#284 Dyslexie: Kepedulian Sesama Melalui Kreatifitas

Saya mulai mengenal disleksia sejak membaca salah satu kisah inspiratif dalam buku Chicken Soup for the Soul. Awalnya, saya mengira disleksia sama dengan buta huruf. Namun setelah mengenal lebih lanjut tentang disleksia, ternyata disleksia jauh berbeda dari dugaan saya.

Gangguan disleksia terjadi karena kondisi otak yang tidak bisa mengenali dan memproseskan simbol-simbol tertentu sehingga membuat penyandang disleksia (yang disebut Dyslexic) mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Aspek abnormal dari dyslexic adalah kinerjaotak, bukan gangguan penglihatan ataupun rendahnya intelijensi. Bahkan, banyak orang dengan disleksia mempunyai kecerdasan di atas rata-rata intelijensi normal. Sebut saja Albert Einstein, Agatha Christie, Leonardo Da Vinci, Tom Cruise, dan Orlando Bloom. Pasti banyak orang yang tidak menyangka bahwa mereka juga dyslexic.

Seorang desainer grafis dari Zeist, Belanda, yang juga dyslexic sejak lahir, menemukan solusi atas kesulitan yang harus dialaminya—dan penyandang disleksia lain—melalui inovasi dari ide kreatif yang dikembangkannya. Saat menjalani studinya di Utrecht School of the Arts, Christian Boer memanfaatkan skill dan kreatifitasnya dalam desain grafis untuk menciptakan font khusus yang bentuknya tidak mendistorsidyslexic saat membaca. Font ini diberi nama Dyslexie dan mulai dikembangkan melalui perusahaan desain grafis yang didirikannya, Studio Studio.

Namun inovasi pria berusia 30 tahun ini sempat menuai kritik dari beberapa forum desain huruf. Sebabnya, font yang diciptakan Boer tidak sesuai pakem desain huruf yang seharusnya seragam. Akan tetapi, karena keinginan untuk mengatasi keterbatasannya selama bertahun-tahun dan membantu dyslexic lainnya, ia tetap melanjutkan kreatifitasnya.

I think that’s more important to help these people than to say that fonts must be aesthetic and beautiful. Yeah, it’s against every rule, but for me it’s function above form.

–Christian Boer

Keefektifan Dyslexie telah diuji dua kali, yang pertama secara informal oleh Boer sendiri kepada dyslexic yang dipilih secara acak. Penelitian yang kedua dilakukan oleh seorang mahasiswa dari University of Twente sebagai materi tesisnya. Kedua penelitian ini menunjukkan hasil yang sama, yaitu penurunan kesalahan baca yang signifikan pada dyslexic saat membaca teks Belanda yang diketik dalam font Dyslexie.

Kini, beberapa sekolah di Amerika sudah menggunakan Dyslexie. Selain itu, Boer juga menerima penghargaan ‘Smart Future Minds Award Amsterdam’ untuk inovasinya. Bahkan, sebuah buku berjudul De Provocatie yang ditulis oleh David Baldacci telah diterbitkan dengan menggunakan Dyslexie. Berkat inovasi Boer, kini para dyslexic dapat membaca seperti pembaca normal lainnya.

Boer bukanlah satu-satunya inovator asal Belanda yang membantu sesama melalui kreatifitas yang dimiliki. Beberapa kreator lain, yaitu Dick Boonstra telah menciptakan sebuah taksi yang dirancang khusus untuk pengguna kursi roda. Selain itu Utrecht School of the Arts bersama dengan Bartimus Institute for the Blind menciptakan Drive, racing games pertama untuk tuna netra.

Inovasi-inovasi tersebut menunjukkan bahwa Belanda tidak hanya gudangnya inovator, ide-ide kreatif, dan masyarakat yang memiliki pola pikir problem solving. Belanda juga merupakan negara yang dalam mewujudkan ide-ide kreatifnya mampu membantu keterbatasan orang lain. Tidak heran jika Belanda termasuk negara yang minim konflik, karena kepedulian orang-orang Belanda terhadap sesama cukup tinggi. Yang lebih menarik lagi, mereka menunjukkan kepeduliannya dengan cara yang inovatif dan kreatif. |tantya.2012

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.”

– ditulis oleh Septantya Chandra

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s