#280 Pegas Kreativitas dari Negeri Belanda

Berbicara tentang kreativitas, tidak akan habis jika membicarakan kreativitas belanda. Belanda, negara yang terkenal dengan masyarakatnya yang kreatif dan inovatif telah menyumbangkan berbagai macam inovasi bagi kemajuan teknologi dunia. Tengoklah nail cloud karya ernst konig, tafelwip karya marleen jansen, tulpi.nl karya marco manders, pada Dutch Design Week 2011 (event tahunan yang diadakan pada bulan oktober di eidhoven), benar-benar dapat memukau siapapun yang melihatnya.

Namun dibalik itu semua sesungguhnya masyarakat belanda dihadapkan dengan berbagai macam masalah dalam membangun negerinya. Dimulai dengan letak geografis yang tidak normal, belanda yang dua pertiga wilayahnya merupakan daratan di bawah permukaan laut, masyarakatnya dituntut berfikir kreatif untuk keluar dari masalah ini.

Tidak hanya itu, masyarakat belanda juga dihadapkan pada persaingan dengan dua negara tetangganya, yaitu jerman dan perancis. Jerman yang terkenal akan kemajuan teknologinya memacu ilmuan-ilmuan belanda untuk mensejajarkan diri dalam bidang teknologi. Bukan hanya Jerman, belanda pun bertekad mensejajarkan diri dengan negara tetangga lainnya yaitu perancis, terutama dalam bidang desain arsitektur. Pada bidang pendidikan, pemerintah belanda dihadapkan pada masalah bagaimana menarik minat mahasiswa asing untuk menjadikan belanda sebagai negara pilihan utama saat studi di eropa.

Masalah-masalah ini tidak membuat belanda terpuruk, mereka justru menggunakan pegas kreativitas untuk keluar dari masalah-masalah tersebut.Layaknya sebuah pegas, jika semakin ditekan akan semakin tinggi lompatannya, belanda yang dihadapkan dengan berbagai masalah dan tekanan justru membuat mereka melompat lebih tinggi dengan kreativitas yang mereka miliki.

Hasilnya, dengan pegas kreativitas, masyarakat belanda menemukan teknikpolder model dan high tech flood protection yang menyelamatkan mereka dari bencana banjir berkepanjangan akibat wilayah yang lebih rendah dari permukaan laut. Pegas kreativitas pun bisa dilihat dari ilmuan-ilmuan belanda, mereka menciptakan PAL V, mobil terbang impian dan juga lampu LED melayang philips. Dua temuan ini menjadi bukti bahwa belanda tidak bisa diremehkan, sehingga layak disejajarkan dengan jerman dalam bidang kemajuan teknologi. Pegas kreativitas tidak hanya sebatas itu saja, pegas kreativitas pun digunakan arsitektur-arsitektur belanda, dibuktikan dengan kemenangan amsterdam RAI  pada penghargaan best international venue di london.

Tak mau kalah, Pemerintah belanda juga menggunakan pegas kreativitasuntuk menciptakan metode pembelajaran yang unik demi menarik minat mahasiswa asing. yaitu penggunaan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar utama dalam perkuliahan di universitas belanda. Hal ini menjawab keresahan mahasiswa asing yang tidak bisa berbahasa belanda untuk tetap melanjutkan pendidikan di belanda.

  

Lalu, bagaimana masyarakat belanda dapat memiliki pegas kreativitas ini? Pendidikan adalah jawabannya. Kesadaran yang tinggi akan pentingnya pendidikan, membuat pemerintah belanda menyediakan fasilitas pendidikan dengan sebaik-baiknya. Penerapan metode problem based learning pada universitas-universitas belanda membantu para mahasiswa untuk lebih berfikir kritis dan bisa bertindak mandiri, hal inilah yang menjadi awal munculnya kreativitas pada masyarakat belanda. Selain itu penerapan konsep out of the box pada 14 universitas riset dan 40 universitas terapan di belanda, semakin mendorong mahasiswa untuk berfikir kreatif. Karena mahasiswa dituntut untuk berfikir berbeda, hal inilah yang mengasah kreativitas mahasiswa dan pada akhirnya menghasilkan inovasi-inovasi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Jadi tunggu apalagi? Gunakan pegas kreativitasmu untuk menciptakan inovasimu sendiri !

– ditulis oleh Shandy Kurniawati

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s