#275 Belajar dari Keistimewaan Belanda dalam Hukum Laut

Hukum Laut merupakan salah satu cabang  dari Hukum Internasional yang lebih banyak mengalami perubahan secara revolusioner selama empat dekade terakhir. Ahli-ahli hukum Laut yang terkenal yang merupakan pionir awal berasal dari Belanda, seperti Hugo Grotius dan Cornelis van Bijnkershoek. Bahkan Konferensi Internasional yang pertama kali  membahas laut territorial yaitu “codification conference” (13 Maret – 12 April 1930) di laksanakan di Den Haag, di bawah naungan Liga Bangsa Bangsa.  Walaupun belanda merupakan negara yang luas lautannya lebih kecil daripada Indonesia yang merupakan negara kepulauan, namun hukum laut dipegang teguh oleh belanda.

Dari sejumlah negara kepulauan di dunia, Indonesia adalah salah satu yang terbesar-menurut United Nation Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1992. Indonesia memiliki 193 titik dasar dan 92 pulau terluar yang berarti perlu ada peningkatan pengamanan berbasiskan hukum laut internasional[1]. Laut Indonesia memiliki luas lebih kurang 5,6 juta km 2 dengan garis pantai sepanjang 81.000 km[2]. Selain itu, Indonesia merupakan salah satu dari 15 negara yang memiliki ZEE terbesar[3].

Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS 1982) melahirkan delapan zonasi pegaturan (regime) hukum laut yaitu, 1. Perairan Pedalaman (Internal waters), 2. Perairan kepulauan (Archiplegic waters) termasuki ke dalamnya selat yang digunakan untuk pelayaran internasional, 3. Laut Teritorial (Teritorial waters), 4. Zona tambahan ( Contingous waters), 5. Zona ekonomi eksklusif (Exclusif economic zone), 6. Landas Kontinen (Continental shelf), 7. Laut lepas (High seas), 8. Kawasan dasar laut internasional (International sea-bed area). Dengan delapan zonasi pengaturan ini maka Indonesia dapat dikatakan memiliki banyak hak-hak perairan yang harus diimplementasikan secara hukum. Hal ini berarti perlu ada penguatan hukum laut sehingga lautan Indonesia tidak dipandang sebelah mata oleh negara lain. Untuk itu Indonesia perlu mendalami hukum laut karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lautan yang sangat luas. Belanda adalah negara terbaik untuk mendalami hukum laut dengan keistimewaan tokoh-tokoh pencetus hukum laut serta berbagai peraturan dan istilah-istilah yang terkandung di dalamnya.

Salah satu kasus yang sangat dianggap oleh dunia Internasional dalam konteks keamananan di laut adalah pembajakan. Belanda pada tahun 2009 berhasil mengadili 5 bajak laut Somalia di Pengadilan Rotterdam[4]. Namun ketika kapal Sinar Kudus dibajak, Indonesia tidak bisa bertindak secara hukum mengingat banyaknya pertimbangan-pertimbangan yang dipikirkan. Indonesia perlu belajar dari ketegasan belanda dalam penegakkan hukum laut internasional. Oleh karena itu peningkatan  kerjasama Indonesia – Belanda  dalam penegakkan  laut perlu ditingkatkan lagi agar implementasi hukum laut di Indonesia dapat berjalan dengan baik.

– ditulis oleh Floranesia Lantang

Iklan

11 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

11 responses to “#275 Belajar dari Keistimewaan Belanda dalam Hukum Laut

  1. floranesia

    Kalau melihat pemanfaatan hukum sepertinya kendalanya di “sarana” yang mendukung pelaksanaannya. Sampai sekarang saja TNI AL kita masih menggunakan kapal patroli yang lama dan belum ada rencana beli yg baru. Oleh karena itu kalau mau dilakukan (hot pursue) terhadap kapal-kapal yang masuk sembarangan di teritori RI tidak pernah kekejar :\ 😐 sedihnyo..,

  2. Tom Alfa Samuel Reumi

    kalau Indonesia menjalin kerjasama Dengan Belanda bagus artinya dr segi aturan dan penegakkan hukumnya memang patut diancungi jempol ttg Hukum Laut. Hanya saja pemerintah Indonesia hrus melihat kemanfaatan hukum tersebut khususnya pada masyarakat di Pulau2 terluar. Krn Rata2 laut atw pulau kita diambil atw dilintasi Kapal asing without permittion itu bkn hny krn masalah peneggakkan Hukum Laut saja, melainkan kurangnya manfaat hukum atw aturan hukum itu sendiri di bg aparat penegak hkum itu sendiri.

  3. floranesia

    wow wow, ya memang hukum warisan tetap berlaku sampai saat ini. Tapi konteks “Hukum Laut” kalau pemerintah yang atur sepertinya tidak pernah kesampaian –.– , wong kisut2 negeri ini selalu di bobol dalam hal kelautan :|. kerjasama dengan Belanda perlu dijalin untuk meningkatkan penguatan hukum laut. Apakah anda setuju kak tom ? hehe 🙂

