#276 Membangun Manusia-Manusia Handal Ala Belanda

Ada pepatah mengatakan “hanya butuh orang yang baik untuk membangun bangsa yang besar”.
Inilah yang di lakukan negeri Belanda- dalam membangun bangsanya.
“Membangun Orang yang Baik” tidak seperti sebuah hipnotis, ataupun magis- dan tak semudah membangun kota Roma. Mengapa?
Dalam membangun sebuah kota- sudah ada arsitek berpengalaman yang siap mendesain sebuah kota. Bertebaran pula kontraktor-kontraktor handal yang siap memenangkan tender- dan tersedia pula jutaan tukang-tukang bangunan yang siap bekerja dengan keras.
Sedangkan untuk membangun “manusia” – siapa yang tahu?
Mungkin hanya Tuhan- yang bisa ?
Tentunya itu bukan jadi halangan buat bangsa Belanda.
Bukan berarti mereka melebihi Tuhan, ataupun merupakan kepanjangan tangan dari Tuhan.
Mereka membangun “manusia” dari ketekunan, kebersamaan, pendidikan, moral, dan etika-  bukan hanya satu komunitas ataupun satu daerah- melainkan satu bangsa- Bangsa Belanda.
Berawal dari keluarga, mereka menanamkan pendidikan religus dan etika yang kuat. Bisa di lihat dari banyaknya sekolah spesial (religious school) yang ada di Belanda- dan karena kebanyakan menerima dukungan finansial dari Pemerintah Belanda, oleh karena itu kebanyakan biaya sekolahnya adalah gratis.
Dengan sistem pendidikan yang unik- yang sangat berbeda dari negara-negara lainnya, di mana  di dalam sistem pendidikan Belanda, penjurusan sudah di mulai sejak pendidikan di tingkat dasar- sesuai dengan minat dan kemampuan akademis para murid masing-masing.
Meski di buat sedemikian rumit, tetapi setiap cabang ilmu yang ada, mendapat perhatian yang sama. Jadi meskipun nantinya kuliah di bidang “sejarah” pun – porsinya akan tetap sama dengan yang kuliah di bidang “hukum”. Dan dengan penjurusan yang dilakukan “sejak dini” – oleh karena itulah “tujuan hidup” sudah dapat di ketahui dan di kembangkan- jauh sebelum anak-anak bangsa lain- menemukan “passion“-nya.
Oleh karena itulah sumber daya manusia Belanda – tentunya berada satu tingkat di atas bangsa lain, karena mereka  telah “memulai” ketika yang lain tengah bersiap-siap.
Masyarakatnya umumnya egalitarian, individualis dan tegas. Namun mereka independen, mandiri, dan pekerja keras.
Inilah hasil dari sistem pendidikan di Belanda- menata masyarakat mulai dari awal kehidupan.
Kreatifitas mereka berkembang- karena mereka telah dibekali, di tuntun, dan diajarkan sedari kecil- bukan hanya saja lewat pendidikan formal, tetapi juga lewat pendidikan non-formal- seperti keluarga dan lingkungan.
You reap what you sow” – mungkin itulah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan hasil yang di dapat dari “membangun manusia” ini. Perlahan namun pasti- Belanda mulai mencetak “manusia-manusia unggul”. Baik yang bekerja di sektor professional- maupun yang duduk di parlemen.
Kreatifitas bukan hadiah dari Tuhan, menciptakan bangsa yang ungguh juga bukan dari ramalan bangsa Maya ataupun kado spesial dari bangsa yang lain.
Meskipun Belanda di apit oleh dua bangsa besar- yaitu Jerman dan Belgia- tetapi budaya, bahasa, dan kualitas “ke-Belandaan” mereka tetap terjaga.
Seperti buku Rick Warren yang terkenal yaitu  “Purpose Driven Life” –  anak-anak Belanda ini telah menemukan “Purpose” sedari mereka kecil- sehingga mereka mempunyai daya saing yang tinggi- meskipun di anugerahi geografis yang kurang menguntungkan- tanah yang sempit, dan hampir sepertiga bagian daerah Belanda- terletak di bawah permukaan laut. Mereka bukan hanya bisa bersaing dengan negara-negara tetangga yang lebih besar- tetapi juga menjadi salah satu bangsa yang di perhitungkan di dunia.
– ditulis oleh Aria R.
Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s