cindy

    Artikelnya berkualitas yaakk ,aku suka sama tema yang kamu ambil ini. Terus bahasa artikelmu juga bagus apalagi kata2 yang di paragraf terakhir yang “modernitas dan tradisi bukan sesuatu yang selalu berlawanan. Keduanya bisa dikolaborasikan secara kreatif untuk menciptakan masyarakat yang lebih berbudaya namun kritis dan peka akan perubahan sosial.”

  36. Satrya Wibawa

    well done. for the next, put your idea on culture management. European countries have a very well managed on that issue.

  37. rofiq

    Indonesia sebenarnya kaya akan budaya,,,cuman kurang bagaimana cara packaging nya aja,,,nah itu tugas kalian sebagai anak muda gmn cara mempromosikan dan mengemasnya menurut gaya kalian sendiri,,,salah satu contoh lewat blog sperti ini,,,nice…kembangkan

  38. Satrya Wibawa

    ini semua persoalan manajemen, Eropa punya tata manajemen senia yang jauh lebih teratur…Indonesia punya nilai seni yang luar biasa, tapi tanpa manajemen.

    • Yunita

      wooooww… iyaiya, kata yang pas emang “manajemen” hehehehe..
      Nice conclusion!! Thanks 🙂

      • ranni

        Bagus nduk artikelnya,..!! Setuju banget sama mas Satrya Wibawa..
        Belanda menang dalam hal manajemennya.. mereka bisa mengemas sesuatu yang umum menjadi berbeda dan unik. Hingga menarik perhatian banyak orang. Kalau dibandingin sama indonesia,, yaa jelas berbeda. Kan pnya karakteristik beda-beda, tinggal mengolah budaya itu.. Nah tugas kita kan bagaimana cara manajemen dan ngolahnya.. 🙂 Nice!!!

      • Adit

        Budaya tidak terbentuk dalam jangka waktu yang singkat. Jadi sgt disayangkan kalau nggk bisa memanagenya… dari hal yg biasa-biasa atau bahkan umum, kalau pnter2 ngolah bakal mnjadi sesuatu yang berbeda. Belanda emg gudangnya org2 kreatif, kreatif nggak cuma ide, seperti berbagai teknologinya.. tapi jg cara mengolahnya.. 🙂

  39. Yustika Astary

    Paling suka paragraf terakhir,
    “Modernitas dan tradisi bukan sesuatu yang selalu berlawanan. Keduanya bisa dikolaborasikan secara kreatif untuk menciptakan masyarakat yang lebih berbudaya namun kritis dan peka akan perubahan sosial.”
    Rasanya pemuda-pemudi harus memperhatikan kata-kata “modernitas dan tradisi bukan sesuatu yang selalu berlawanan”, supaya sesuatu yg tradisional tidak harus selalu ditinggalkan dan dianggap kuno. Siapa tahu kita bisa menciptakan seni teater dengan warna baru yang menggabungkan kemodernitas-an teater Belanda dan ketradisional-an Indonesia kan?
    Hihi. Overall, keren yak!!!!!
    Ciayo!

    • Yunita

      Segala hal yang kuno kan belum tentu buruk, kalau pintar mengolah kayak belanda pasti jadi sesuatu yang sangat menarik dan bernilai lebih… wekekekeke… makasih tika 🙂

  40. pramelia septiyanti

    Bagus seeeem! Suka bacanya hehe 😀
    Budaya Indonesia kan sebenernya banyak yaaa, tp masyarakat Indonesia kurang melestarikan aja..kebanyakan malah suka niru budaya dari barat dan justru melupakan budaya dari negaranya sendiri..mungkin kayak wayang, itu kan pake bhs jawa, nah gak semua org ngerti sm bhs jawa, jd mereka kurang tertarik+krg antusias sm wayang, mreka lbh milih nonton bioskop, dll..
    Intinya, budaya Indonesia harus lebih dikembangkan terus dan dilestarikan tentunya 😀

    • Tanti

      Bener banget.. hal-hal kecil yang terlupakan.. Kalau dikembangkan, bisa mendatangkan komoditas yang besar juga kaan buat Indonesia..

      • Yunita

        Yupp… kita bisa mengambil peajaran berharga dari Belanda.. Tentunya nggak sedikit hasil komoditas dari seni teater “yang serius dikembangkan”

      • Tanti

        Semakin seru nih blog.. hahahaha..
        emang nggak akan ada abisnya deh.. Joss!!!

  41. sekarayu putrialam

    tulisan yang sangat unik dan bagus. .
    menunjukkan bagaimana indonesia yang sebenernya sangat kaya akan budaya dan seni. .

  42. teguhsantoso

    Perbandingan yang bagus, teater vs wayang, antara yang modern dan tradisional. Like this!

