#290 Otak dan Watak: Akar Kreativitas Masyarakat Belanda

Siapa yang tak mengenal negeri kincir angin. Masyarakat yang kreatif seolah menjadi menjadi produk unggulan negeri ini. Tengok saja berbagai terobosannya dalam bidang teknologi seperti mobil terbang, energi listrik ” piezoelectric ”, dan bahan bakar dari urine, seolah hal yang imposible untuk diwujudkan tetapi secara real dibuktikan oleh masyarakat Belanda. Tak hanya itu sumber daya manusia negeri ini selalu melahirkan banyak filusuf, seniman dan peraih nobel dari abad ke abad.

Bukankah semua itu terkait dengan otak, otak yang cerdas yang mampu memunculkan ide kreatif yang mampu mengejutkan semua orang. Otak yang cerdas ini tentunya tidak hadir begitu saja tetapi harus ada pemantik untuk melejitkan imajinasi kreatifnya. Pemantik ini tiada lain adalah Problem Based learning (PBL) yang diadopsi oleh semua universitas di Belanda dalam metode pembelajarannya. Dalam lingkungan PBL mahasiswa bekerja secara kelompok untuk menyelesaikan masalah-masalah yang penting untuk dilakukan penelitian. Disini mahasiswa berdiskusi, saling bertukar pengetahuan, merumuskan tujuan dan saling memotivasi untuk melakukan penelitian-penelitian mandiri. Dengan seperti itu, mahasiswa akan selalu bekerja pada dua sisi yang tak terpisah yaitu teori dan fakta atau masalah yang dihadapi. Sehingga dari sana lahirlah otak-otak kreatif yang selalu mampu mengkombinasikan antara apa yang dipelajari dengan fakta yang ada untuk memunculkan sebuah terobosan yang ” out of the box “. Inilah yang menjadi kunci kreativitas masyarakat Belanda.

Otak yang kreatif tentunya harus diimbangi oleh watak yang baik. Secara personal watak yang baik ini ditampakkan dalam kemampuan untuk bekerja keras, ulet, tangguh, mandiri dan disiplin. Lalu pemantik apa yang digunakan untuk memunculkan watak baik ini? Kuncinya adalah sama yaitu pendidikan yang dikembangkan di Belanda memberikan kesempatan pada setiap masyarakatnya untuk membentuk watak yang baik. Aplikasinya, watak yang baik itu secara jelas ditunjukkan oleh masyarakat Belanda. Sebagai bukti, bagaimana mungkin Belanda dapat menyabet urutan kesepuluh sebagai peraih nobel terbanyak, jika masyarakatnya tidak memiliki watak ulet, tangguh, mandiri, dan disiplin yang tinggi.

Otak dan watak adalah dua kombinasi penting, mengapa? Otak yang kreatif tidak cukup jika wataknya tidak baik karena hal ini dapat mendatangkan bencana bagi lingkungannya. Sebaliknya, watak yang baik tidak akan menghasilkan terobosan unik jika tidak dibarengi oleh otak yang kreatif. Tetapi Belanda membuktikan keduanya sebagai kombinasi yang baik. Hal itu ditunjukkan melalui masyarakat yang kreatif, mandiri dan berdisiplin tinggi dalam mengembangkan inovasi-inovasi terbarukan.

Lalu, bagaimana dengan bumi Nusantara tercinta?Sewajarnya, bumi Nusantara juga perlu meniru kombinasi otak dan watak yang dikembangkan Belanda melalui pendidikan yang bermutu tinggi. Semoga dengan begitu, Nusantara akan melahirkan manusia-manusia kreatif yang mampu menjawab tantangan diera global ini. Semoga saja..

– ditulis oleh Surya Gumilar

3 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

3 responses to “#290 Otak dan Watak: Akar Kreativitas Masyarakat Belanda

  1. Iyan

    terakhir saya ke belanda masyarakat disana memang memiliki kombinasi yang seimbang. otak mereka ditunjukkan dengan buah karya mereka yang banyak diakui oleh dunia. Kedisiplinan, kerapihan, dan tata kelola yang baik yang saya lihat itu bisa menunjukkan watak dari org belanda yang patut kita contoh. Namun, satu hal yang saya kurang setuju untuk dijadikan contoh bagi negeri ini yaitu Kebebasan yang bagi kita bangsa indonesia sudah berlebihan.

  2. nandang

    super sekali, emang otak yang cerdas harus diimbangi dengan watak yang baik pula, karena otak tanpa watak akan terjadi ksewenang wenangan begitupula sebaliknya watak tanpa otak tidak akan menghasilkan sumber manusia yang baik.

  3. ipah

    yup, otak yang kreatif harus di imbangi dengan watak yang baik pula, karena kalau otak yang kreatif tapi wataknya buruk, akan banyak penyalah gunaan. Semoga bangsa kita bisa mengikuti pola pendidikan seperti negeri Belanda tersebut…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s