  4. Tom Alfa Samuel Reumi

    justru itu juga… dengan Indonesia mengadopsi tatanan Hukum dr belanda saja adalah sebuah kesalahan besar (semua hukum warisan belanda). Karna Belanda itu kan penganut sistem Hukum Civil Law yakni Sistem Hukum tertulis ygdibuat oleh negara dan harus (dipaksa) diketahui oleh masyarakat, dan sistem hukum ini hanya cocok untuk masyarakat homogen, seharusnya kita menggunakan Common Law dimana Hukum yang telah hidup di dalam masyarakatlah atau hukum adat yg digunakan menjadi panutan. Dan jenis sistem hukum inilah yg sangat cocok di Indonesia
    Hubungannya dengan Hukum Laut, sudah semestinya Indonesia menyerahkan urusan mengenai batas wilayah n laut menjadi urusan tiap2 Pemda dengan cara Tetap konsisten dengan UU yg udah dibentuk plus sarana memadai yg di berikan oleh Pemerintah pusat kepada daerah untuk menjangkau dan mengurusi daerah masing2… menurut saya seperti demikian hehehehehehe

  5. floranesia

    buat kaka tom : ya itu dia masalahnya, indonesia saja masih menggunakan hukum yang pada dasarnya merupakan warisan belanda, so agar tidak merusak tatanan hukum yang telah dibentuk (dalam artian hukum yang kita anut kan dari belanda) maka kita harus konsisten dengan hukum dari Belanda. Negeri kecil ini sanggup melampaui negeri lain dalam hal hukum. Konteks penguatan hukumnya pun diakui jempol oleh PBB.
    Untuk soal perekrutan, monggo itu masalah internal TNI AD, harusnya dengan sebutan “KEPULAUAN” Indonesia lebih memaksimalkan potensi penjagaan di titik2 terluarnya. Apalagi kita berbatasan langsung dengan banyak negara seperti Australia, Filipina, Malaysia, Singapura, PNG danTimor Leste.
    thanks buat infonya kak, wow i can not imagine how huge of that if USA bordering their ZEE.

  6. Tom Alfa Samuel Reumi

    wajar kalau belanda memang lebih bagus penegakkan hukum lautnya baik dr segi Hukum Materiil dan Formil. Hal ini dikarenakan belanda kan sebagai salah satu negara pencetus Hukum Laut Internasional dan kualitas hukum di belanda sendiri dapat kita lihat sampai skrg ini di Indonesia, dimana hukum2 warisan kolonial (belanda) masih trus digunakan kayak Hukum Pidana (KUHP) dan Hukum Perdata (KUHPer). Kalau peneggakan Hukum Laut di Indonesia sih masih kurang baik dr segi peralatan maupun SDM-nya. Hanya saja Laut Indonesia nih kan lebih luas dr daratan tapi kok setiap Tahun Perekrutan personil lebih banyak di AD dripada AL??? trus seharusnya Indonesia menyediakan Satelite n Personil yg cukup untuk menangani setiap Pulau dr 92 pulau titik terluar Indonesia dan juga Indonesia selalu bereaksi apabila Pulau A dicuri atau Pulau B diklaim oleh Negara lain . hal ini berarti Indonesia blum siap sebenarnya untuk mengadopsi Unclos dibanding Belanda kan!!
    USA aja tidak pernah menandatangani Unclos dikarenakan kalau sampe ditandatangani maka yang memiliki luas ZEE terluas di dunia tuh USA. karena USA akan menarik garis batas laut sampai di salah satu negara mereka yakni Hawai. Can You Imagine How Long is It????
    Thanx for Sharing.

  7. anis my-moon

    hukum laut jd inget film spongebob.waktu mereka mojokin sandy cheek gara2 dia mamalia darat yg hidup di laut…hehehe
    semangat floooo…
    eh,semangat Indonesiaaaaa!!!

  8. floranesia

    yup! absolutely right ! sangat salut untuk hukum laut di Belanda 🙂
    thanks rahid 🙂

  9. Rahid Lim

    salute ! i have never thought that this country (who ever colonialised my country over 350 years) have a such nice law for protecting their teority ! we should learnt by them we should ! 🙂

  10. Cakramurti

    Bener banget nih.. Kalo dikaji juga ngga banyak orang yang menguasai hukum laut jadinya bisa dicari celahnya.. Mungkin emang dah sebaiknya kita (terutama akademisi HI) mempelajari lebih dalam tentang apa itu dan bagaimana proses dari hukum laut itu sendiri.. Minimal kita bisa mengantisipasi kalau” kasus pencurian kekayaan laut (baca: Malaysia) itu terjadi lagi.. Dan merupakan suatu kehormatan apabila kita bisa belajar tentang hukum laut itu sendiri dengan Belanda yang dikenal dengan memiliki pengetahuan yang luas tentang hukum laut..

    • floranesia

      yaps, sangat benar. Dari awal saja belanda telah mampu mengarungi lautan pada masa kolonialisme dan imperialisme dunia barat. Hal ini tentu membuktikan betapa hebatnya Belanda dalam urusan kelautan. Apalagi Belanda mampu melahirkan tokoh-tokoh Hukum Laut yang sangat terkenal di dunia bahkan menjadi tokoh yang selalu ada di dalam Buku Hukum Internasional dan Hubungan internasional. Kalau soal pencurian kekayaan laut, itu dia yang perlu indonesia tingkatkan . Berhubung negara kita sangat luas (zamrud khatulistiwa) yang disebut saja “tanah air” , arti tanah air sendiri itu berarti negeri yang penuh dengan perairan. Sudah saatnya para akademisi melakukan studi di Belanda, khususnya untuk peningkatan kesadaran akan hukum laut yang berlaku di Indonesia. Apalagi untuk hukum pidata pun Indonesia masih menganut hukum pidata warisan Belanda. Sudah terbukti kalau belanda sangat jago dan istimewa dalam persoalan hukum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s