  43. sari kemaladini

    nice article, yak 🙂
    sayang sekali anak jaman sekarang -yang harusnya jadi penerus- menganggap bahwa belajar budaya dan sejarah akan membuat mereka jadi orang kuno.
    padahal Indonesia banyaakkkk banget budaya nya :))

  44. leny agustin maharani

    Good articel..
    Kita bisa mencontoh negeri kincir angin tersebut dengan membangun museum-museum teater sebagai salah satu cara melestarikan budayanya,
    padahal di banding Belanda keanekaragaman budaya di Indonesia lebih banyak namun kurangnya perhatian untuk melestarikannya. Tugas besar untuk masyarakat Indonesia bagaimana caranya untuk melestarikannya/mengemas lebih cantik lagi budaya nenek moyang kita agar tidak hilang di ambil negara orang atau musnah dilupakan begitu saja.

    • Yunita

      Kalau dikaji secara akademis juga psti lebih mantaabb!! Belanda memang menginspirasi…

    • islia dewi yuanita

      setuju banget ma elu len… moto GP jadi olah raga beken soalnya tiap belahan negara punya sirkuitnya, jadi ya kalo pingin ngepopulerin “teater” tradisional indonesia, salah satu caranya ya ngebangun fasilitas yang mendukung tuh budaya…, hidup kesenian indonesia!!! ^^.

  45. dyfan dwi kusuma

    Saya bingung harus komentar apa

    Like this aja wes !!!!

  46. indonesia banyak sihh budayanyaa ,, tapi yah gitu tau sendiri deh , hanya yang itu-itu saja yang di expose ,, kan masih banyak tuh yang masih belum ter expose . bahkan nih, kalo boleh saran sih ,
    ‘biarlah apa kata orang budaya kita terkesan kuno, kan apa salahnya inilah indonesia dengan ke tradisionalannya. Ini menjadi PR kita ,, supaya gimana caranya bisa menarik wisatawan dalam maupun luar negeri.” dan tentunya komunikasi dan promosi yang bagus yang sejatinya akan berperan .

    • islia dewi yuanita

      mmm…. pingin berpendapat, gimana kalo gini zul:
      jangan biarkan ada kata2 “kuno” nyisip dibudaya ataopun kesenian indonesia, soalnya dari sisi mana coba yang bilang itu budaya ato kesenian kuno, sekalipun kita compare dengan budaya asing tetap tidak bisa dikatakan kuno. kalo secara harafiah kan kuno berarti udah g jaman, n untuk kesenian nggak ada kata nggak jaman untuk sebuah kesenian. pengamat seni maupun seniaman kelas paling puncak pun bakal g pernah menilai suatu jenis kesenian apapun n manapun itu kuno.
      kalo dihubungin ma ilmu biologi ya (hehehe…) kesenian, keindahan, budaya, karsa cipta, itu emang species specific banget penilaiannya tapi bukan untuk kuno nggaknya, tapi hanya sekedar selera, penggunaan, ato cara menikmati.
      kalo disisipi kata “tradisional” sih ok, coz arti tradisional itu sendiri adalah sesuatu yang menjadi tradisi atau kegiatan yang daily, turun menurun, untuk diwariskan.
      jadi intinya nggak ada kata kuno untuk budaya dan kesenian manapun termasuk kesenian n budaya Indonesia..
      ^^.

      • Yunita

        hahahaha.. hayoo tuh diserang :p
        ampuun dah, sama ahlinya 😀

      • Diza W. Ananta

        begini lo mbak islia dewi yuanita ,,
        kita realistic ajadeh ,, kuno / tradisional / etnic apa bedanya ?
        mmmm . mungkin aku kerenin dikit dehh ,, limited , ???
        kalo mnurutku pribadi yaaa ,, kuno , tradisonal atauapalah itu kalau udah menyangkut seniatau budaya yahh sama aja ,, tohh mereka lahir dari nenk moyang kita toh .
        masalahnya,,, di indonesia ini sepertinya menganut sistem LATAH, dalam arti latah udah tau budayanya kuno/tradisional atau apalah itu ,, fasilitas pendkungnya pun juga ikut seperti itu . kan gimana mau berkembang dan dikenal hal layak luas ?……..
        contohnya saja , omku sendiri < dia seorsang dalang di malang,, dia terkenaljuga karena dia mempromosikan itu dengan hasil jerih payahnya sendiri dan anggota2 nya sampai2 dia di kenal ke luar negeri dengan dalang dan tari topengnya itu, pemerintah ?? .. terkesan tuli akan hal ini,,,seharusnya pemerintah itu ya memberi appreciate lah untuk para senman2 ita . niscaya budaya kita gak akan kalah dengan negara belanda, DAN SEPERTINYA SUATU HAL YANG SANGAT WAJIB JIKA MENCONTOH SYSTEM YANG ADA DI BELANDA .. sangat menjadi LECUTAN , bagi bangsa kita . 🙂

