#267 Inspiration from Dutch Creativity

Mengunjungi dataran eropa nan cantik dan romantis merupakan impian banyak orang, tidak terkecuali saya. Diantara sejumlah Negara di benua biru, Belanda yang dalam bahasa Portugis adalah Holanda, merupakan salah satu Negara yang tidak asing lagi bagi warga Indonesia, karena adanya hubungan sejarah di masa lalu sejak Cornelis de Houtman menapakkan kakinya di Indonesiaku tercinta (Banten, 27 Juni 1596). Selain itu beragam hal yang dapat dijadikan alasan untuk mengunjungi Monarki yang termasuk dalam 10 besar negara super makmur dan pemilik cadangan emas ini.

Negeri dengan luas 41.526 km persegi yang 25%nya berada di bawah permukaan laut, dikenal dengan Netherland atau tanah rendah, membuat orang-orang Belanda secara bertahap mesti berfikir keras dalam membangun tanggul (djik) yang dapat melindungi wilayahnya, serta mengubah daerah tersebut menjadi area agro industri yang dapat menunjang hingga 20% perekonomiannya.
Untuk dapat terus eksis di jajaran top dunia, tentulah dibutuhkan beragam usaha kreatif. Saat ini setidaknya ada empat bidang utama yang menjadi andalan creative industry dari negeriRembrant dan Van Gogh ini, antara lain: (1) architecture; (2) fashion; (3) gaming; dan (4) interior design.
Untuk sector architecture, Belanda menyodok di posisi lima teratas Eropa dengan menampilkan pemain seperti Rem Koolhaas – founder of the Office for Metropolitan Architecture (OMA) yang visioner sekaligus philosopher dan Ben van Berkel dengan Mercedes-Benz Museum nya di Stuttgart. Bahkan ketika saya berburu kuliner di Kota Kembang Bandung, masih banyak toko roti dengan architecture khas Belanda lengkap dengan hiasan Kincir Anginn (dike) ;-).
Untuk sector design, para perancang Belanda menorehkan karyanya mulai dari furniture dan fashion sampai ke automobiles dan appliances. Dimasa lalu kreatifitas mereka diabadikan dalam kerajinan terompah kayu (klompen) yang unik. Saat ini, sejumlah pesohor dunia hiburan seperti Lady Gaga pun mengenakan Dutch fashion karya Jan Taminiau di video clip terbarunya ‘You and I’; tak lupa Belanda memiliki event Amsterdam Fashion Weeks untuk memamerkan karya designers-nya.
Seakan tak mau kalah dengan pamor keindahan bunga tulip nya (dalam bahasa Turki: Lale Devri), Industri interior design pun menjadi salah satu andalan utama Belanda untuk industry kreatif-nya. Dengan proyek yang tersebar di seantero dunia, industri interior design memberikan warna dan pola tersendiri. Bahkan hasil dari interior design menyumbangkan nilai yang tidak sedikit untuk Produk Domestik Bruto (PDB) bagi negara yang bertetangga dengan Belgia dan Jerman ini.
Tak heran Belanda masuk sebagai salah satu Negara terbahagia di dunia.
Hmm dapat dibayangkan jika Indonesiaku dapat belajar banyak dari Belanda, tidak dipungkiri kedepannya negeriku akan sejajar dengan Negara-negara maju di dunia, tentunya yang dipelajari tersebut adalah yang tidak bertentangan dengan budaya dan/atau norma positif negara kita.
Keinginan untuk menjejakkan kaki ke negeri Ratu Beatrix tersebut benar-benar semakin membuncah ketika salah seorang rekan sejawat berhasil mendapatkan beasiswa ke University of Twente, Enschede. Wah kaki ini rasanya sudah gatal untuk berjalan, berlari kecil, bahkan meloncat-loncat di atas Netherland, 🙂 🙂 :).
– ditulis oleh Leon A. A.
Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s