#295 CreatiVanHolland

Bahwa Belanda merupakan negara kreatif, adalah sesuatu yang mahsyur dan tidak asing. Dari hal ihwal ilmu pengetahuan, gaya hidup, bahkan kesenian, Belanda menjadi turbin penggerak semangat kreativitas dunia. Sebut saja sebuah inovasi bernama Vibration Energy, yang diyakini dapat menjadi sumber alternatif energi lokal, ataupun sebuah hasil karya lukisan tersohor Vincent van Gogh, yang membawa perubahan penting dalam sejarah seni Eropa.

Apakah yang membuat Belanda mampu membudayakan ”berkreasi” di negaranya?

Berbicara mengenai kreativitas Belanda, rasanya harus berangkat dari melihat kondisi alam yang dimiliki negeri yang terletak di sebelah Barat Laut Benua Eropa ini. Konkirjen der Nederlander, secara harfiah berarti adalah Kerajaaan Tanah Rendah. Ya, sebagian besar wilayah Belanda terletak di bawah permukaan laut, dan kondisi demikian memang membuat 2/3 wilayah Belanda berpotensi banjir. Sejarah banjir eropa di tahun 1953 telah membuat Belanda belajar banyak dari pengalaman, bahwa mereka harus berbuat sesuatu untuk melindungi 17 juta penduduknya agar dapat bertahan hidup dengan tenang.

Menurut teori yang dikembangkan oleh Clark Moustakis (1967), seorang ahli psikologi humanistic, kreativitas merupakan pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu, dalam hubungannya dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain. Alam tidak bisa dirubah, namun kita yang harus berupaya menciptakan sesuatu agar dapat selaras dengan alam dan bertahan hidup. Semangat demikian rupanya mampu membawa para ahli konstruksi Belanda berlabuh pada sebuah ide pembangunan DAM atau bendungan, yang merupakan salah satu ikon negara Belanda. Bahkan, secara etimologi, “Dam” dalam bahasa Inggris pun dimungkinkan berasal dari Middle Dutch. Hal ini dapat menjadi sebuah indikasi, bahwa terdapat karakteristik kreativitas negeri Belanda pada DAM atau bendungan.

Bendungan Oosterscheldekering sebagai yang terbesar, bahkan salah satu yang terbesar di dunia, dengan konstruksi canggihnya telah mampu selama 20 tahun ini menjadi tameng negeri Belanda dari terjangan banjir dan badai Laut Utara.

*Sumber http://en.wikipedia.org/wiki/Oosterscheldekering*

Bahkan, sebagai negara yang pernah memiliki ikatan batin dengan Belanda, Indonesia pun turut merasakan manfaat pembangunan bendungan peninggalan Belanda, yang juga tidak sedikit jumlahnya. Salah satunya adalah Bendungan Walahar. Bendungan yang terletak di Karawang, dan mulai berfungsi sejak tahun 1925 ini, kini tidak hanya berguna sebagai pengatur debit air maupun penahan banjir luapan air pantai utara, namun juga difungsikan sebagai tujuan wisata, sehingga dapat dimaksimalkan secara komprehensif untuk menghidupi perekonomian warga sekitar.

Selain kondisi alamnya, kreativitas Belanda juga tidak pernah terhenti dikarenakan suasana kebebasan berkreasi yang tercipta di negeri ini. Belanda merupakan negara yang dikenal dengan country of freedom. Negara yang menjunjung tinggi kebebasan berkreasi, berekspresi, dan mengedepankan toleransi dalam kebebasan dan keberagaman yang ada. Sejalan dengan definisi kreativitas yang diungkapkan seorang ahli bernama Rhodes, salah satu dimensi kreativitas dilihat dari faktor press(lingkungan). Pendekatan ini berbicara bahwa kreativitas akan lebih berkembang dalam lingkungan yang menghargai kebebasan berimajinasi dan fantasi, serta menekankan pada inovasi dan kreasi.

Dan demikianlah, kreativitas di Negeri Belanda tercipta. Dorongan dan kemampuan negeri ini dalam berkarya, telah membawa pada keseimbangan hidup, dengan alam, dan kebutuhan kehidupan yang terus berkembang, Pada akhirnya, dengan berkreasi, terwujudlah kepuasan diri yang membawa kepuasan hidup pula bagi lingkungan sekitarnya. Tidak heran, jika kemudian Belanda menjadi salah satu bangsa yang paling bahagia di dunia. I’m Creative, so I’m Happy……

– ditulis oleh Dian A. Purwandini

Iklan

12 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

12 responses to “#295 CreatiVanHolland

  1. negri yang ingin sekali saya kunjungi…………. 🙂
    mari berjuang!!!!!!!!! 🙂

  2. kalo bagi saya yang sangat amat menggemari Kereta Api warisan Belanda di Indonesia yang paling saya kagumi adalah jalur rel yang tertanam di banyak pulau di negeri ini.. Proyek-proyek “gila” yang menghubungkan banyak kota di Indonesia, yang seperti kita ketahui kontur alamnya bergunung-gunung menjadi tantangan para arsitek belanda untuk membangun jalur kereta yang seperti diluar nalar mampu di bangun di negeri dengan jutaan gunung ini… Contoh yang masih bisa kita lihat hingga kini dan masih beroperasi adalah jalur Jakarta-Bandung yang seperti kita tau adalah jalur rel yang membelah bukit dan menyebrangi ngarai. Rel bergerigi di Ambarawa dan Padang, jalur kereta sepanjang sungai serayu dari Maos hingga Wonosobo (jalur mati). Dan yang paling menakjubkan adalah sebenarnya jalur antara Banjar (ciamis) hingga pantai pangandaran yang sayangnya tinggal kenagan. Sedikit ulasan dan masukan dari saya..