      • yunita

        Waduuh hot banget nih diskusinya.. hehehee… Aku suka statement mu yang terakhir 😀
        “DAN SEPERTINYA SUATU HAL YANG SANGAT WAJIB JIKA MENCONTOH SYSTEM YANG ADA DI BELANDA .. sangat menjadi LECUTAN , bagi bangsa kita”
        Cuman pgn meluruskan sedkit, “wajib mencontoh” disini bukan berarti melakukan plagiat sistem disana.. Namun mempelajari manajemen budaya mereka, dan cara pengaplikasiannya menyesuaikan dengan budaya di Indonesia.. 🙂

      • islia dewi yuanita

        hahahaha… kayaknya kalo masalah kata kuno, tradisional, n antek2nya tuh kudu diskusi ma pakar bahasa n istilah langsung aja deh… hehhehehehhe
        n untuk pilar mana aja yg bisa ngokohin budaya n kesenian Indonesia, setuju dah,, campur tangan pemerintah nggak bisa d pungkiri kalo merupakan pilar utama dalam pengembangan budaya n kesenian indonesia,,
        mmm…
        SALAM BUDAYA aja dah buat mereka yang skarang duduk d kursi kepemerintahan…!!!
        ^^.

  47. Tulisan yang sangat inspiratif. Bisa membuat kita lebih mencintai Indonesia dan keanekaragaman budayanya. Sayang sekali kalau aneka ragam budaya yang kita miliki tidak dilestarikan. 🙂

  48. Putri

    Tulisannya sangat inspiratif. Bisa membuat kita lebih mencintai Indonesia dan keanekaragaman budayanya. Sayang sekali kalau budaya yang bagus dan beragam tapi tidak dilestarikan. 🙂

  49. noerma agil

    kalau menurutku budaya di Indonesia sangat sulit untuk di kembangkan karena sebagian besar masyarakat indonesia hanya ingin mempelajari IPTEK yang saat ini sudah mendunia dan secara perlahan melupakan budaya indonesia itu sendiri.

    • Yunita

      Yapp… kyaknya masih banyak yang menganggap kalau anggapan masyarakat Indonesia kemajuan IPTEK adalah segalanya.. Memang sangat perlu, tapi harus difilterisasi… dan jangan sampe ngelupain apa yang kita punya, yaitu budaya tradisional 🙂

  50. sebuah lecutan semangat untuk kita agar lebih mendukung dan melestarikan budaya kita sendiri. Nice post !

  51. Budi

    Nice article.Inspiratif. Semoga budaya indonesia dapat lebih diperhatikan dan tidak kalah menarik dibandingkan budaya negara lain

  52. Rindo

    Wooowwwwww….mantap nih!! keanekaragaman budaya Indonesia sungguh luar biasaaa……

  53. Yunita

    Makasih mas rendy… 😀

  54. Yunita

    Yaa.. kita harus ikut support budaya kita, khususnya teater 🙂 potensinya kan uda besar tuh, jadi sangat rugi kalau disia0siakan.. Belanda bisa menginspirasi kita untuk lebih menghargai budaya
    🙂

  55. febrianto gilang

    menurut saya, sebenarnya seni Indonesia sangat banyak sekali macamnya, salah satunya teater itu. namun di indonesia sini ketertarikan masyarakat akan seni ini sangat kurang, terlebih pada masyarakat kota besar. sebaiknya pemerintah juga memperhatikan karya seni warisan nenek moyang kita ini agar tetap lestari dan terjaga keberadaannya, sehingga kita tidak kalah dengan negara lain

  56. Rendy

    | Multikulturalisme yang romantis dan mendayu. Super!

  57. bastian Najich

    negara kita kurang menghargai budaya sendiri, dan rasa memiliki budaya itu hanya muncul kalau sudah di akui oleh negara lain, setelah itu di lupakan lagi, selain itu kurang promosi dari pihak pemerintah serta acara tv yg jarang mempromokan budaya kit sehinggaa anak muda indonesia menjadi buta dengan budaya negaranya sendiri

  58. Joni Pramana

    keren indonesia memang potensi budayanya besar..

  59. Yunita

    yupp… alangka baiknya kalau kita lebih serius melestarikan budaya kita, khusunya buaya tradisional… 🙂

  60. artikelnya bagus, menjadi perbandingan antara pengelolaan budaya di Belanda dan Indonesia. Semoga dengan artikel ini, pengelolaan kebudayaan Indonesia lebih “diperhatikan”.

  61. Anggi Pratama

    Budaya Indonesia sangat kaya dan beragam, namun pengelolaannya masih terkesan kurang optimal. Pertunjukan tradisional seperti pertunjukan wayang yang diberikan wadah dan publikasi yang lebih baik agar dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s