#281 Inspirasi dari Citadel-HetMuziektheater-Majorana

Apa yang terlintas di benak anda saat mendengar Negara Belanda? Dalam benak saya muncul kincir angin dan teknologi pengelolaan airnya, orang-orang yang bersepeda di antara padang tulip, penelitian-penelitian E.P.J van den Heuvel yang menjadi acuan utama dalam Tugas Akhir saya, bangunan peninggalan kolonialisme yang masih kokoh hingga kini—bahkan salah satunya saya tempati, ikon kelinci biru bernama Bobo, sampai produk sehari-hari keluaran Philips dan Unilever.

Ternyata, itu semua hanya sebagian kecil buah karya masyarakat Belanda. Dengan bantuan mesin pencari, saya menemukan kreasi-kreasi baru yang WOW, antara lain : apartemen terapung The Citadels, pemanfaatan energi matahari pada gedung konser Het Muziektheater Amsterdam, dan penemuan partikel Majorana Fermion.

http://www.archdaily.com

Apartemen terapung The Citadel didesain oleh Koen Olthuis dari Waterstudio. Tak hanya memanjakan mata, bangunan ini juga mengkonsumsi energi 25% lebih rendah dibandingkan dengan gedung konvensional lainnya, melalui penggunaan teknik pendinginan air.

http://www.dutchdailynews.com

Gedung konser Het Muziektheater Amsterdam memiliki atap dengan 350 panel surya, yang dapat memenuhi kebutuhan listrik setara untuk 30 rumah di Amsterdam. Atap ramah lingkungan ini merupakan hasil kerja Alderpersons Carolien Gehrels, Maarten van Poelgeest dan Truze Lodder.

Leo Kouwenhoven, seorang ilmuwan dari TU Delft, menemukan majorana fermion, sebuah partikel yang sekaligus merupakan anti-partikelnya sendiri. Temuan ini berkontribusi pada pendalaman kosmologi maupun komputer kuantum.

Ditelaah dari pandangan awam saya, benang merah yang menghubungkan ketiga karya mengagumkan itu adalah kreativitas dan inovasi. Jika diwakilkan dalam satu kata, kreativitas dan inovasi berarti : BARU. Kreativitas adalah ide, untuk menciptakan sesuatu yang baru, lalu diwujudkan dalam tindakan berupa inovasi. Tingginya tingkat kreativitas masyarakat Belanda ini tercermin dari GCI[1] (Global Creativity Index) tahun 2011, di mana Belanda menduduki peringkat ke-10 dari 82 negara, dengan nilai GCI sebesar 0.854.

Rasanya terlalu muluk bagi saya untuk berinovasi setara ketiga karya di atas, namun ada satu hal yang bisa saya pelajari dari masyarakat Belanda, yaitu bagaimana membiasakan diri untuk berpikir kreatif. Yang mungkin, dapat saya pelajari langsung dalam Summer Course di Utrecht University, salah satu dari lima universitas di Belanda yang termasuk dalam daftar 100 besar The Times Higher Education World Reputation Rankings 2012[2].

– ditulis oleh Fira Krisnawati

Iklan

11 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

11 responses to “#281 Inspirasi dari Citadel-HetMuziektheater-Majorana

  1. Menilik komentar saudara Erlin di bawah, yang mengatakan bahwa keterbatasan dapat memacu inovasi, saya sangatlah setuju.

    Bisa kita ambil contoh lain dari Jepang. Dengan kondisi alamnya yang secara natural sangat labil, orang Jepang “dipaksa” untuk selalu waspada sepanjang waktu. Gempa sewaktu-waktu bisa mengancam kapan saja tanpa terduga. Karena demikian, mereka akhirnya menciptakan bermacam teknokogi baru untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan.
    Pada dasarnya sejak dahulu orang Jepang memang memiliki karakteristik demikian. Tak termanjakan oleh alamnya, membuat mereka selalu kreatif dan berusaha melakukan inovasi untuk maju.
    Ini berhubungan dengan salah satu sifat dasar manusia. Manusia itu senang dengan kenyamanan dan rasa aman. Ketika dia tidak memilikinya, dia akan berusaha mendapatkannya dengan melakukan apa pun dan mendayagunakan semua potensi yang dia punyai.

    Bisa kita lihat misalnya ketika sedang galau, yang bisa dibilang sebagai salah satu contoh kecil bentuk ketidaknyamanan atau perasaan ‘insecurity’ manusia.
    Orang biasanya akan melakukan pelampiasan atau semacam ‘penumpahan’ ketika sedang galau.
    Minimal dengan curhat kepada temannya. Atau ketika tidak bisa menemukan manusia lain yang dia pikir cocok untuk diajak bicara, maka dia akan menumpahkannya melalui media lain. Salah satunya adalah tulisan.
    Kita tahu banyak para penulis hebat dan tokoh-tokoh legendaris lainnya di dunia yang datang dari ketidaksempurnaan. Kepahitan hidup yang mereka miliki justru malah jadi pemacu untuk mengeluarkan potensi terhebat mereka yang terpendam.
    Simpelnya sih, ketika galau, orang malah kerap kali menciptakan karya terbaik mereka. Sebuah masterpiece.

    Yang menjadi tantangan terbesar saat ini adalah, bagaimana bisa menciptakan masterpiece kita pada saat kita berada pada kondisi yang sangat nyaman?
    Tetap bisa berkarya dengan kreatif dan inovatif dalam kondisi apapun, tanpa harus melulu ketika sedang galau.

    Salah satu kondisi lain yang bisa membuat manusia mendadak jadi kreatif mungkin ketika dia berada dalam kondisi yang super senang.
    Seperti jatuh cinta misalnya. 😉

    Tapi kalau dipikir-pikir lagi, cinta juga seringkali malah menyebabkan galau kok. X)

  2. erlin

    Jadi inget cerita salah satu dosen yang sempat berkunjung ke Belanda. Justru dengan beberapa keterbatasan, orang-orang di sana jadi terpacu untuk berinovasi, ya.

    Nice one, Mbak Fira!

    … concert hall-nya keren. :0

  3. yap. benar sekali, bisa diambil hikmahnya dari inovasi yang dilakukan oleh orang-orang di negeri Belanda.
    kreativitas mereka sangat tinggi, dan itu haruslah dicontoh oleh bangsa kita
    nice 🙂

  4. Teguh Puja

    Berkreasi dan menemukan ide-ide baru untuk pengembangan keterampilan juga berkontribusi besar untuk lingkungan. Satu kombinasi unik yang sangat menarik. 😉

    Paparan sederhana yang sangat menarik, Mbak Fira.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s