#265 Kreatifitas Belanda Memanfaatkan Bahan Sisa

Dua tahun bekerja sebagai Marketing & Document Export di sebuah perusahaan furniture exporter di kota kecil saya, Kediri, memberi saya pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa. Tidak hanya belajar dengan rutinitas kerja, saya juga bertemu dengan orang – orang dari banyak Negara yang member saya pengetahuan dan pandangan baru. Setiap hari, saya berkomunikasi dengan buyer melalui email dan skype untuk menawarkan produk kami atau sekedar following up. Dari interaksi tersebut, saya menemukan hal – hal menarik yang sebelumnya tidak pernah saya pikirkan.

Bisnis, selalu identik dengan keuntungan. Namun dari pengalaman saya, bisnis tidak melulu seperti itu. Negara – negara Eropa, khususnya Belanda adalah negara yang yang concern dengan isu lingkungan hidup. Dalam bisnis furniture, mereka tidak hanya memikirkan tentang laba tetapi juga kondisi alam sebagai penyedia bahan baku. Yang menarik adalah, bagaimana mereka bisa menjual produk yang eco friendly yang biasanya tidak terlalu menarik dan berkelas.

Saat bertemu dengan Kees Bronk, seorang Expert Home Decoration dari CBI, saya begitu terkesan dengan ide dan saran yang dia berikan. CBI sendiri adalah agensi non profit dari kementrian luar negeri Belanda yang bertujuan membantu pengembangan ekonomi negara berkembang lewat perluasan pasar eksport. CBI memberikan konseling, saran dan pengetahuan kepada kliennya lewat kunjungan langsung dan seminar. Kees menjelaskan, bahwa bahan kayu sisa seperti driftwood, kayu akar dan kayu yang cacat karena pelapukan maupun terkena hama, justru menarik untuk dijadikan asesoris dan diminati oleh orang Belanda. Menurutnya, masyarakat Belanda sekarang tidak hanya konsen dengan estetika tetapi juga keramahan produk yang mereka gunakan terhadap alam. Kees juga mengajarkan kami untuk kreatif memanfaatkan bahan sisa seperti batok kelapa dan serat pohon pisang menjadi desain yang cantik. Sebelumnya,perusahaan kami memang sudah menggunakan batok kelapa dan serat pohon pisang sebagai bahan produksi meski motif yang kami miliki terbatas. Dia juga menganjurkan mengurangi penggunaan bahan kimia dalam proses produksi, agar lebih pro terhadap kesehatan dan lingkungan.

Selain dengan CBI, kami juga bekerja sama dengan DK Home. Sebuah perusahaan desain terkemuka di Belanda yang secara kontinyu menjadi “distributor” produk kami. DK Home adalah perusahaan yang berpartisipasi dalam exhibition berkelas seperti Maison & Objet yang berlangsung di Paris. Seperti apa yang di katakan Kees, meski perusahaan besar DK Home juga peduli dengan isu lingkungan namun kreatifitasnya sama sekali tidak terbatasi. Kami biasa mengerjakan desain yang mereka berikan dengan permintahan bahan kayu bekas dan bahan sisa. Bahkan mereka sengaja meminta kayu yang berlubang kecil – kecil karena serangga sehingga terlihat lebih natural. Dan luar biasanya, produk – produk itu ditamplkan di pameran dunia sekelas Maison & Objet.

Dari pengalaman tersebut saya tahu bahwa kreatifitas adalah kekayaan pikiran yang tidak terhalang oleh keterbatasan. Saya bangga, Indonesia sebagai negara kaya sumber alam bisa menjadi partner seniman Belanda dalam bidang asesoris dan permebelan, yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga menularkan kreatifitas dan pengetahuan.

– ditulis oleh Rina Sabrina

Iklan

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#265 Kreatifitas Belanda Memanfaatkan Bahan Sisa

  1. saya banget tuh,, menggunakan barang sisa untuk menciptakan barang baru hahaha,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s