  3. hening

    Memang salut untuk Belanda dalam membangun tata kota terutama kontruksi untuk mengatasi persoalan banjir di nergerinya…Kota Semarang yang topografinya sama dengan Belanda (laut lebih tinggi dari daratan) untuk beberapa tahun ini belajar dan bekerjasama dengan Pemerintah Belanda untuk mengatasi banjir terutama yang disebabkan oleh ‘air rob’ (keluarnya air laut dari tanah akibat pasang), yang sebenarnya pada masa kolonial dulu, Belanda telah mengantiispasi dengan membangun gorong-gorong yang cukup besar dibawah kota…tapi ya itu…karena tata kota yang dikembangkan tidak berspektif untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat..jadinya hilang semua deh gorong-gorongnya…:-)

  4. Danang Adi Nugroho

    Hehehee… Baru coment nih, padahal bacanya udah agak lama ^_^
    Kalo disebut kata atau nama “BELANDA” sebagian besar dari kita masyarakat Indonesia pasti 2 hal yg paling diingat. Yang pertama penjajahan, dan yg kedua negara di bawah permukaan air laut. Nah yg kedua ini salah satu bukti kreativitas negeri Belanda, yg mgkn paling fenomenal, bahkan negeri kita banyk diwarisi buah kreativitas tersebut. Bendungan Walahar pun aku jg baru tahu, hehehee.. selain mgkn ada bendungan dan sistem pengairan (anti banjir pd khususnya) yg mereka wariskan kpd kita.
    Oiya, kalo gak salah aliran musik “keroncong” yg slama ini kita kenal juga buah kreativitas perpaduan budaya Belanda dan Indonesia (Jawa) pd masa penjajahan. Keroncong mgkn semacam “hellenisme” alexander the great versi Belanda kala itu. ^o^

  5. David Van Kent

    Dahulu kala kota Batavia terinspirasi oleh Amsterdam untuk membangun kanal-kanal membelah di tengah kota untuk menghindari banjir dan sebagai sarana transportasi juga, tapi ternyata setelah ditinggal oleh si penjajah Belanda, kanal berubah menjadi saluran sampah dan banjir pun rutin menyambangi kota Jakarta akhir-akhir ini. Mudah-mudahan dengan terinspirasi oleh ke-kreativan pemikiran orang Belanda, menjadikan penataan kota Jakarta semakin lebih teratur dan bebas banjir langganan 🙂

  6. Candra Dewi

    Baru tahu ada Bendungan Walahar di Karawang, heheheheh kapan ya gak banjir lagi di Jakarta, Tata Kotanya bisa seperti disana. Kalau kreatif, sebenarnya Kita jg gak kalah kreatif, mungkin sistem harus diperjelas, jadi peraturan dlll itu tidak setengah2….heheheh

    • iya, semoga dengan informasi-informasi seperti ini, dapat menjadikan bahan masukan bagi seluruh stakeholder untuk membangun tata kota Jakarta yang lebih baik dan tidak banjir lagi … thankyouu 🙂

  7. risa

    Belanda mmng tkenal…siapa sih yg g kenal belanda,kincir angin,kelompen blnda,pngadilan ham,penikahan sjenis,tukang insinyur mumpuni yg dijamin bs bikin bangunan ampe berumur ratusan tahun,ampe kue bulet pofertjes bikinan nenek yg asli resep dr belanda,negara yg kumplit n full of creativity…kpn ya bs futu2 disana hahah…

  8. Hooo…makanya mikir2 emang daerah BeWe (Bendungan Walahar) dan Benhil (bendungan hilir) ada bendungan di sebelah mananya..secara gedung2 kantor smua isinya hehe….

  9. Bendungan Situgintung yang beberapa tahun lalu jebol juga salah satu peninggalan Belanda kan ya…btw, kalo bendungan walahar dan bendungan hilir, Jakarta itu kenapa dinamakan bendungan yak, emang ada bendungan di sekitar sana…

    • yap betul, situgintung adalah peninggalan Belanda. salah satu dimensi kreatif adalah sensitif terhadap perkembangan alam dan zaman. kapasitas air yang mampu dibendung situgintung sudah jauh lebih meningkat dibandingkan dengan apa yang diperhitungkan pada zaman pembangunannya, sehingga sekaranglah saatnya pemerintah daerah setempat dan seluruh stakeholder untuk berfikir “kreatif” untuk membuat bendungan ini berfungsi sebagaimana mestinya. kalo untuk penamaan bendungan hilir dan walahar jakarta, saya rasa hanya masalah penamaan jalan. dan inilah mungkin salah satu indikasi bahwa bendungan walahar seperti yang sudah disebutkan di atas, juga merupakan bendungan yang memiliki nilai fungsi dan histori, sehingga diabadikan menjadi nama salah satu jalan di Jakarta… 😉
      Thankyuuu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s